Tim Hain Tim Hain Jason Childs

Item terkait

Kamis, 17 Maret 2016 06:19

BERBINCANG DENGAN TIM HAIN DARI ASC

Pria ini berperan penting dalam ASC (Asian Surfing Championship)..

Tim Hain adalah seorang pria asal Amerika yang begitu mencintai surfing. Kecintaannya terhadap surfing ia tuangkan ke dalam ASC yang merupakan sebuah wadah surfing bagi seluruh surfer Indonesia dan Asia Tenggara. ASC sendiri merupakan organisasi surfing Asia yang sering mengadakan berbagai kompetisi bertaraf Internasional. Bersama dengan beberapa tokoh di ASC, Tim bertekad ingin membangun dan memajukan surfing di seluruh kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Kali ini kami mendapat sebuah kesempatan untuk bisa berbincang dengannya di sela sela waktunya yang tentunya super sibuk untuk memajukan surfing Indonesia dan Asia ini. Berikut perbincangan kami bersama Tim Hain...

ASC adalah sebuah proyek yang menyebarkan surfing kompetitif dari Indonesia maupun keseluruh Asia Tenggara? Apa Kita bisa menyebutnya seperti itu? Atau ada artian yang jauh lebih dari itu?

ASC adalah sebuah organisasi yang memiliki misi untuk menumbuhkan olahraga surfing di Asia, menggunakan kompetisi surfing untuk membuat dan menciptakan lebih banyak kesempatan dan menumbuhkan jumlah peselancar profesional di Asia sehingga suatu hari nanti akan ada juara dunia dari Asia.

Ini sebuah pertanyaan yang sering datang di pikiran kami. Apakah surfer Indonesia pada umumnya memiliki pemahaman persaingan dalam berselancar? Atau ada pengaruh dari budaya surfing internasional yang membuat peselancar Indonesia lebih mendalami pemahaman ini? Apakah skenario persaingan dalam surfing memang asli budaya Indonesia?

Saya pikir persaingan bukan hal yang natural dari Indonesia. Bentrokan dari muka ke muka itulah yang secara kultural disukai masyarakat Indonesia. Meskipun begitu tentu saja tetaplah ada persaingan, tekanan sosial mendorong mereka untuk menjadi lebih pasif agresif daripada secara langsung agresif. Jadi dalam hal surfing, mereka harus belajar bagaimana untuk bersaing secara langsung dan sesuai aturan, karena bagi sebagian besar itu tidaklah datang alami. Lihat saja cara banyak orang berkendara di jalan, hahaha.

Para peselancar yang dinaungi ASC sudah pasti telah memiliki jiwa bersaing bahkan para Groms pun telah kami pupuk untuk belajar bagaimana bersaing dibawah aturan yang berlaku. Tapi mereka masih perlu pembinaan dan pelatihan dari usia dini untuk mendapatkan pola pikir yang kokoh dan terkunci ketika mereka berada di air, dan berprilaku disiplin.

Di negara maju seperti Negara negara Eropa, Amerika dll, anak anak sudah langsung memiliki sikap bersaing baik dalam olahraga, sekolah atau di aspek mana saja dengan pelatih dari masing masing aspek tersebut. Jadi seperti sudah tertanam di DNA mereka. Itulah mengapa saya pikir masih akan membutuhkan beberapa waktu sebelum kita melihat peselancar Indonesia (atau Asia lainnya) berada di WCT dan menjadi salah satu top 34 peselancar di dunia.

 

*Beach Clean up (Rio Waida in the center)

Beralih ke masalah polusi lingkungan. Ini bisa dibilang masalah utama atau masalah nyata yang harus di atasi. Apakah komunitas surfing Indonesia sudah mulai atau telah memberi contoh sebagai pahlawan lingkungan?

