Item terkait

Minggu, 23 Desember 2018 04:17

ANAK KRAKATAU SEBABKAN TSUNAMI DI TANJUNG LESUNG, ANYER DAN LAMPUNG SELATAN

Tsunami yang menyerang selat sunda yang menghantam sejumlah lokasi di Banten dan Lampung disebabkan karena letusan dan longsoran dari Gunung Anak Krakatau.

"Tanggal 22 Desember pukul 21.03 WIB menit, Badan Geoglogi mengumumkan terjadi erupsi lagi di Gunung Anak Krakatau. Kemudian pukul 21.27 WIB tidegauge (pengamatan sementara) Badan Informasi Geospasial yang terekam oleh BMKG menunjukkan adanya kenaikan muka air pantai. Jadi ada kenaikan air, dan kami analisis, kami merekam waktu untuk menganalisis, apakah kenaikan air itu air pasang akibat fenomena atmosfer, ada gelombang tinggi kemudian bulan purnama, jadi saat itu memang pada fase seperti itu. Namun setelah kami analisis lanjut gelombang itu merupakan gelombang tsunami, jadi tipe polanya sangat mirip gelombang tsunami yang terjadi di Palu," kata Kepala BMKG Dwikorita Kurnawati di Kantor BMKG, Jakarta, Minggu (23/12/2018).

Dia mengatakan BMKG telah memberikan peringatan soal gelombang tinggi sejak 21 Desember 2018, dan berlaku hingga 25 Desember 2018 karena faktor cuaca. Tsunami hari ini diduga oleh BMKG terjadi karena longsoran tanah gunung Anak Krakatau.

 

21 Desember 2018

- Pukul 07.00 WIB

BMKG mulai kemarin pukul 07.00 WIB memberikan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Selat Sunda. Diperkirakan gelombang tinggi terjadi mulai 21 hingga 25 Desember 2018.

"Mulai kemarin pukul 07.00 WIB memberikan peringatan dini, karena kami menganalisis dan mendeteksi adanya potensi gelombang tinggi di perairan Selat Sunda, diperkirakan mulai kemarin tanggal 21 hingga 25 Desember 2018," ujar Dwikorita.

- Pukul 13.51 WIB

Badan Geologi telah mengumumkan terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatqu dan statusnya level waspada.

"Ini dua peristiwa yang beda tapi terjadi di waktu yang sama dan lokasi sama, sama-sama di perairan Selat Sunda, pertama potensi Anak Krakatau dan potensi gelombang tinggi," ucapnya.

22 Desember 2018

- Pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB

Tim BMKG berada di perairan Selat Sunda untuk melakukan uji coba. Saat itu, menurutnya, terverifikasi hujan lebat dan gelombang serta angin kencang.

"Oleh karena itu tim kami kembali ke darat," ujarnya.

- Pukul 21.03 WIB

Badan Geologi mengumumkan kembali terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau.

- Pukul 21.27 WIB

Berdasarkan pengamatan sementara atau tidegauge badan informasi geospasial yang terekam oleh BMKG, terjadi kenaikan muka air pantai. Hal itu diduga sebagai tsunami yang disebabkan oleh longsor akibat erupsi Anak Krakatau.

BMKG memastikan tak ada gempa yang menjadi pemicu tsunami.

 

Tsunami selat sunda ini tentunya lebih parah dari tusnami-tsunami sebelumnya di wilayah Indonesia lainnya. Terlebih karena tsunami kali ini tidak diawali dengna gempa, yang mana longsoran gunung Anak Krakatau yang bisa dikatakan diam-diam dan kuat mengirim air ke daratan.Dalam bencana ini telah terdata banyak korban meninggal dan luka-luka. Melihat Tsunami ini yang terjadi tak terduga yang membuat banyak dari masyarakat harus menghadapinya secara tiba-tiba dan tentunya sulit menyelamatkan diri.

Data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

 

Salah satu band papan atas Indonesia Seventeen tengah tampil di sebuah acara Gathering sebuah perusahaan juga harus rela kehilangan beberapa personilnya karena musibah ini. Seventeen yang kala itu tengah menyanyikan lagu kedua, tiba-tiba diterjang ombak dan terseret. Info terkini, dikonfirmasi bahwa sang pemain bass meninggal, dan sisanya belum diketemukan.

  • EN: EN
Scroll To Top