KASUS RABIES MASIH MENGHANTUI BALI PICT BY : Vetary

Item terkait

Selasa, 24 Januari 2017 03:19

KASUS RABIES MASIH MENGHANTUI BALI

Jika berkunjung ke Bali, lebih berhati hati terhadap hewan satu ini..



 
Rabies akan tetap menjadi bagian dari masalah kesehatan di Bali, terlebih setelah dikonfirmasi oleh penemuan kasus rabies pertama untuk tahun ini di Kabupaten Tabanan.
 
Balipost.com melaporkan bahwa penduduk Desa Anyar Kediri di Tabanan menderita kasus pertama rabies di Tahun Baru dengan insiden kedua yang mempengaruhi enam warga di Gerokgak Gede di Tabanan. Seekor anak anjing menggigit enam orang selama periode dua minggu mulai 4 Januari sampai dengan 17 Januari 2016. Anjing yang diperkirakan berusia dua bulan, adalah anjing yang berkembang biak di Kintamani yang dibeli pada akhir Desember dari Pasar Bringkit.

Para pejabat kesehatan setempat menegaskan bahwa anjing belum divaksinasi terhadap rabies ketika mulai menunjukkan perilaku agresif dan menggigit siapa saja yang mendekatinya. Ketika pemilik melaporkan gigitan kepada pejabat kesehatan hewan di Tabanan, lalu segera diambil keputusan untuk menyuntik mati anjing. Dari sebuah materi sampel otak yang diambil dari hewan mati dikonfirmasi anjing terinfeksi rabies.

Dr. Made Arya Putra, dokter hewan yang bertugas untuk kesehatan hewan di Tabanan, mendesak masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan saat membeli atau memperoleh anjing di salah satu kabupaten di Bali dan pindah ke daerah lain dari pulau. Putra mengatakan anjing seharusnya hanya diizinkan boleh melakukan perjalanan antar kabupaten jika mereka telah divaksinasi terhadap rabies. Tujuh orang yang menderita gigitan anjing telah dilaporkan menerima perawatan medis termasuk tembakan VAR untuk mencegah manifestasi gejala rabies yang mematikan pada orang yang digigit anjing gila.

  • EN: EN
Scroll To Top