Item terkait

Rabu, 30 Agustus 2017 00:12

BEBERAPA BULE MEMULAI KEGIATAN BEACH CLEAN UP DI KRUI

 Semoga kegiatan ini dapat terus dilanjutkan..

Sembari berlibur ke Indonesia, para bule yakni Marina Seger, Julian Balling, Kris Broderick, Thilo Rek, Matthias Balling dan Nicole Sühring juga memulai atau memprakarsai kegiatan pembersihan pantai di Krui. Ide tersebut datang, bermula karena sudah tidak asingnya sampah plastik tergeletak di sekitar pantai di Asia termasuk Indonesia. Para bule ini mengkonsultasikan kepada pemilik sebuah losmen di Krui yakni Palm Beach Losmen Christian Lipinski. Dengan modal Christian sebagai pemilik losmen dan bisa berbahasa Indonesia, Christian dapat menjelaskan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program beach clean up yang mereka rencanakan.
 
Lalu, apakah masyarakat lokal turut berpartisipasi?
 
Para bule ini mulai mengumpulkan sampah di pantai, kemudia masyarakat berdatangan dan ikut membantu. Beberapa saat kemudian beberapa peselancar lokal juga ikut bergabung. Dan kemudian seperti rantai, semakin banyak orang yang duduk di sekitar bergabung. Pada akhirnya sekitar 15 wisatawan dan 15 warga setempat bekerja sama dan mengambil sampah yang didaur ulang dengan benar oleh pemerintah. Satu hal yang cukup membingungkan bagi para bule ini adalah banyak masyarakat setempat tidak dapat membedakan sampah anorganik, seperti plastik dan sampah organik, seperti daun, yang didaur ulang oleh alam itu sendiri. Hal lain, penduduk setempat tidak mengerti mengapa para bule ini tidak ingin membakarnya. Tentunya ini sangat jelas bahwa dibutuhkan lebih banyak pengetahuan dan pembelajaran kepada masyarakat tentang sampah dan apa yang harus dilakukan terhadap sampah baik organik maupun anorganik.
 
Dari hasil pembersihan pantai, banyak sekali terdapat plastik, botol-botol plastik, bungkus rokok dan sebagainya. Menyedihkan, sampah tersebut tampak baru, seperti sampah bekas orang piknik di pantai dan meninggalkan sampahnya begitu saja. Mungkin juga alasan lantaran di sekitar pantai jarang terdapat tempat sampah, sehingga kebiasaan membuang sampah sembaranganpun menjadi hal yang lumrah.
 
Sebanyak 40 karung sampah berhasil dikumpulkan pada hari itu. Yang kemudian sampah tersebut dibawa ke tempat pengumpulan sampah di hutan. Para bule ini berharap, masyarakat Krui akan lebih disiplin lagi dalam membuang sampah dan menjaga lingkungan. Karena menurut mereka, sangat disayangkan bagaimana indahnya pantai Krui dan ombaknya yang sempurna, harus tampak lusuh dengan adanya sampah plastik tergeletak di sekitar pantai.
 
Semoga kegiatan membersihkan pantai ini dapat terus dilanjutkan. Dan alangkah lebih bangga jika kegiatan positif ini dapat diprakarsai oleh masyarakat lokal itu sendiri sebagai tanda bukti kepedulian kita terhadap wilayah kita sendiri.
 

 
  • EN: EN
Scroll To Top