Item terkait

Kamis, 30 November 2017 23:58

19 KORBAN MENINGGAL PASKA BENCANA BANJIR LONGSOR DI BEBERAPA DAERAH DI PULAU JAWA

Bencana ini terjadi akibat siklon tropis cempaka karena pemanasan global akibat kegiatan manusia mengeluarkan karbondioksida dan penggundulan hutan.

Indonesia kembali berduka. Setelah bencana di Bali yakni gunung Agung yang meletus dan masih meninggalkan kebingungan pada para pengungsi yang harus berada di penampungan dan entah kapan dapat kembali ke rumah mereka masing-masing, kini bencana melanda wilayah lain Indonesia yakni pulau Jawa. Banjir dan longsor melanda beberapa wilayah Jawa yakni Pacitan, Yogyakarta, Ponorogo dan Wonogiri.

Bencana banjir dan longsor ini terjadi akibat curah hujan yang sangat ekstrem 383 mm/hari sejak hari Senin (27/11) sebagai dampak dari siklon tropis Cempaka yang menyebabkan banjir sedalam 2,6 meter dan tanah longsor. Menurut data BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) saat ini sudah terdata 19 orang meninggal dunia akibat bencana banjir, longsor dan angin puting beliung yang terjadi. Pacitan merupakan daerah yang paling parah terkena dampak Siklon Cempaka.

Menurut keterangan Ramlan selaku kepala bidang prediksi dan peringatan dini cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), siklon ini terjadi karena terjadinya pemanasan global akibat kegiatan manusia mengeluarkan karbondioksida dan penggundulan hutan.

"Pemanasan itu tentunya dari segala sesuatu yang kita buat darat, misalnya kita menggunakan alat-alat transportasi, banyak gas-gas rumah kaca. Artinya masih banyak karbondioksida yang masih terkungkung atau masih bertebaran di wilayah atmosfir ini, sehingga udara atau pun tekanan yang ada di wilayah atmosfir ini termampatkan, dan sehingga tidak bisa menguapkan atau memantulkan massa udara kembali ke atas, sehingga pemanasan ini sangat cepat sekali," jelas Ramlan.

Dia menambahkan siklon Cempaka sudah mulai melemah, menjauhi daratan Jawa. Berdasarkan pantauan BMKG terdapat bibit siklon lain yang kemungkinan akan terjadi di Indonesia pada 500 km arah barat daya Bengkulu.

Presiden Jokowi dalam akun twitter nya mengatakan "Kepada saudaraku yang terdampak bencana alam di beberapa daerah di Indonesia, tetap waspada. Jaga diri dan keluarga. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat sedang melakukan berbagai upaya di lokasi, semaksimal mungkin -Jkw".

"Saya sudah perintahkan pemerintah daerah dan BNPB untuk prioritaskan evakuasi dan tanggap bencana. Pertolongan kepada masyarakat harus didahulukan. Saya memonitor perkembangan daerah terdampak bencana setiap hari -Jkw"

Kini keadaan di daerah yang terkena bencana dilaporkan banyak alami kerusakan seperti jalan-jalan ataupun akses terputus, susahnya mendapatkan air bersih, tidak adanya koneksi jaringan telepon ataupun internet.

 

 

  • EN: EN
Scroll To Top