Item terkait

Minggu, 22 Mei 2016 23:49

Sinabung kembali meluncurkan amarah awan panasnya

Akibat bencana ini, 3 orang tewas..

Kabar duka datang dari bumi Sumatra Utara. Pasalnya gunung aktif yang dimiliki di daerah ini yakni Gunung Sinabung kembali meletus dan memuntahkan awan panasnya. Tidak hanya meresahkan warga dan membuat ketakutan, ternyata bencana letusan serta muntahan awan panas dari gunung ini juga menelan 3 korban jiwa. Gunung Sinabung di Sumatera Utara ini meletus pada Sabtu (21/5), pukul 16.48 WIB.

Akibat bencana ini menurut data sementara BPBD Kabupaten Karo, tujuh orang terkena awan panas, tiga meninggal dunia dan empat luka-luka dalam kondisi kritis. Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi korban ke rumah sakit. Beberapa rumah penduduk di sekitar gunung terbakar akibat terlanda awan panas. Namu tim SAR masih akan terus melanjutkan pencarian korban lain tergantung kondisi aktivitas erupsi Gunung Sinabung.

Aktivitas Gunung Sinabung kini masih tinggi. Pada hari Sabtu, terjadi awan panas guguran yang terjadi secara menerus pada pukul 14.28 WIB, 15.08 WIB, 16.39 WIB dan 16.48 WIB. Awan panas guguran mencapai 4,5 kilometer yang menjangkau Sungai Lao Borus ke arah barat. Tinggi kolom abu vulkanik mencapai tiga ribu meter dan status gunung adalah awas. Potensi letusan masih tetap tinggi dan dapat terjadi kapan saja. Masyarakat kini juga sudah dievakuasi ke lokasi yang aman. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Sinabung juga diperintahkan agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

 

Berikut sedikit ulasan tentang gunung Sinabung..

Gunung Sinabung adalah gunung api di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia yang merupakan gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter. Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, tetapi mendadak aktif kembali dengan meletus pada tahun 2010 dan memakan 1 korban jiwa. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga kini dan terakhir pada Sabtu lalu 21 - 22 Mai 2016.

 

Mari berdoa untuk Gunung Sinabung semoga tidak ada lagi bencana dan korban jiwa..

 

 

 

Scroll To Top