Item terkait

Rabu, 19 April 2017 14:52

JORDY SMITH MENJUARAI RIP CURL PRO BELLS BEACH 2017

Jordy memimpin diatas Caio Ibelli dari Brasil di babak final dan mengumpulkan angka 9,77 dan 9,13..

 

Surfer asal Afrika Selatan, Jordy Smith, baru saja memenangkan Rip Curl Pro Bells Beach 2017, kompetisi surfing terpanjang di dunia. Itu adalah hari yang luar biasa di Bells Bowl yang terkenal dan dari fajar sampai senja, surfer terbaik di dunia meluncur, dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, hingga menerjang ombak dengan ketinggian enam hingga delapan kaki.

Kemenangan Jordy adalah hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun, dan hubungannya dengan ombak tidaklah selalu mudah. Selama beberapa tahun terakhir, dia berada di posisi ketiga dua kali, dan baru tahun lalu, ia menduduki peringkat runner-up setelah Matt Wilkinson di final dengan angka yang sangat tipis. Tak perlu dikatakan, kemenangan itu datang cukup lama dan rasanya sangat luar biasa.

“Saya bahkan tidak percaya – tahun lalu berada diposisi kedua dan sekarang berada diposisi ini – ini sangatlah luar biasa,” kata Jordy. “Saya terpacu untuk bisa masuk ke putaran 4 dan setiap pertandingan setelahnya adalah bonus. Saya mencoba untuk santai dan tidak berfikir terlalu serius, Anda mungkin bisa tau dari cara permainan saya di final. Ini adalah benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan. Saya sudah berusaha untuk memenangkan kompetisi ini selama 10 tahun dan bisa memenangkannya sekarang adalah hal yang luar biasa."

Jordy memimpin diatas Caio Ibelli dari Brasil di babak final dan mengumpulkan angka 9,77 dan 9,13 – dengan angka total gabungan dari pertandingan tersebut adalah 18.90. Tapi itu bukanlah pertempuran yang mudah, dengan Caio mengumpulkan angka demi angka di sekumpulan ombak yang menggulung Bowl. Pada saat bel akhir berbunyi, ia telah mengumpulkan angka 9.63 dan 7.83.



“Saya tidak yakin berapa banyak kesempatan yang akan saya dapatkan dengan ombak pasang yang tinggi, jadi saya hanya menaiki setiap ombak yang saya bisa. Setelah saya mendapat angka sembilan, sedikit tekanan turun dan kemudian cukup yakin bahwa Caio terus datang. Dia adalah seorang surfer yang hebat dan telah melakukan semuanya di kompetisi ini. Setelah beberapa tahun cedera dan berusaha untuk pulih, saya merasa seperti potongan-potongan teka-teki yang datang bersama-sama ditahun ini. Keluarga dan istri saya berada tepat di belakang saya dan saya tidak akan bisa melakukannya tanpa dukungan mereka.”

Kedua pesaing adalah teman baik, dan ketika mereka keluar dari air, mereka saling memberi selamat satu sama lain. “Trofi ini akan terlihat bagus di rumah saya,” kata Caio. “Ini akan menjadi hari Paskan terbaik yang pernah saya miliki. Saya sangat terpacu. Ombak dan dukungan di Bells begitu menakjubkan. Ini benar-benar istimewa. Berada di final dengan Jordy Smith, seseorang yang saya selalu pandang, berada di ombak Bells yang sempurna, adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya.”

Adalah jalan yang cukup panjang untuk bisa berdiri di podium acara ini, dan butuh banyak kerja keras dan keuletan, terutama dengan ukuran dan kualitas ombak di final. Caio harus mengalahkan Juara Dunia bertahan John John Florence, dan Jordy harus mendesak keluar tokoh dari Hawaii, Ezekiel Lau - tidak ada prestasi yang mudah.

Jordy akhirnya bisa membunyikan loncengnya, dan meskipun giginya harus patah dalam proses ini (mungkin ia mengayunkan lonceng itu ke dalam mulutnya ketika berdering untuk pertama kalinya, benar-benar waktu yang luar biasa), ini adalah kemenangan yang termanis dalam hidupnya.

Ini adalah tahun yang menakjubkan di kompetisi surfing terpanjang di dunia, di tahunnya yang ke-56 di seluruh dunia. Selamat Jordy Smith! Meskipun ini datang di waktu yang cukup lama, namun akhirnya bisa mengukir namamu di Bell.

Sampai jumpa tahun depan…

  • EN: EN

Scroll To Top