Item terkait

Minggu, 09 September 2018 17:57

OMBAK BESAR DAN ANGIN KENCANG MENDOMINASI HARI PERTAMA KOMPETISI WEST SUMBAWA PRO

Salah satu seri Kualifikasi Indonesia berlanjut hari ini di West Sumbawa Pro, acara World Surf League pertama di right hands terkenal yang dikenal dengan sebutan Yo-Yos.

Acara pria dan wanita berskala QS1,000 disajikan dengan gelombang empat sampai enam kaki yang menggulung karang dalam angin darat yang kuat.

Hari dimulai dengan babak awal yang sebagian besar terdiri dari peselancar lokal dari Sumbawa dan Lombok yang mendapatkan kesempatan untuk mendayung keluar dan memasang pertunjukan bersama beberapa peselancar terbaik di Indonesia dan internasional. Anak-anak lokal tidak mendapat nilai terlalu besar, tetapi akan selalu mengingat hari ketika mereka berkeliaran dengan idola Indonesia mereka seperti Garut Widiarta, Mega Artana, Raditya Rondi, Rio Waida dan banyak lagi.

 

Caption: Nyoman "Blacky" Satria (IDN) tampilkan lay-back luar biasa di West Sumbawa Pro today.
Credit:© WSL / Tim Hain


Liam O'Brien (Gold Coast, AUS), pemenang Simeulue Pro minggu lalu melanjutkan formulir kemenangannya disini, dengan memasang dua nilai yang solid untuk mengklaim kemenangan di salah satu pukulan paling banyak hari ini. Darma Putra Indonesia juga maju di posisi kedua, sementara Mega Artana dan Garut Widiarta tersingkir di tempat ketiga dan keempat.

"Ini adalah gelombang super menyenangkan di sini di Yo-Yos," kata O'Brian. "Beberapa orang mengatakan rasanya seperti Hawaii karena memiliki ombak besar dan angin kencang. Saya sangat senang dengan heat itu, semua orang mendapatkan ombak yang bagus dan skor besar dan itulah yang Anda inginkan dalam heat."



Ketut Aditya (Bali, IDN) yang memenangkan QS pertamanya di Nias Pro minggu lalu hampir mengalami eliminasi awal hari ini ketika dia berada di tempat ketiga pada menit terakhir dari heat pembukaannya. Tapi di menit terakhir ia berhasil menemukan skor tepat ketika ia membutuhkannya untuk melompat ke tempat pertama, diatas Lucas Wrice yang juga maju di posisi kedua, sementara Raditya Rondi dan Alex McGuffin tersingkir.

"Saya benar-benar menikmati kompetisi sekarang," kata Aditya. "Saya sangat berterima kasih kepada WSL, Pemerintah Indonesia dan kru ASC untuk mendukung selancar di negara saya. Saya ingin bepergian dan menjadi peselancar profesional dan acara ini adalah awal yang baik untuk karir saya."

Acara ini berlangsung selama dua putaran di Ronde 1, Delapan Heats Putaran 2 dan berjalan setengah jalan di putaran 3. Dan besok akan kembali dilanjutkan tentunya dengan ramalan ombak dikabarkan akan hadir kurang lebih seperti hari pertama.

  • EN: EN
Scroll To Top