Item terkait

Selasa, 05 November 2019 16:42

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung diakui sebagai Taman Warisan ASEAN

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, telah dinyatakan sebagai Taman Warisan ASEAN.


Kepala taman nasional, Yusak Mangetan, menerima sertifikat deklarasi dari direktur eksekutif Pusat Keragaman Hayati ASEAN Theresa Mundita S. Lim selama Konferensi Taman Warisan ASEAN keenam di Pakse, Laos yang berlangsung dari 21 hingga 25 Oktober, menurut sebuah pernyataan .
Dalam acara tersebut, Yusak, yang didampingi oleh Nurhidayah, yang tinggal di desa Pattanyamang, Maros, juga memberikan kuliah bertema "Ekowisata: Bisnis dan Konservasi" selama sesi seminar.

Dikenal sebagai daerah karst terbesar kedua di dunia, Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung terletak sekitar 50 kilometer di sebelah utara Makassar. Selain menjadi rumah bagi kawasan karst Rammang-Rammang yang terkenal, ia juga menawarkan lusinan gua prasejarah, binatang unik seperti kera moor Sulawesi, rangkong kenari merah, kuskus dan musang palem Sulawesi, serta spesies kupu-kupu endemik seperti Papilio blumei , Papilio polytes, Papilio sataspes dan Graphium androcles.

Diprakarsai pada tahun 1978, Program ASEAN Heritage Parks (AHP) bertujuan untuk menyoroti pentingnya beberapa kawasan lindung di kawasan ini dan upaya global dalam konservasi keanekaragaman hayati. Ia kemudian memberi nama 11 kawasan lindung pertama yang terdaftar dalam programnya setelah secara resmi didirikan pada tahun 1984.

Pusat Keanekaragaman Hayati ASEAN saat ini berfungsi sebagai sekretariat Program AHP dan Komite AHP.

Pada Oktober tahun ini, Program telah mendaftarkan hingga 49 kawasan lindung. Bentang alam Indonesia lainnya yang telah dimasukkan adalah Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Way Kambas.
  • EN: EN
Scroll To Top