Item terkait

Sabtu, 15 April 2017 21:11

SURFER TERBAIK DUNIA SEHARIAN MEMBORBARDIR DI RIP CURL PRO BELLS BEACH

Rip Curl Pro Bells Beach, perhentian ketiga dari Tur Kejuaraan World Surf League (WSL), menjadi saksi aksi panas hari ini yang ditutup dengan selesainya putaran pertama pria dan putaran keempat wanita.



Putaran pertama pria digebrak dengan lima pertandingan pertama di Bells Beach dengan kondisi ombak 3-4 kaki (1-1,5 m). Panitia acara kemudian memutuskan untuk pindah ke Winkipop karena ombak yang datang memberikan kondisi yang lebih memadai di pantai. Winkipop, ombak cepat dan cekung yang dihasilkan oleh hamparan karang di timur Bells dengan baik, menyajikan beberapa kondisi yang luar biasa di sisa pertandingan putaran pertama dan tambahan pertandingan untuk eliminasi wanita putaran 4.

Pemegang juara WSL John John Florence (HAW) berkobar di putaran pertamanya melawan Jeremy Flores (FRA) dan mantan pesaing CT Glyndyn Ringrose (AUS). Florence memberi pertunjukan di Winkipop dengan angka menakjubkan yaitu di 8,17 (dari total angka 10) dan mendekati angka sempurna di 9,03. Flores terlambat menemukan ritmenya dalam pertandingan dan tidak dapat menghasilkan skor yang dibutuhkan. Sejak event CT pertamanya tahun 2001, pemenang uji coba Ringrose terus sibuk dengan delapan kali usahanya, tapi itu tidaklah cukup untuk menghindari eliminasi di putaran 2.

“Disini benar-benar menyenangkan jadi kami bersemangat untuk bertanding,” kata Florence. “Saya pikir saya sedikit terlalu bersemangat ketika saya butuh angka 5.13 dan saya lakukan itu. Mungkin itu bukanlah hal yg pintar, tapi itu sangat menyenangkan. Saya berusaha dan saya tidak akan merubahnya. Terkadang Anda hanya bias merasakannya dan berusaha untuk itu. Saya bersemangat untuk melanjutkan ke babak berikutnya.”

Kelly Slater (AS), 11-kali juara WSL dan empat kali juara event, tidak membuang waktunya untuk mendapatkan poin saat ia mendapat angka sangat baik yaitu 8.50 di awal pertandingan ke 8. Slater tetap pada kekuatan surfingnya agar mendapatkan skor cadangan 6,10 untuk mengamankan kemenangan atas Josh Kerr (AUS) dan CT Rookie 2017 Ian Gouveia (BRA). Slater akan lompat ke putaran 3 di mana ia akan berjuang untuk meningkatkan peringkat 11 nya di Jeep leaderboard.

“Itu adalah cara yang baik untuk memulai,” kata Slater. “Ian [Gouveia] mencoba untuk mengambil puncak tertinggi dan Josh [Kerr] bermain jauh untuk berjaga-jaga jika nanti serangakaian ombak datang, dan saya berada di tengah mereka. Saya punya ombak kecil di sana dan saya tahu jika saya berada di tempat yang tepat. Saya punya beberapa peluang lain, tapi saya berusaha untuk mendapatkan sesuatu dengan prioritas kedua dan ketiga agar mendapatkan skor cadangan. Nyatanya, saya membuat beberapa kesalahan - saya jatuh di ombak terbaik saya - dan masih mendapat kemenangan, jadi banyak hal positif yg terjadi“.

Lawan Gelar Dunia 2017 Filipe Toledo (BRA) sejauh ini mendominasi pertandingan hari ini dengan skor tertinggi, mendekati angka sempurna di 19,70 (dari kemungkinan 20). Toledo meluncur ke udara untuk menunjukkan manuver dan teknik inovatifnya, mendapatkan kesempatan untuk melompat langsung ke putaran 3. Conner Coffin (USA) dan Bede Durbidge (AUS) tidak dapat lepas dari kombinasi dan akan surfing lagi di putaran 2.

