Item terkait

Selasa, 10 Mei 2016 11:11

DARMAPUTRA BERCERITA TENTANG KESANNYA BERKOMPETISI DI KOMUNE BALI PRO KERAMAS

Bisa sampai ke Quarterfinal dan melawan salah satu surfer terbaik dunia merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya..

Seperti kita semua tahu kompetisi Komune Bali Pro telah berakhir dengan diakhiri oleh kemenangan sang juara bertahan surfer asal Australia Taj Burrow. Jika kita telisik kembali, ternyata ada sebuah perasaan bangga dari seorang surfer asal Indonesia meskipun ia tidak memenangkan kompetisi di Komune Bali Pro ini. Dia adalah Darma Putra, seorang surfer asal Bali yang merupakan satu satunya surfer yang berhasil sampai ke babak Quarterfinal. Lebih lebih di babak Quarterfinal ia melawan sang juara yakni Taj Burrow..

Pemburu Ombak ingin tahu lebih dalam bagaimana perasaan sang Darma Putra pasca kompetisi Komune Bali Pro.. Berikut sedikit perbincangan kami dengan Darma..

 

 

- Di babak Quarterfinal kamu hampir menang melawan juara Komune Bali Pro yakni Taj Burrow dan di heat kalian menciptakan heat terbaik selama event berlangsung. Apa perbedaan heat sebelumnya dengan heat melawan Taj Burrow?

Saya sangat senang bisa bergabung di Kompetisi Komune Bali Pro, Keramas. Bagi saya bisa mencapai babak Quarterfinal merupakan kehormatan besar apalagi bisa melawan seorang Taj Burrow yang merupakan termasuk salah satu surfer terbaik dunia. Benar benar perasaan yang spesial bagi saya dan merupakan kesempatan besar bisa surfing melawan dia. Di heat saya di Quarterfinal kala itu ombak sangat mendukung, dan saya berusaha keras tentunya dan berhasil mendapatkan 2 barrel yang cukup baik.

 Taj menyalami Darma Putra untuk aksi Darma di heat yang sangat baik..

 

- Apa pendapat kamu sebagai surfer tentang surfer Indonesia? Menurut kamu apa yang kurang pada surfer surfer Indonesia sehingga belum ada yang berada di jajaran World Champion Tour WSL?

Saya rasa sedikit memalukan bahwa kita tidak memiliki surfer yang masuk ke jajaran WCT, karena saya tahu beberapa surfer Indonesia yang sangat bagus yang masuk kategori bisa berkompetisi di WSL. Kalau boleh jujur, saya pikir semua berkaitan dengan uang, karena tahulah pasti sangat mahal dan butuh banyak uang untuk berkompetisi dan mengikuti tour. Sulit untuk memaksakan diri untuk mengikuti tour. Saya hanya berharap Surfing industri Indonesia semakin maju sehingga surfer Indonesia yang hebat hebat bisa menemukan beberapa dana untuk berkompetisi dan bersaing dengan surfer dunia.Kita juga memiliki ombak terbaik di dunia dan tentunya akan keren jika beberapa kompetisi internasional suatu saat nanti diadakan di negara kita.

 

- Tentang event WCT/ASC, apa event selanjutnya yang akan kamu ikuti?

Mudah mudahan tahun ini saya bisa pergi ke India untuk event ASC disana. Karena sangat sulit bagi kita untuk mendapatkan uang untuk perjalanan kompetisi, yaa.. saya hanya akan terus berkompetisi dimana saja yang saya bisa.

 

- Saat ini kamu adalah termasuk salah satu tim rider Rip Curl Indonesia. Berapa lama kamu sudah bersama Rip Curl?

Saya telah bergabung bersama Rip Curl semenjak saya berumur 16 tahun. Kurang lebih sudah sekitar 10 tahun. Rip Curl benar benar mendukung dan sangat baik kepada saya. Ketika pertama Rip Curl menggandeng saya sebagai rider, itu benar benar menambah kepercayaan diri saya sebagai surfer untuk lebih baik lagi dalam surfing. Saya benar benar senang bisa bergabung bersama Rip Curl dan berharap semoga saya bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetisi atau surftrip ke spot yang baru bersama Rip Curl.

 

Baca di English

 

Scroll To Top