Item terkait

Minggu, 26 April 2020 16:49

BEBERAPA NEGARA TELAH KEMBALI MEMBUKA PANTAI UNTUK SURF, SEDANGKAN BALI MASIH TUTUP RAPAT

Lalu, kira-kira kapan Pantai Bali kembali dibuka?

 

Outbreak Covid 19 menggemparkan dunia. Pandemi ini merupakan musuh hampir seluruh negara di dunia. Beragam kebijakan pun diberlakukan untuk memerangi virus yang menelan korban jiwa lebih dari 150.000 ini. Kebijakan dari mulai menutup tempat keramaian seperti mall, cafe, sekolah, kantor dan bahkan pantai juga tak luput dari agenda penutupan untuk mengurangi persentase kasus. Penerapan karantina hingga Lockdown juga dilakukan oleh berbagai negara untuk menghentikan penularan virus ini.

Penutupan pantai tentunya mengundang kesedihan dan tanya di benak para surfer di dunia. Pasalnya hampir tiap negara memberlakukan pelarangan untuk melakukan olahraga surfing. Bahkan ada satu negara yang mengizinkan untuk lari di pantai atau membawa hewan peliharaan jalan-jalan namun izin tidak berlaku untuk surfing.

Padahal jika kita lihat, kemungkinan surfer berdekatan di line up sangatlah kecil. Para surfer biasanya ingin menjauh satu sama lain ketika mereka berada di line up.

Di Indonesia sendiri larangan untuk surfing terjadi di Bali dimana merupakan salah satu spot surfing terbaik di Indonesia. Pantai-pantai di Bali hingga kini benar-benar ditutup. Aktivitas selain memancing tidak boleh dilakukan di pantai-pantai Bali saat ini.

Beberapa negara masih menutup pantai, namun ada beberapa negara yang telah memiliki insting untuk membuka kembali pantai dan perizinan untuk surfing. Hal ini dilandasi karena surfing merupakan olahraga yang mengacu pada social distancing dan terbukti membuat para pelaku surfing biasanya mengalami stress yang lebih rendah.

Sebut saja  Brazil dan Australia. 2 negara penghasil surfer terbaik ini malah telah memberikan akses untuk surfer berselancar. Padahal 2 negara in juga memiliki kasus Covid yang tinggi terlebih lagi Brazil. Lalu 2 negara ini masih memberikan akses untuk aktivitas surfing.

"Ini adalah alternatif, sementara kita tidak dapat menemukan cara untuk membebaskan gym karena kerumunan orang, karena pertukaran cairan, keringat dll ...","Sementara itu, berlari di pantai, berenang di laut, di sungai, berlatih berselancar, mengayuh pedal, singkatnya, itu adalah cara tidak hanya untuk menjaga tubuh kita tetap sehat tetapi juga pikiran kita", kata Caio Matheus walikota salah satu daerah di Brazil,

Kembali ke salah satu spot surfing kebanggan negara kita yaitu Bali. Mengapa hingga saat ini Bali masih melakukan pelarangan surfing yang jelas-jelas jauh dari kemungkinan berdekatan antara surfer dengan satu sama lain?

Yang lebih membingungkan adalah mengapa pantai ditutup dan surfing dilarang. Sedangkan restoran, tempat GYM, maupun caffe masih diizinkan beroperasi. Padahal kesempatan transfer virus bakalan lebih banyak jika di ruangan tertutup tempat terbuka yang sempit. Ini jelas miris.

Sedangkan di Pantai, para surfer datang hanya untuk berselancar, yang jelas-jelas bertujuan menyehatkan badan dan pikiran. Bukankah virus juga tidak masuk jika badan atau imun kita kuat dan pikiran yang sehat turut membantu mempertahankan imun tubuh.

Lalu, kira-kira kapan Bali akan kembali mengizinkan kita berselancar?


 

 


 


 

 

 

  • EN: EN
Scroll To Top