“Saya benar-benar tidak tahu bahwa ombak terakhir saya di angka 10 karena saya berada begitu jauh di bawah titik,” kata Toledo. “Saya hanya terus meluncur dan aku mendengar bahwa itu adalah angka 10 dan saya terpacu. Saya sangat senang bisa melaluinya dan bisa berselancar di ombak paling sempurna. Saya tidak berpikir angka yang didapat akan begitu tinggi karena itu ombak yang kecil, tapi saya melakukan semua yang saya bisa.”

Pemegang juara bertahan Matt Wilkinson (AUS) tampak lebih baik dari penampilan akhir tahunnya di Bells Beach dengan kemenangan besar sebanyak tiga kali dari WSL Champion Mick Fanning (AUS) dan Jadson Andre (BRA) dalam pembukaan pertandingan di ronde pertama. Wilkinson mendapat start lebih awal dengan angka cadangan 6,90 dan 5.83. Fanning mengumpulan dua angka penuh sebanyak 6 poin, tapi jatuh hanya dengan kekurangan 0,33 poin untuk menang.
“Mempertahankan gelar juara itu benar-benar sulit,” kata Wilkinson. “Terutama ketika Anda bertemu Mick Fanning di putaran 1. Saya telah bekerja di sepanjang karier saya untuk meningkatkan kekuatan dan saya tidak mau melawan orang-orang seperti Mick di awal dan sekarang setelah tahun off nya, dia berada di puncak paling bawah dan saya harus berurusan dengan dia lagi. Aku terpacu untuk mendapatkan kemenangan itu. Saat itu adalah saat menunggu ombak yang benar-benar lama, tetapi ketika ombak itu dating, itu benar-benar menyenangkan. Maka dari itulah, Anda harus mengharapkan Bells. Anda hanya perlu mengelola kesabaran Anda di luar sana.”

Juara Dunia No 2 saat ini Owen Wright (AUS) memperlihatkan saraf bajanya di dalam putaran 1 berpasangan dengan CT 2017 Rookie Ezekiel Lau (HAW) dan Miguel Pupo (BRA). Wright membuntuti Pupo sampai dua menit terakhir ketika ia melaju di kumpulan ombak untuk mendapatkan skor yang ia cari, memenangkan pertandingan dengan total dua ombak di angka 14,67. Lau dan Pupo akan mendapatkan kesempatan lain di putaran 2, sementara Wright langsung bergerak melompat ke putaran 3.


“Itu adalah pertandingan yang cukup lambat karena ombak itu putus,” kata Wright. “Saya pikir kurangnya ombak dan udara dingin membantu saya karena saya hanya terus sibuk dan membuat sebagian besar peluang saya. Saya memakai surfboard baru yang tidak pernah saya gunakan sebelumnya dan rasanya sangat nyaman. Sangat menyenangkan berada disini dan melihat semua fans di pantai. Saya senang berada di Bells”.

Juara WSL 2014 Gabriel Medina (BRA) bangkit kembali dari kekecewaannya dimana dia finish di posisi 25 di Margaret River dengan memasang kombinasi yang hebat di angka 15,04. Stuart Kennedy (AUS) menempatkan  kinerja yang bagus dengan ciri khas forehand swoops, tapi itu tidak cukup untuk Medina menguasai pertandingan. Rookie CT Leonardo Fioravanti (ITA) berjuang untuk menemukan lekuknya dan akan menghadapi putaran 2.

“Saya sangat senang untuk bertanding,” kata Medina. “Ombak itu benar-benar dingin dan sangat lambat sehingga tidak mudah. Saya tahu jika saya bisa sedikit lebih keras pada beberapa putaran saya, tapi itu terus-menerus berada dibelakang pikiran saya bahwa jika saya jatuh, saya mungkin akan kehilangan kesempatan lain. Saya hanya meluncur untuk mendapatkan skor yang saya butuhkan dan itu saja. Saya langsung ke sini setelah saya kehilangan di Margaret River. Itu adalah persiapan yang baik bagi saya. Saya sering berselancar di sini dengan segala kondisi dan saya merasa percaya diri.”

Juara WSL 2015 Adriano de Souza (BRA) akan bergabung dengan rekan senegaranya Medina di putaran 3 setelah memenangkan pertarungan melawan CT Rookie 2017 Joan Duru (FRA) dan Caio Ibelli (BRA). Pemenang event 2013 akan memiliki kesempatan untuk melewati putaran 2 dalam upaya untuk meraih posisi terbaik tahun lalu ke-13.

