Item terkait

Minggu, 17 Maret 2019 17:36

KEGIGIHAN GRETA THUNDBERG REMAJA SWEDIA SANG AKTIVIS IKLIM

Berhasil menginspirasi ribuan pelajar di seluruh dunia untuk berhenti sekolah untuk perubahan iklim..

Greta Thundberg adalah seorang remaja kritis asal Swedia yang sedang gencar menyuarakan pendapatnya terhadap perubahan iklim di bumi yang semakin tak menentu dan menakutkan. Namun, hal tersebut tidak pernah menjadi topik utama dalam berita-berita ataupun media massa di seluruh dunia. Padahal kita semua tahu bahwa perubahan iklim adalah masalah utama yang saat ini mencekam bumi kita. Malah media lebih sibuk mengurusi urusan politik, ekonomi, dan hal lainnya, padahal perubahan iklim yang semakin kian ekstrim dapat kapan saja merenggut kebahagiaan anak cucu kita nanti.

Miris dengan itu semua, Greta tak ingin tinggal diam. Enam bulan lalu tidak ada yang kenal Thunberg, ketika gadis berusia 15 tahun ini berkemping di luar gedung parlemen Swedia dengan papan bertuliskan tangan: "MOGOK SEKOLAH DEMI IKLIM”

Sejak saat itu sosoknya mendunia, memukau banyak anak muda yang kecewa pada orang dewasa atas lambannya penanganan perubahan iklim.

Hari Jumat kemarin (15/3), ribuan murid sekolah berdemonstrasi di lebih dari 100 negara. Para aktivis melihat aksi ini sebagai momen bersejarah yang lahir dari akar rumput untuk menekan para pimpinan dunia berbuat lebih banyak bagi lingkungan.

Setelah aksinya yang menginspirasi banyak pelajar di seluruh dunia ini, menjadikan gadis berusia 16 tahun ini masuk dalam daftar calon peraih Nobel perdamaian yang direkomendasikan oleh parlemen. Ia difavoritkan sebagai peraih Nobel, dan jika terpilih, ia menjadi peraih Nobel termuda sepanjang sejarah setelah  Malala Yousafzai, aktivis asal Pakistan, yang mendapatkan Nobel saat usianya 17 tahun.

“Kami menominasikan Greta karena ancaman iklim bisa menjadi penyebab utama konflik dan perang.” ujar anggota Parlemen Norwegia, Freddy Andre Oevstegaard pada tabloid lokal VG.

“Gerakan yang diusung Greta memberikan kontribusi besar pada upaya perdamaian dunia," kata Freddy, yang bersama dua temannya mencalonkan Thunberg.

Setelah aksi awal kemping dan menarik perhatian media besar ketika ia bolos sekolah dan duduk di tangga gedung parlemen Swedia selama tiga minggu menuntut pemerintah berbuat lebih banyak untuk mengatasi perubahan iklim. Greta melanjutkan aksinya Pada September. Kali ini ia melakukannya setiap hari Jumat, menurut situs web FridaysForFuture.

Thunberg pada Januari 2019 sempat mengungkapkan bahaya perubahan iklim kepada para pemimpin dunia yang berkumpul untuk Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

"Saya di sini untuk mengatakan rumah kita terbakar," katanya. "Saya tidak menginginkan harapanmu. ... Saya ingin Anda panik. Saya ingin Anda merasakan ketakutan yang saya rasakan setiap hari. Dan kemudian saya ingin Anda bertindak. Saya ingin Anda bertindak seolah-olah Anda akan berada dalam krisis. "

Greta, juga sukses menggalang aksi bersama pemuda di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam mogok sekolah sedunia pada 15 Maret 2019. Ini adalah bagian dari upaya membangun kesadaran pada dunia dan memberikan penekanan bahwa suara pemuda adalah aspirasi dunia.

Upayanya tidak sia-sia. Ribuan siswa di 120 negara terlibat aksi  Global School Strike ini. Thunberg sendiri memimpin aksi di depan gedung parlemen Swedia di Stockholm.

 

  • EN: EN

Scroll To Top