Item terkait

Selasa, 23 Oktober 2018 09:15

RYUKI WAIDA MENJUARAI RIP CURL GROMSEARCH 2018 DAN MENDAPATKAN TIKET KE FINAL INTERNASIONAL

Ratusan peselancar muda dari Bali, Jawa, Sumbawa, Malaysia, Australia dan Amerika berkumpul di Halfway Kuta Beach Bali pada akhir pekan lalu, tanggal 20-21 Oktober 2018 di acara Rip Curl GromSearch ke-15.

 

Para surfer terbaik di Indonesia ini bersaing dengan suasana yang menyenangkan, aman dan juga bersahabat dan menunjukkan keterampilan surfing mereka melawan peserta lainnya di pertandingan yang panas dan seru dari semua divisi, yaitu divisi Under 16, Under 14 dan under 12 dengan penambahan divisi Super Groms (di bawah 10 tahun). 

 

Ryuki Waida (16, Bali) dan Summer Simon (16, Australia) tampil sebagai pemenang pada akhir acara dengan penampilan yang menakjubkan dari semua peserta. Pantai Kuta yang indah dan menawarkan gelombang ombak yang konsisten bagi semua peserta dengan ketinggian ombak setinggi 3 hingga 4 kaki dengan ombak di sebelah kiri dan kanan. Pantai Kuta sendiri telah menjadi jantung dari olahraga surfing di Indonesia selama lebih dari 2 generasi dan bisa dibilang tetap menjadi sarang terbesar dari para surfer berbakat di seluruh pulau. 

 

Waida yang tampil memukau selama akhir pekan kemarin menyimpan nilai terbaiknya di saat-saat terakhir dan berhasil mencetak angka 16.83 yang mengesankan di divisi Under 16 melawan kawan baiknya Bronson Meidi, Made Joy, dan Tenshi Ishii yang juga tampil tidak kalah memukau. Surfer lokal asal Padma, Made joy membuat kepala para juri terus mengarah kepadanya dan unggul di awal final. Namun Waida berhasil kembali memimpin dan mencetak dua angka terbaiknya dan menduduki peringkat pertama. Made Joy mengikuti di tempat kedua di depan Bronson Meidi yang berada di posisi ketiga dan dan Tensi Ishii berada di posisi keempat. 

 

"Saya sangat senang dapat memenangkan kompetisi ini dan mendapatkan tiket ke GromSearch International Final. Terima kasih Rip Curl, Halfway Kuta Boardriders dan semua sponsor saya," kata Waida setelah menerima piala di podium pemenang. "Untuk semua pesaing saya, jangan menyerah dan teruslah berjuang. " 

 

Di babak final divisi anak perempuan, Simon berhasil mengumpulkan performa yang dominan dan mengesankan semua orang, dia berhasil mencetak angka 14,17 di atas runner-up Lim Yu Yung (Iin) yang mengumpulkan total angka 7.00 di babak final. "Para anak perempuan Indonesia sangatlah luar biasa dan saya senang saya bisa bertanding bersama mereka dan bisa memenangkan kompetisi ini. Ini adalah hadiah ulang tahun untuk ayah saya," kata Simon. 

 

Meskipun sang runner-up Iin hanya mendapatkan angka 7.00, namun dia lah yang berhasil lolos mendapatkan tiket ke Final Internasional Rip Curl GromSearch pertamanya. “Saya sangat senang dan sekaligus tidak percaya bisa mendapatkan tiket ke GromSearch International Final,” kata Iin. "Untuk semua groms, tetaplah semangat dan terus berlatih!" 

 

Dengan kemenangan mereka ini, Ryuki dan Iin berhasil mendapatkan tiket untuk mewakili Indonesia di Final Internasional Rip Curl GromSearch, di mana para surfer terbaik berumur dibawah 16 tahun dari seluruh dunia akan saling berhadapan di lokasi rahasia yang akan diumumkan pada awal tahun depan. 

 

Pada babak semifinal di divisi U-14, para juri terkesan oleh keterampilan surfing yang epik dari Made Dera dan Febri Anggriawan. Mereka akhirnya harus melawan Taz Simon, dan Made Arya Sugawa. Pada akhirnya, benar bahwa Made Dera lah yang mengklaim tempat kehormatan pertama dengan total skor (13.60), disusul oleh Febri di tempat ke-2 (11.07), Taz di tempat ke-3 (8,23) dan Made Arya Sugawa mengambil posisi ke-4 dengan total nilai (4,67). 

 

Beberapa surfer muda yang tampil mengesankan di akhir pekan kemarin datang dari divisi anak laki-laki Under 12 dan divisi Under 10. Aksi surfing tingkat tinggi dibawakan oleh Westen Hirst, Teddy Bille, Surya Ratif dan Phillip Duke dari divisi anak laki-laki Under 12 yang semuanya berakhir di babak final dan menunjukkan bahwa mereka adalah generasi surfer profesional berikutnya dari Indonesia. Bocah asal Lakey Peak, Westen Hirst menunjukkan bahwa latihan yang dia lakukan di daerah asalnya, memberinya keunggulan untuk bisa bersaing dan merebut kemenangan di kategori umurnya. Dan ada juga di divisi Under 10, Kahea Isshiki, Malu'a Hugon, Anissa Rei Martin dan Jesper Glossop tak kalah tampil dengan sangat bergelora di acara ini. 

        

Di tahun 2018 ini, Rip Curl juga bekerjasama dengan DHD Surfboards untuk memberikan penghargaan untuk kategori ‘Breakthrough Performer of the Year’ untuk surfer terbaik yang belum memiliki sponsor. Hadiah spesial berupa surfboard dengan kualitas terbaik ini khusus diberikan kepada Febri Anggriawan asal Medewi, Bali yang berhasil mengalahkan beberapa nama besar dan meraih posisi ke-2 dalam kompetisi ini. Selamat untuk Febri! 

 

 

Hasil Kompetisi Rip Curl GromSearch 2018: 

 

Divisi Under 16 Boys: 

1st. Ryuki Waida (Ind) 

2nd. Made Joy (Ind) 

3rd. Bronson Meidy (Ind) 

4th. Tenshi Ishii (Ind) 

 

Divisi Under 16 Girls: 

1st. Summer Simon (Aus) 

2nd. Lim Yu Yung/Iin (Ind) 

3rd. Kayla Tani Martin (USA) 

4th. Ketut Tia (Bali) 

 

Divisi Under 14: 

1st. Made Dera (Ind) 

2nd. Febri Anggriawan (Ind) 

3rd. Taz Simon (Aus) 

4th. Made Arya Sugawa Nesa (Ind) 

 

Divisi Under 12: 

1st. Western Hirst (Ind) 

2nd. Teddy Bille (Ind) 

3rd. Surya Ratif (Ind) 

4th. Philip Duke (Ind) 

 

Divisi Under 10: 

1st. Kahea Isshiki (Ind) 

2nd. Malu’a Hugon (Tahiti) 

3rd. Anissa Rei Martin (China) 

4th. Jesper Glossop (Ind)

  • EN: EN

Scroll To Top