Item terkait

Senin, 11 Januari 2016 00:00

PEMPROV JABAR GANDENG UNPAD UNTUK KEMBANGKAN GEOPARK CILETUH

Pemprov Jabar berniat menjadikan geopark Ciletuh sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Geopark Ciletuh adalah salah satu wisata Sukabumi yang menawarkan kemolekan alam dengan hamparan taman alam serta batuan yang luas yang didalamnya terdapat air terjun, pepohonan rimbun, dan keindahan lainnya. Geopark ini sangat patut kalian kunjungi, terutama untuk kalian pecinta alam dan tantangan.

Pemprov Jabar melihat potensi yang besar pada geopark Ciletuh ini, hingga akhirnya memutuskan untuk berupaya menjadikan Geopark Ciletuh sebagai destinasi wisata kelas dunia dan tentunya akan berimbas pada kemajuan pariwisata Sukabumi sendiri.

Pemprov Jabar tidak melakukan ini sendiri melainkan menggandeng UNPAD (Universitas Padjadjaran), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar Banten, PT. Bio Farma, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk melakukan kerja sama dalam pengembangan kawasan Geopark Ciletuh

Direktur Kerja Sama Unpad Parikesit, M.Sc., PhD.,mengatakan, kerja sama ini dilakukan Pemprov Jabar dalam rangka memperkuat struktur pengembangan geopark Ciletuh karena kawasan ini telah ditetapkan menjadi kawasan geopark nasional. Untuk mencapai target menjadi kawasan geopark kelas dunia versi UNESCO dalam dua tahun mendatang, ada beberapa komponen informasi yang harus dilengkapi Pemerintah, yaitu segi konservasi geo diversity, bio diversity, hingga cultural diversity. “Unpad berkontribusi salah satunya dalam hal penelitian"ungkap Parikesit.

Potensi Geopark Ciletuh sendiri sangat unik. Dari segi geologi, kawasan ini memiliki bentang amphitheater alami dengan radius 52 kilometer serta memliiki keberagaman batuan purba. Dari segi bio diversity, kawasan ini masih memiliki ragam spesies langka dan terancam punah. Sedangkan dari segi budaya, Ciletuh kental dengan aspek budaya Sunda. UNESCO sendiri telah mendorong pengembangan kawasan Geopark Ciletuh hingga ke Pelabuhan Ratu agar program konservasi dapat lebih luas.

Diharapkan penelitian dan program ini dapat selesai dalam waktu tiga tahun ke depan hingga kawasan Geopark Ciletuh menjadi kawasan yang diakui UNESCO.

 

 

Scroll To Top