Oney Anwar Oney Anwar Rip Curl

Item terkait

Senin, 01 Januari 2018 22:33

ONEY ANWAR BELAJAR BANYAK DARI CEDERA YANG IA ALAMI DI TAHUN 2017

Tahun 2017 mungkin belum menjadi tahun bagi Oney Anwar, namun pengejaran mimpi masih terus dilanjutkan di tahun 2018 ini.

Oney Anwar masih bergelut dalam pengejaran tanpa henti untuk menjadi surfer yang paling dihormati di Indonesia. Oney berasal dari desa pesisir di pedesaan Sumbawa dimana pantai lokalnya merupakan tempat beberapa surf break terbaik di Indonesia. Oney mengambil papan selancar pada usia tujuh tahun.

Pada tahun 2007, Rip Curl menawarkan Oney Anwar kesempatan untuk pindah ke Australia dan berlatih, dan mengikuti sekolah olah raga. Begitu berada di Gold Coast, satu demi satu hal benar-benar mulai bergulir bagi Oney ketika ia menyeimbangkan pendidikan dengan keinginannya yang tiada henti untuk membuat sejarah.

Mari kita mulai berbicara tentang awal Anda yang hebat di tahun 2017 dengan kemenangan di Queensland WQS 1,000. Tingkat motivasi Anda naik ke tingkat tertinggi pada saat itu? Apakah kondisi ombaknya sempurna untuk surfing anda?

Saya katakan yang sebenarnya. Saya benar-benar memiliki awal yang baik untuk tahun 2017, dan kemungkinan saya terlalu fokus pada seri kualifikasi WSL. Pada kompetisi itu saya merasa termotivasi untuk memulai awal tahun 2017, dan saya benar-benar menikmati kondisi ombak pada saat itu.

Setelah beberapa kompetisi, anda juga sempat mencapai babak semifinal di WQS 6,000 Chiba Pro. Peringkat anda juga semakin meningkat dari posisi anda di tahun 2016. Apa yang anda rasakan pada saat itu? Anda merasa bahwa 2017 adalah tahun keberuntungan anda?

Saya merasa senang. Saya belum alami cedera, saya memiliki papan selancar yang tepat, berbagai motivasi dari beberapa pihak dan semua dukungan saya miliki. Ya , tentunya membuat saya berpikir bahwa 2017 bisa menjadi tahun keberuntungan saya untuk bisa lolos kualifikasi.

 

Kemudian anda mengalami cedera, bisakah ceritakan sedikit tentang itu? kapan itu terjadi dan mengapa?

Ketika itu saya sedang berkompetisi di Afrika Selatan untuk QS 3,000, saya melakukan floater dan tak sengaja mencederai jempol kaki saya. Saya pikir saya hanya akan vakum dalam masa penyembuhan untuk 2 bulan, tapi ternyata saya harus beristirahat dari surfing selama 6 bulan. Kejadian ini membuat saya harus terjebak di peringkat saya pada WSL Ranking. Tapi, mengalami cedera merupakan bagian besar dalam karir saya, karena kejadian itu saya menjadi belajar untuk lebih bersabar dan lebih cermat lagi membaca situasi.

Sekarang berbicara tentang dukungan yang Anda rasakan saat menghabiskan sebagian besar perjalanan surfing di tahun 2017 dan menantang diri Anda, siapakah pendukung terpenting Anda?

Sponsor utama saya Rip Curl, dan juga sponsor saya yang lainnya. Teman baik saya mark Gilmore yang merupakan seorang pilot, dia memberikan saya tiket "staff travel" nya yang benar-benar membantu saya bisa mengikuti begitu banyak kontes dan travel ke begitu banyak tempat di beberapa tahun belakangan ini.

Bagaimana reaksi keluarga Anda terhadap hidup Anda sebagai surfer profesional saat ini?

Mereka benar-benar mendukung saya, karena saya telah menempuh perjalanan sepanjang tahun ini, mereka menyadari betapa berartinya berselancar di hidup saya dan bagaimana pentingnya bagi saya untuk menjadi surfer profesional.



Kami mengamati, meskipun anda mengalami cedera namun skor rata-rata di heat anda pada tahun 2017 cukup tinggi. Itu berarti Anda adalah peselancar yang konsisten, sebuah karakteristik utama seorang surfer yang ingin masuk ke dalam elit WSL. 2018 akan menjadi tahunmu? :-)

Tahun ini merupakan tahun belajar yang besar. Saya berharap tahun 2018 adalah tahun yang lebih baik bagi saya, tanpa cedera besar. Saya terus melakukan apa yang saya cintai dan terus fokus pada kualifikasi.

Ada pesan atau kata-kata yang ingin anda sampaikan disini?

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga, sahabat dan para penggemar atas dukungan yang besar untuk saya. Tidak lupa juga untuk Sponsor saya atas semua dukungan dan kepercayaan mereka pada surfing saya saya ini. terima kasih banyak.

 

Read in English here


Scroll To Top