Nat Young (AS) kecewa dengan kompetisi putaran pertamanya menang mengalahkan gelar pesaing 2017 Jordy Smith (ZAF) dan Kanoa Igarashi (USA). Young, yang berhasil masuk sebagai pengganti cedera, akan bergerak melalui ke putaran 3 untuk kedua kalinya musim ini.

Bersama dengan Fanning, juara WSL 2012 Joel Parkinson (AUS) harus melakukan pertempuran di eliminasi putaran 2 agar tetap berada dalam kompetisi. Parkinson akan menghadapi event wildcard bersama Samuel Pupo (BRA) di pertandingan ke- 2, sementara Fanning akan melawan CT Rookie 2017 Ethan Ewing (AUS) di pertandingan 8 ketika kompetisi dimulai kembali.

Pesaing gelar dunia 2017 Michel Bourez (PYF), Kolohe Andino (USA) dan Julian Wilson (AUS) mendominasi pertandingan putaran pertama mereka dan juga akan maju melalui ke putaran 3.

Setelah pertandingan putaran pertama pria selesai, acara dilanjutkan dengan eliminasi wanita putaran 4 di Winkipop untuk menentukan empat tempat akhir di perempat final dari Rip Curl Women’s Pro Bells Beach.

Penutupan dramatis hari ini, enam kali juara WSL Stephanie Gilmore (AUS) berhadapan dengan mantan juara event Silvana Lima (BRA) di dekat match-up putaran 4. Lima menaikkan pertandingan dengan dua angka penuh sebanyak 6 poin untuk menekan Gilmore. Gilmore menyerang balik dengan angka baik 8.49, namun masih diperlukan skor cadangan. Dengan waktu yang hampr habis, Gilmore menunggu sampai detik-detik terakhir pertandingan untuk mengunci skor kemenangan, yaitu 4.77. Ketenangan Gilmore di bawah tekanan terus menjadi kekuatan dimana ia memenangkan skor di saat-saat terakhir di Australia. Lima akan keluar dengan hasil di posisi 9, finish terbaiknya sejauh musim ini.

“Taktik saya akhir-akhir ini sangat mengerikan dan membuat stres,” kata Gilmore. “Jika saya terus menunggu sampai lima menit terakhir untuk mendapatkan skor saya, saya akan kehilangan semua rambut dan kuku saya pada akhir musim. Cuaca sangat mendung dan sayu disana, dan Anda tidak akan bias tahu apakah ombak akan baik – itu sangat membuat saya stress. Silvana [Lima] dan saya memiliki beberapa pertandingan disini selama bertahun-tahun jadi itu akan selalu sulit.  benar-benar baik di sini selama bertahun-tahun sehingga selalu akan sulit. Saya sedang menunggu ombak yang baik untuk seluruh pertandingan dan itu tidak pernah datang. Saya hanya perlu menangkap lebih banyak gelombang dan membangun momentum. Tampaknya cuaca akan membaik selama minggu depan jadi saya akan mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa saya bisa bertanding dengan benar.”

Nomer 1 dunia saat ini Sally Fitzgibbons (AUS) mampu bangkit kembali ke perempat final setelah terdegradasi ke putaran 4 pada Rabu, ketika ia mengalami cedera kaki. Pertukaran pembukaan melihat Tatiana Weston-Webb (HAW) menambah kontrol di angka 7.67, tapi Fitzgibbons’ sempurna di 8,93 dan berubah pertandingan. Weston Webb tidak bisa mengumpulkan 7.27 angka yang diperlukan untuk menantang Australia dan akan menuju Rio dengan posisi 9 tida kali berturut-turut.

