Item terkait

Kamis, 06 Desember 2018 16:02

PUTING BELIUNG DAHSYAT MENERPA BOGOR MEMAKAN KORBA JIWA

Angin puting beliung menerpa Bogor Selatan, Jawa Barat, Kamis sore dan mengakibatkan seorang pengendara mobil meninggal dunia setelah tertimpa pohon yang tumbang.

Selain itu akibat angin kencang ini, beberapa rumah warga juga rusak dan hancur. Genteng-genteng berterbangan dan tembokpun roboh. Stasiun Batutulis Bogor juga tak luput dari lahapan angin kencang tadi sore.

BMKG Stasiun Klimatologi Bogor telah menjelaskan angin kencang yang melandar wilayah Bogor Selatan karena aktivitas awan Kumulonimbus (CB) yang cukup matang di atas wilayah tersebut. Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra menyebutkan, kecepatan angin yang melanda wilayah Batu Tulis dan sekitarnya di Kecamatan Bogor Selatan sekitar 30 knot (50 km per jam) dalam satu hembusan.

"Sapuan angin mencapai 100 meter hingga satu kilometer mengikuti arah angin," kata Hadi.

Menurutnya, angin kencang ini terjadi karena bentukan awan CB yang cukup matang di wilayah Bogor Selatan. Situasi ini berpotensi terjadi selama puncak musim hujan yang berlangsung di wilayah Bogor hingga akhir Februari 2019. Selain angin kencang, hujan disertai petir dan kilat juga melanda wilayah Kota Bogor. Hujan ini berlangsung selama kurang lebih satu jam lamanya.

Untuk itu, lanjutnya, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan ekstrim yang masih berpotensi terjadi, dengan melihat tanda-tanda seperti diawali dengan petir.

 

  • EN: EN

Scroll To Top