Item terkait

Selasa, 22 Desember 2015 00:00

Kontroversi pro dan kontra pembangunan pelabuhan regional di Karang Pamulang

Setuju tidak setuju, pembangunan pelabuhan regional ini akan terus berlanjut..

Suasana kontroversial masih menyelimuti Pelabuhan Ratu tepatnya di Pantai Karang Pamulang. Pembangunan pelabuhan regional di pantai ini yang disebut sebut bermodalkan 296 milyar ini masih menyisakan kesedihan bagi sejumlah warga dan peselancar. Mengapa tidak, disamping pantai ini sebagai area teramai yang hampir setiap harinya dikunjungi warga sekitar Pelabuhan Ratu, pantai ini juga sebagai sumber mata pencaharian bagi sejumlah orang seperti para pedagang kaki lima dan nelayan yang biasanya melabuhkan perahunya di pantai ini usai berburu ikan.

Tidak hanya kesedihan yang melanda warga sekitar, tetapi juga peselancar lokal yang tinggal di sekitar area ini. Pantai Karang Pamulang biasa dijadikan spot utama para peselancar karena memiliki ombak yang sangat sempurna. Sempat beberapa hari lalu mereka semua bersatu dengan warga sekitar melakukan aksi demo atas pembangunan ini, akan tetapi tidak ada gubrisan dari pemerintah.

Tim Pemburu Ombak sempat berkunjung ke pantai Karang Pamulang untuk meninjau suasana pelik yang sedang terjadi. Kami menemui beberapa orang dan bertanya apa komentar mereka tentang pembangunan ini. Semua tidak setuju dengan pembangunan pelabuhan regional ini. "Sangat disayangkan jika Pantai ini dirubah menjadi pelabuhan, Di pantai ini saya biasa mangkal dan menjajakkan jualan saya. pantai setiap hari rame terutama pada sore hari.Jika pantai ini digusur, saya harus mencari lagi tempat untuk saya berjualan"ungkap seorang pedagang susu gelas yang tidak ingin kami sebutkan namanya.

Saat kami berada disana, tampak pembangunan tengah berjalan dengan banyaknya mesin besar dan bahan bangunan yang siap untuk merubah pantai karang pamulang. Kami semakin sedih ketika melihat tawa canda anak anak yang berlarian di pantai, semangat para pedagang dan ramainya pantai dengan peselancar yang haus ombak. Dalam beberapa saat pemandangan ini akan hilang terganti dengan pelabuhan regional.

Satu yang mendelik kami, kami sempat melihat sebuah poster bertuliskan bahwa warga sekitar mendukung pembangunan regional ini. Namun saat kami turun ke lokasi dan bertanya kepada setiap orang yang berada di sana, mereka semua tidak setuju akan pembangunan ini. Mungkinkah ada permainan dari beberapa sosok warga yang berhubungan dengan uang hingga pembangunan ini bisa berlanjut?

 

Scroll To Top