“Itu benar-benar bagus untuk dicoba,” kata Fitzgibbons. “Ini adalah kredit untuk semua dokter dan kru WSL di sini. Mereka semua sangat membantu. Saya hanya mencoba untuk menghilangkannya dari pikiran saya dan rasanya bagus untuk mendapatkan penyembuhan. Saya berpikir jika saya bias bermain dengan bagus, dan bagaimanapun saya kalah telak, kinerja tinggi, saya bisa membuat strategi. Ini adalah pertempuran yang baik dan itu hanya tentang menguncinya. Saya pikir itu ombak terpanjang yang pernah saya tangkap di Winki. Ini adalah perasaan yang hebat untuk menang. Mudah-mudahan kaki saya sedikit lebih baik dan saya dapat melakukan pertunjukan yang baik di babak berikutnya.”

Pemegang juara Courtney Conlogue (AS) akan terus sampai ke perempat final setelah mengeluarkan favorit lokal Nikki Van Dijk (AUS) dalam pembukaan pertandingan putaran 4. Setelah melalui awal yang lambat, tekanan ada selama peserta mengambil keuntungan dari kumpulan ombak yang menggulung menjelang akhir pertandingan. Conlogue mengumpulkan dua angka sempurna di 8 point diatas 6-titik ombak Van Dijk. Van Dijk akan keluarkan di posisi 9 yang sama.

“Pertandingan itu memiliki sedikit awal yang lucu sehingga semua dimainkan di menit akhir,” kata Conlogue. “Aku harus meluncur di sepuluh menit pertandingan dimana akhirnya saya bias mengatasinya. Pada akhirnya saya harus membuat sebagian besar peluang saya dan tidak mengambil sesuatu untuk diberikan. Nikki [Van Dijk] adalah dari Victoria dan sering surfing di sini, jadi aku tahu apa pun bisa terjadi. Saya sebenarnya cukup berapi-api sehingga tidak terlalu sulit untuk pergi di akhir pertandingan setelah duduk sekitar untuk sementara. Saya hanya sangat terpicu untuk membuat pertandingan itu dan menemukan diri di perempat final.”

“Saya tidak benar-benar ingin tersingkir sebelum permpat final,” kata Van Dijk. “Itu bukanlah hasil bagi saya. Saya tidak bisa menunjukkan kemampuan saya untuk berselancar secara bijaksana. Pertandingan ini sangat lambat, tapi saya melihat beberapa ombak yang Courtney [Conlogue] punya di akhir, dan itu mengagumkan.  Itu sangat layak karena itu adalah pertandingan super keras. Dia pasti punya yang lebih baik dari saya. Sangat menyebalkan bias kalah di Bells karena saya tahu ombak ini dengan baik.”

Coco Ho (HAW) juga akan maju ke babak berikutnya setelah pengiriman Sage Erickson (USA) di pertandingan 2. Kemenangan itu menandai posisi perempat final Ho pertama di musim 2017, setelah eliminasi back-to-back di putaran 4. Erickson akan melangkah pergi dengan hasil di posisi 9, hasil pribadi terbaik di event ini setelah tidak pernah berhasil keluar dari putaran 2. Erickson akan kembali di Rio untuk meningkatkan peringkat dia di Jeep Leaderboard setelah tempat perempat final nya di Margaret River (posisi pertama sejak Roxy Pro France 2016) dan hasilnya di sini, di Victoria.

“Saya pasti memiliki cinta yang baru ditemukan untuk Winkipop perjalanan ini,” kata Ho. “Saya sudah di sini selama sepuluh hari setelah awal meninggalkan Margaret River. Saya sudah sering berselancar di sini. Hari ini sulit untuk melihat ombak karena semua satu warna. Bahkan ombak terakhir saya, saya tidak yakin tapi aku benar-benar beruntung bahwa saya harus menyelesaikannya. Semua teman-teman dan keluarga telah menonton, jadi terima kasih untuk semua dukungannya.”

Pihak penyelenggara akan berkumpul kembali pada pukul 06:45 waktu setempat untuk melihat kondisi dan melakukan panggilan berikutnya.

Surfline, perkiraan resmi untuk Rip Curl Pro Bells Beach, memberitahukan:

SW membsar baru akan ada hingga Minggu sebelum berkurang di hari  Senin karena angin ringan berlaku umumnya. Ombak solid kemungkinan akan ada di pertengahan minggu depan, memuncak di hari Rabu dan memudar di hari Kamis, meskipun angin tidak terlihat menguntungkan seperti apa yang akan kita lihat beberapa hari ke depan. Kami juga akan mengawasi kemungkinan pergerakan ombak di masa tunggu.
 
