The Crew - Pic by Dylan Amartha The Crew - Pic by Dylan Amartha

Item terkait

Jumat, 30 November 2018 07:46

SUNGAI BONO DI MATA SALAH SATU SURFER TERBAIK INDONESIA DEDE SURYANA

Dede bercerita pengalamannya menunggangi ombak Bono yang fenomenal.

Jika kalian penasaran dengan fenomena surfing di sungai Kampar, Bono. Maka 1 hal yang wajib kalian kantongi adalah pengetahuan yang tepat tentang sungai tersebut. Karena percayalah kita tidak bisa seenaknya datang kesana dan masuk kedalam air tanpa tahu seluk beluk sungai ajaib ini.

Kali ini salah satu surfer terbaik Indonesia bernama Dede Suryana dengan ramah menggambarkan dan menceritakan pengalamannya berselancar di ombak Bono yang ia lakukan pada akhir pekan kemarin.

Nah, kalau begitu langsung saja kita simak perbincangan Pemburu Ombak dengan Dede Suryana dibawah ini.

 

Pemburu Ombak : Dede, katakan pada kami bagaimana pengalaman surfingmu pada akhir pekan lalu di Bono yang kami tahu ada festival Bekudo Bono yang mempromosikan Bono. Menurut kamu apakah Bono salah satu tempat turistik yang menarik? Apakah ada potensi yang tinggi untuk Bono didatangi oleh surfer-surfer?

Dede : Ya, benar ada Festival tahunan Bekudo Bono. Yang mana memang tujuannya adalah memperkenalkan sungai Kampar (Bono) sebagai salah satu objek wisata surfing yang menarik. Tapi saya kira, perlu adanya promosi yang lebih baik lagi agar Bono bisa benar-benar menjadi tujuan penting bagi para surfer dunia. Tidak banyak ombak memecah di sungai selama 2 jam dan itu sangat istimewa hanya satu gelombang sehari.

 

Pemburu Ombak : Bisakah kamu gambarkan fenomena yang terjadi di Sungai Bono?

Dede : Berselancar disana bisa dikatakan sebagai berselancar terpanjang atau terlama dalam 1 ombak yang pernah ada. Ini perjalanan panjang. Anda hanya memiliki dua jam untuk mengejar gelombang di bawah muara sungai hingga ke pedalaman. Anda bisa memiliki gelombang terlama dalam hidup Anda

 

Pemburu Ombak : Apakah ombaknya seperti ombak lautan, maksud saya orang bisa naik dengan papan normal yang sama yang biasa dipakai di laut dan bersenang-senang?

Dede : Berbeda dengan gelombang laut. Di sini Anda berselancar di atas air tawar, arus yang lebih sedikit dari laut. Perlu lebih banyak volume untuk menjelajahi ombak ini. Saya masih menggunakan papan yang sama karena saya mendapat panggilan menit terakhir untuk datang ke Sungai Kampar. itu membawa saya lebih banyak energi untuk menjelajahi gelombang ini.

 

Pemburu Ombak :  Berapa banyak gelombang yang dapat terjadi di Sungai Bono dalam satu hari bulan purnama? Ada ombak sepanjang hari?

Dede : Tidak. Hanya satu gelombang sehari dan satu gelombang di tengah malam. Itu datang dengan gelombang yang datang tinggi

 

Pemburu Ombak : kami mendengar ada gelombang yang bisa ditunggangi selama lebih dari 15 menit, bagaimana bisa? Bagaimana gelombang terpanjangmu di akhir pekan terakhir ini?

Dede :Ya, bisa saja terjadi. Tapi jika anda memang berniat riding sepanjang mungkin. Tapi saya hanya naik puncak terbaik. Yang terpanjang saya miliki adalah 10 menit

 

Pemburu Ombak : Bagaimana dengan biaya yang dapat dihabiskan dalam satu hari berselancar di Bono? Butuh perahu kan?

Dede : Ya. Untuk berselancar di Bono butuh perahu dan kapten yang baik. Eddie Bono adalah kapten terbaik saya di Kampar

 

Pemburu Ombak : Apakah akomodasi disana terbilang layak?

Dede : Akomodasi tersedia. Rumah kayu dari penduduk lokal untuk info lebih lanjut bisa tanya Eddie Bono

 

Pemburu Ombak :Bono bisa untuk semua level selancar? Mengapa?

Dede : Ya. Bisa berselancar untuk semua level. Tersedia tempat untuk semua level sepanjang sungai. Hanya harus tahu tempat itu.

 

Pemburu Ombak : Apakah ada buaya di Bono? Atau itu hanya mitos?

Dede : Ya, mereka ada. Saya lihat satu sedang dipinggir sungai dan langsung masuk ke air. Tapi hingga saat ini belum ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Semoga tidak ada apa-apa terjadi.

 

Pemburu Ombak : Pesan untuk para pembaca Pemburu Ombak yang akan ke Bono

Dede : surfer harus mendengarkan perintah sang kapten. Keselamatan terlebih dahulu dan hormati sungai dan alam

  • EN: EN
Scroll To Top