Item terkait

Selasa, 25 Desember 2018 07:57

APAKAH TSUNAMI SELAT SUNDA DAPAT DIHINDARI? AKANKAH KRAKATAU KEMBALI DENGAN SUPER ERUPSI?

Kita belum memiliki sistem peringatan bencana yang memadai.

Menurut gambar-gambar video yang disajikan di sini dan menurut surat kabar The Guardian pada hari sebelum Tsunami, letusan gunung berapi yang kuat terjadi di Krakatau, tanpa tindakan pencegahan apa pun yang diambil oleh pihak berwenang Indonesia. Juga para ilmuwan Prancis yang mengamati gunung berapi Krakatau telah mendokumentasikan aktivitas vulkanik yang sangat kuat selama beberapa bulan terakhir.

Gunung berapi Kerakatau sudah menunjukkan aktivitas yang kuat beberapa minggu yang lalu sebelum terjadinya tragedi tsunami mematikan yang menelan lebih dari 800 korban jiwa. Fakta yang harus kita telan adalah pihak berwenang Indonesia belum mampu memperingatkan populasi dan memprediksi berbagai skenario bencana alam dengan semestinya.

Meskipun badan meteorologi dan geofisika Indonesia mendeteksi letusan gunung berapi Anak Krakatau Jumat lalu pada jam 9:03 malam, yang memicu tsunami di 24 menit kemudian. Namun tidak ada alat peringatan bencana yang bisa setidaknya menyelamatkan lebih banyak nyawa paska tsunami tersebut. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan terletak di atas cincin api (India / Pasifik) di mana setiap tahun terjadi banyak letusan gunung berapi dan gempa bumi, sangat miris tidak memiliki jenis/alat peringatan untuk letusan gunung berapi.

Sekarang masih harus dilihat apakah Krakatau akan memakan korban terbanyak jika letusannya semakin meningkat dan menjadi letusan super, seperti pada abad 19 yang lalu, menyebabkan lebih dari 35.000 kematian dan menurunkan suhu planet Bumi dua derajat Celcius. .

Apakah mungkin sebuah negara dengan "pendapatan" pariwisata yang kuat tidak memiliki minat dalam tragedi alam? meskipun untuk membela rakyatnya sendiri. Yang jelas sebagai penduduk Indonesia kita seperti harus setuju dengan istilah "senyum sambil menunggu mati". Bencana bisa datang kapan saja, dan kita sebagai penduduk benar-benar buta tanpa ancang-ancang.

  • EN: EN

Scroll To Top