Hasil Rip Curl Pro Bells Beach Putaran 1:

Heat 1:
Matt Wilkinson (AUS) 12.73, Mick Fanning (AUS) 12.40, Jadson Andre (BRA) 11.70
Heat 2:
Owen Wright (AUS) 14.67, Miguel Pupo (BRA) 13.33, Ezekiel Lau (HAW) 9.77
Heat 3:
Gabriel Medina (BRA) 15.04, Stuart Kennedy (AUS) 12.03, Leonardo Fioravanti (ITA) 6.17
Heat 4:
Nat Young (USA) 16.66, Kanoa Igarashi (USA) 14.43, Jordy Smith (ZAF) 13.86
Heat 5:
Kolohe Andino (USA) 17.17, Jack Freestone (AUS) 11.50, Samuel Pupo (BRA) 6.20
Heat 6:
John John Florence (HAW) 17.20, Jeremy Flores (FRA) 13.87, Glyndyn Ringrose (AUS) 11.24
Heat 7:
Adriano de Souza (BRA) 16.20,  Joan Duru (FRA) 14.17, Caio Ibelli (BRA) 10.60
Heat 8:
Kelly Slater (USA) 14.60, Josh Kerr (AUS) 12.30, Ian Gouveia (BRA) 10.00
Heat 9:
Michel Bourez (PYF) 15.20, Ethan Ewing (AUS) 14.86, Connor O’Leary (AUS) 9.64
Heat 10:
Adrian Buchan (AUS) 14.74, Joel Parkinson (AUS) 12.70, Frederico Morais (PRT) 11.53
Heat 11:
Filipe Toledo (BRA) 19.70, Conner Coffin (USA) 14.40, Bede Durbidge (AUS) 13.84
Heat 12:
Julian Wilson (AUS) 16.56, Wiggolly Dantas (BRA) 14.10, Sebastian Zietz (HAW) 11.94

Hasil Rip Curl Pro Bells Beach Match-Ups Putaran 2:


Heat 1:
Jordy Smith (ZAF) vs. Glyndyn Ringrose (AUS)
Heat 2:
Joel Parkinson (AUS) vs. Samuel Pupo (BRA)
Heat 3:
Sebastian Zietz (HAW) vs. Leonardo Fioravanti (ITA)
Heat 4:
Conner Coffin (USA) vs. Ezekiel Lau (HAW)
Heat 5:
Connor O’Leary (AUS) vs. Jadson Andre (BRA)
Heat 6:
Josh Kerr (AUS) vs. Joan Duru (FRA)
Heat 7:
Caio Ibelli (BRA) vs. Ian Gouveia (BRA)
Heat 8:
Mick Fanning (AUS) vs. Ethan Ewing (AUS)
Heat 9:
Miguel Pupo (BRA) vs. Frederico Morais (PRT)
Heat 10:
Stuart Kennedy (AUS) vs. Bede Durbidge (AUS)
Heat 11:
Kanoa Igarashi (USA) vs. Wiggolly Dantas (BRA)
Heat 12:
Jack Freestone (AUS) vs. Jeremy Flores (FRA)

Rip Curl Women’s Pro Match-Up Putaran 4:


Heat 1:
Courtney Conlogue (USA) 16.70 def. Nikki Van Dijk (AUS) 13.50
Heat 2:  
Coco Ho (HAW) 15.77 def. Sage Erickson (USA) 15.46
Heat 3:
Sally Fitzgibbons (AUS) 14.93 def. Tatiana Weston-Webb (HAW) 13.37
Heat 4:
Stephanie Gilmore (AUS) 13.17 def. Silvana Lima (BRA) 12.57

Rip Curl Women’s Pro Match-Up Perempat Final:


QF 1:
Carissa Moore (HAW) vs. Courtney Conlogue (USA)
QF 2:
Tyler Wright (AUS) vs.  Coco Ho (HAW)
QF 3:
Lakey Peterson (USA) vs. Sally Fitzgibbons (AUS)
QF 4:
Johanne Defay (FRA) vs. Stephanie Gilmore (AUS)

  • EN: EN
Scroll To Top