Item terkait

Selasa, 24 September 2019 02:57

RIP CURL GIRLS GO SURFING 2019 BERKUNJUNG KE WISATA HUTAN MANGROVE

Dimulai dari pukul 7 pagi, lebih dari 30 anak perempuan dari Bali dan juga Nadine Chandrawinata

Acara Rip Curl Girls Go Surfing 2019 di bawah naungan Rip Curl Planet telah selesai dilaksanakan pada hari Sabtu lalu, tanggal 21 September 2019

Dimulai dari pukul 7 pagi, lebih dari 30 anak perempuan dari Bali dan juga Nadine Chandrawinata serta Westny Dj bergabung bersama #MangroveMobBali untuk membersihkan hutan bakau kita yang indah di Wisata Hutan Mangrove dan juga menanam terumbu karang dan belajar surfing bersama di Rip Curl School of Surf, Sanur.

Kami berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 276 kg dan hanya  8 kg saja yang bisa di daur ulang.  Sampah-sampah ini merusak hutan bakau kita. Kami bekerja sama dengan Plastic Bank, Ocean Gardener, Sea Tress dan juga Sea Soldiers ikut membantu memberikan himbauan kepada anak perempuan di Bali tentang polusi sampah plastik. Bagaimana plastik menghancurkan tanaman bakau dan terumbu karang kita.

Kami menyadari bahwa polusi plastik adalah masalah yang nyata di Bali. Untuk itu, kami mengundang Nadine Chandrawinata dan juga Westny Dj untuk memberikan suara lebih untuk acara ini dan mendorong para perempuan muda Bali ini untuk mengikuti jejak mereka untuk bertarung melawan plastik. Kami ingin membantu menyelesaikan masalah ini dan berkolaborasi dengan orang-orang yang benar-benar peduli dengan keterlibatan lingkungan.

Rip Curl Planet sendiri adalah cara bagaimana kita memberi kembali ke alam. Bagaimana kita berterima kasih atas lautan yang sangat indah untuk kita semua berselancar dan  mengubahnya menjadi momentum untuk membantu menjaga lautan ini agar tetap sehat dan bersih untuk tahun-tahun yang akan datang.

Hutan bakau, padang lamun, dan juga terumbu karang merupakan sebuah ekosistem yang bekerja sama satu sama lain. Pohon-pohon ini akan membantu menangkap endapan dan polutan yang seharusnya mengalir ke laut. Rumput lamun memberikan penghalang lebih lanjut agar lumpur tidak menutup terumbu karang. Sebagai imbalannya, terumbu karang akan melindungi padang lamun dan juga hutan bakau dari gelombang laut yang kuat. Tanpa tanaman bakau ini, ekosistem yang sangat produktif akan runtuh.

“Itu adalah hari yang luar biasa dimana kita bisa membuat para perempuan muda di Bali ini menghadiri acara Girls Go Surfing. Saya sangat senang bahwa kami dapat mendukung begitu banyak proyek yang peduli dengan lingkungan dan bisa membawa acara Girls Go Surfing Day ini untuk ikut membantu mendidik, membawa kesadaran kepada semua peserta dan orang lain melalui media sosial tentang apa arti sebenarnya menjadi seorang surfer;  yaitu menghormati lautan,” kata Jonathan Morisson Deaker dari Rip Curl School of Surf. "Selamat kepada Rip Curl dan semua tim yang terlibat dalam acara ini," tambahnya.

James Hendy selaku Presiden Direktur Rip Curl Indonesia mengatakan, "Sebagai surfer, kita semua bertanggung jawab untuk menjaga lautan. Acara Girls Go Surfing tidak hanya memberikan kesempatan yang sempurna bagi para perempuan muda untuk berselancar dan menikmati lautan, tetapi juga merupakan satu wadah untuk memberikan pengetahuan dan pengaruh kepada orang lain tentang ancaman polusi dan bagaimana pentingnya melindungi ekosistem laut kita yang paling penting, yaitu hutan Bakau dan terumbu karang."

Di Rip Curl sendiri, kami memiliki tekad yang kuat untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dan mendorong semua kru kami untuk ikut berpartisipasi dalam mencapai ini.

Jika Anda ingin berpartisipasi secara rutin dalam menjaga lingkungan alam di Bali, silakan ikuti akun mitra kami antara lain adalah Plastic Bank (@plasticbank), Balian Water (@balianwater), Ocean Gardener  (@ocean_gardener), Sea Trees (@sea.trees) dan juga Sea Soldiers (@seasoldier_).


"Rip Curl Planet. We Surf. We Care."

  • EN: EN
Scroll To Top