Item terkait

Minggu, 18 September 2016 22:23

NIAS SUKSES GELAR LOMBA SURFING DALAM ACARA FESTIVAL YA'AHOWU 2016

Ya’ahowu Open Championship International Surfing Competition menambah kemeriahan festival Ya'ahowu 2016..

Pada tanggal 11 hingga 19 September, di Nias berlangsung perhelatan festival budaya dan pesta yang bernama Ya'ahowu. Acara utama pesta Ya'ahowu digelar pada tanggal 17 hingga 19 September, Sebelum itu yakni pada tanggal 11 hingga 15 September digelar acara perlombaan surfing yang diperuntukkan bagi siapapun baik lokal maupun orang asing. Seperti kita semua tahu bahwa Nias merupakan salah satu daerah yang memiliki ombak terbaik di Indonesia bahkan di dunia. Hampir semua surfer dari mancanegara mengetahui dan tentunya berantusias untuk bertandang ke daerah ini. Maka dari itu, pemerintah setempat, bupati dan masyarakat Nias menggelar kontes surfing pada acara pesta Ya'ahowu tahun ini. Kontes yang dinamakan Ya’ahowu Open Championship International Surfing Competition ini berlangsung seru dan menambah datangnya pengunjung yang berimbas menjadi bertambah meriahnya acara festival Ya'ahowu.

Pemenang kompetisi surfing  - 1º - Justin Buulolo, 2º Rahel Wau, 3º Alex Buulolo, 4º-Anton Dakhi

Selain kompetisi surfing, ada juga lomba tradisional yakni "Hombo batu" atau batu jumping. Dalam acara pesta Ya'ahowu juga diisi dengan upacara adat Nias, atraksi budaya lokal Kepulauan Nias, atraksi tari perang, atraksi lompat batu, kuliner dan pameran kerajinan Kepulauan Nias. Malam puncak penutupan festival budaya yang dimeriahkan oleh artis nasional dan lokal, serta pelepasan 1.000 lampion ke udara.

Festival Ya'ahowu digelar dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Nias, sekaligus mendukung program Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia mewujudkan target tahun ini yaitu 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air dan diikutsertakan surfing dalam salah satu acara pada festival ini berdasarkan pengamatan pemerintah setempat yang menyadari bahwa surfing merupakan salah satu sektor utama bagi wisatawan lokal maupun asing datang ke Nias.

Saat ini Nias memiliki potensi wisata alam, budaya, dan buatan manusia. Objek wisata tersebut antara lain lokasi surfing berkelas internasional, panorama bahari dengan pantai berpasir putih, serta berbagai atraksi unik, seperti lompat batu di Desa Bawomataluo, Nias Selatan. Sayangnya potensi ini masih belum dikembangkan maksimal. Hal itu tampak dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara yang masih kurang dari 25.000 per tahun. Selain itu, kontribusi sektor pariwisata Nias terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) daerah pun masih rendah.

 

  • Foto kredit: Tony Edmonds
  • EN: EN

Scroll To Top