Item terkait

Sabtu, 16 Maret 2019 02:33

PERBINCANGAN BERSAMA DYLAN AMAR SALAH SATU TIM PELATIH BALI ELITE SURFING COACH

BESC bisa menjadi landasan para surfer-surfer bertalenta untuk lebih berkembang dan siap menghadapi tantangan.

Kali ini kami mendapatkan kesempatan untuk dapat berbincang-bincang dengan salah satu pelatih tim Nasional Indonesia yang bersaing di ISA 2018 kemarin yaitu Dylan Amar. Beliau kini semakin mendalami bidang pelatihan surfing untuk para bibit-bibit surfer Indonesia melalui BESC alias Bali Elite Surfing Coaching. Penasaran bagaimana ia memulai BESC dan apa sebenarnya tujuan utama dari pria ini, langsung saja simak perbincangan kami dibawah ini.

1. dapatkah Anda memberi tahu kami bagaimana pembinaan BESC dimulai?

Sebenarnya tahun lalu Selama pertandingan dunia ISA 2018 di Jepang saya dan teman-teman keluar dengan nama Bali_elite_surfing_coach ini, dan adalah impian saya untuk membantu anak-anak mencapai tujuan mereka menjadi Pro Surfer. Dengan pengalaman saya kurang lebih selama 20 tahun di industri selancar (9 tahun pembalap tim Quiksilver + 2 Tahun rider Reef & Manajer Tim di Rip Curl selama 7 Tahun) dan saya mulai karena saya melihat bahwa di Indonesia ada begitu banyak talenta yang baik tetapi mereka tidak pernah dapatkan program yang tepat.

2. kapan dan mengapa itu dimulai?

kami baru mulai bulan lalu, kelas pertama adalah 1 Februari 2019.

 

 

 " Kami akan memiliki Surf Coach Soon lainnya,

dari Indonesia Pro Surfers."

 

 

 

 

3. Apa tujuan utamanya?

Tujuan utama adalah untuk membantu peselancar meningkatkan surfing mereka melalui pelatihan khusus berselancar yang mengkhususkan diri dalam dasar-dasar teknik dan kompetisi (ISA Menilai Aturan / Peraturan & Strategi heat, pelatihan simulasi heat)
-Kami juga menggunakan Analisis Video teknologi terbaru untuk membantu mereka meningkatkan teknik surfing mereka.
-Kekuatan Dan Pengkondisian

4. siapa pelatihnya?

Tim: Pelatih Selancar: Dylan Amar (Saya Sendiri)
                      Pelatih Fisik: Nadi Watta
                      Filmer & Editor: Kaleb Sukadis & Andy Perdana

 Kami akan memiliki Surf Coach Soon lainnya, dari Indonesia Pro Surfers.

 

5. berapa banyak surfer yang Anda miliki sekarang?

Kami memiliki Total 22 Surfers (7 perempuan dan 15 laki-laki. Yang termuda 6 tahun yang tertua 17 tahun. Untuk setiap sesi kami hanya melakukan 4 hingga 6 anak maksimal untuk memastikan kualitas pelatihan. Segera kami akan bekerja dengan boardrider di bali untuk membuat Kelas Pelatihan satu hari dengan masing-masing anggota dewan di bawah PSOI (Federasi Selancar Indonesia).

 

6. Dibandingkan dengan australia dan brasil atau usa, bagaimana Anda mempertimbangkan tingkat ombak di Indonesia?

Anak-anak Indonesia benar-benar bagus dalam kualitas gelombang yang baik, tetapi ketika mereka bepergian ke negara lain untuk kontes WSL QS dengan gelombang buruk, pakaian selam, iombak kecil mereka tidak terbiasa dengannya. Saya percaya dengan pelatihan yang baik mereka akan berada di level yang sama.

7. Siapa surfer terbaik di indonesia saat ini?

Tergantung di mana Anda mencoba melihatnya pada kontes atau free surfing, tetapi jika dalam kontes Indonesia terbaik saat ini, Oney Anwar, Rio Waida, Ketut Agus semua ada di atas Seeded QS 6.000 dan Qs 10.000 acara tahun ini dan untuk Wanita Kailani Johnson, Pua Johnson, Taina Izquierdo, Cinta Hansel ..

 

8. Kalian juga mengelola image surfer atau hanya keterampilan dan trik surfing? Sebagai influencer yang potensial, peselancar harus mempertahankan citra dan mengembalikan kepada sponsornya. apa menurut Anda para peselancar Indonesia juga penting meningkatkan dalam "menjual" gambar mereka? 

Itulah rencananya Di masa depan, kita akan mencoba membangun citra atlet kita. jadi di masa depan mereka akan mendapat perhatian lebih dari orang Indonesia, bukan Surfing Sponsorship, dan mungkin juga Pemerintah Daerah mereka.

  • EN: EN
Scroll To Top