Item terkait

Selasa, 11 September 2018 17:40

VITORIA FARMER DAN LIAM O'BRIEN MEMENANGKAN KOMPETISI WEST SUMBAWA PRO

Rio Waida kalah tipis di babak quarterfinal dan harus rela tereliminasi..

Kompetisi QS 1.000 West Sumbawa Pro baru saja usai dilaksanakan dengan ditutup oleh kemenangan Vitoria Farmer pada divisi wanita dan Liam O'Brien di divisi pria.

Gelombang setinggi 4 hingga 6 kaki dan angin yang cukup bengis menghiasi keseruan hari terakhir kompetisi seri kualifikasi yang pertama kali diadakan di Sumbawa Barat ini.

Pada divisi wanita Ada surfer asal Indonesia bernama Kailani Johnson yang berhadapan melawan oemenang acara Vitoria farmer di babak final. Kailani dan Farmer seperti lawan bubuyutan di ke 3 seri kualifikasi di Indonesia. Sepertinya dewi fortuna tengah berpihak pada surfer asal Australia ini dimana ia bisa menang di ketiga seri kualifikasi yang digelar di Indonesia. Dimana ini merupakan pengalaman yang luar biasa baginya untuk bisa menang di acara seri kualifikasi.

 "Sebelum perjalanan ke Indonesia saya belum pernah mencapai Perempat Final di QS sebelumnya, jadi untuk mendapatkan tiga kemenangan terasa luar biasa," kata Farmer. "Ini adalah perjalanan yang akan saya ingat selamanya, ini bagus untuk karir berselancar saya yang kompetitif dan untuk menambah kepercayaan diri saya. Ketika Anda bepergian dan berkompetisi mungkin ada banyak kerugian, jadi saya telah mencoba untuk menyerap semuanya dan menikmatinya. "ungkap Farmer.

Kailani Johnson, meskipun kecewa dia tidak bisa menang di negara asalnya, senang dengan fakta bahwa dia sekarang memasang beberapa hasil yang solid melawan lawan tangguh di beberapa gelombang kelas dunia.
 
"Saya sangat menikmati setiap acara di Indonesia dan telah belajar banyak," kata Johnson. "Saya ingin sekali memenangkan satu, tetapi tiga kali final berturut-turut adalah langkah besar bagi saya, itu sangat membantu kepercayaan diri saya. Vittoria telah berselancar dengan sangat baik, sangat menyenangkan untuk melawannya."

Liam O'Brien duduk di posisi kedua dengan tujuh menit tersisa di final, mengikuti Chris Zaffis (AUS) yang on fire selama seminggu. Pasangan ini pergi dari ujung ke ujung, posting skor yang sangat mirip membuktikan bahwa peselancar terbaik telah bertemu dalam Final yang sangat seimbang. Kemudian O'Brien membelai gelombang padat dan membongkar tiga belokan dinamis dan eksplosif untuk menjaring skor gelombang tunggal tertinggi dari acara - 9.25 dari kemungkinan 10. O'Brien berada di posisi 123 pada QS sebelum hasil hari ini dan sekarang telah berubah ke Ke posisi 98 yang tentunya ini akan membantu kampanye QS 2018-nya.
 
"Sungguh gembira bisa memenangkan acara-acara back-to-back," kata O'Brien. "Saya sangat bersemangat bahwa saya datang ke acara ini dan berhasil lolos dengan beberapa hasil juga. Zaffis mendapat dua ombak pertama dengan baik, jadi saya sedikit khawatir saya tidak akan bisa untukmengejarnya, saya hanya menyimpang dari pimpinannya kemudian saya berada di posisi ketika gelombang itu datang dan itu membiarkan saya melakukan beberapa belokan besar dan saya mencetak skor 9,25 dan bergerak ke depan. Kemudian dia mendapat 8.60 dan saya membuat kesalahan prioritas dan memberinya kesempatan, jadi saya sedikit khawatir, tetapi pada akhirnya semuanya berhasil untuk saya. "
 
"Yo-Yos adalah gelombang yang menyenangkan," tambah O'Brien. "Sudah ada di daftar perjalanan saya untuk sementara, jadi kontes di sini sangat luar biasa."tutupnya.

Rio Waida salah satu surfer terakhir yang tersisa saat itu harus rela kalah tipis dan tersingkir di babak Quarterfinal oleh Elliot Paerata. Meskipun kalah, Rio berhasil mencetak poin tertinggi di heat nya melawan Elliot saat itu.

  • EN: EN
Scroll To Top