Saya ingin sekali mempercayai bahwa masyarakat surfing dapat memberi dampak positif pada masalah pencemaran lingkungan seperti di Bali dan di Indonesia, atau di mana saja di dunia. Tapi kebenaran yang menyakitkan adalah olahraga selancar itu belum begitu besar , tidak seperti olahraga lain misalnya sepak bola dan efeknya pun masih sangat kecil karena banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak tahu atau mengerti surfing.

Kami selalu mencoba dalam setiap event ISC atau ASC untuk selalu mencanangkan kontes hijau bersih yang mendidik tentang pentingnya menjaga lingkungan. Namun setelah acara selesai, hari hari di tempat tersebut seperti kembali ke semula dan seperti percuma saja. Solusi memang mudah dikatakan, tetapi sangat sulit untuk diterapkan dan tetap berjalan.

 

"Bagi saya pribadi tantangan terbesar adalah 2 tahun lalu, dimana Tipi Jabrik mengundurkan diri pada tahun 2014 lalu, kemudian kami kehilangan sponsor dan tidak ada uang di bank"

 

*Tipi Jabrik

 

 Apa tantangan terbesar yang anda hadapi di ASC?

Bagi saya pribadi tantangan terbesar adalah 2 tahun lalu, dimana Tipi Jabrik mengundurkan diri pada tahun 2014 lalu, kemudian kami kehilangan sponsor dan tidak ada uang di bank dan kami tidak tahu harus bagaimana agar mempertahankan supaya tur atau kompetisi tetap berjalan.

Kami berhasil melewati tahun 2014, tapi kemudian harus menghadapi tantangan yang sama lagi di tahun 2015. Benar benar menegangkan ketika mencoba dan berusaha membuat sesuatu tetap berjalan. Kemudian akhirnya semua itu berubah menjadi tahun yang besar, di 2016 kami jauh lebih baik.

Apa hal terbaik yang pernah terjadi pada anda ketika di ASC?

Sulit untuk memilih salah satu... tapi saya akan mengatakan bahwa jika bukan karena pekerjaan saya di ASC, saya tidak akan pergi ke begitu banyak tempat dan bertemu dengan berbagai macam orang, serta memiliki begitu banyak pengalaman menarik, jadi itu adalah hal terbaik untuk saya bisa menjadi bagian di ASC.

Sekarang di tahun 2016, bisa katakan pada kami kompetisi apa saja yang akan di gelar di Indonesia dan di Asia Tenggara?

Anda bisa lihat di wibsite kami tentang kompetisi apa saja yang akan datang. Tapi yang pertama di tahun ini adalah WSL/ASC QS 1000 event di Lance’s Right, Mentawais,  yakni the Mentawai Pro presented by Rip Curl yang akan diadakan pada bulan April. Diikuti QS1000 di Keramas, Bali yakni the Komune Bali Pro presented by the Mad Hueys, pada bulan May. Kemudian nanti bulan Oktober akan ada Rote Open dan akan ada 3 kompetisi lain yang diadakan di Indonesia. Sedangkan di luar Indonesia akan diadakan kompetisi di Maldives, India, Filipina, Taiwan dan semoga bisa diadakan di China juga di Sri Lanka. Dan hampir semua kompetisi didukung oleh WSL.

 

"Jika Anda duduk satu-satu dengan 10 peselancar ASC, mereka akan memberitahu Anda bahwa mereka benar-benar menghargai apa yang ASC lakukan untuk mereka."

 

 *ASC Awards 2015

 

Pertanyaan terakhir, menjadi ASC dimana artian adalah sebuah badan yang mewakili dan membela peselancar Asia Tenggara, apakah Anda merasa bahwa peselancar memiliki rasa syukur pada ASC?

Pertanyaan yang bagus..hahaha..Saya pikir jika Anda duduk satu-satu dengan 10 peselancar ASC, mereka akan memberitahu Anda bahwa mereka benar-benar menghargai apa yang ASC lakukan untuk mereka. Tapi hanya ada segelintir yang pernah mengucapkan terima kasih kepada saya pribadi dan memberitahu saya betapa mereka menghargai apa yang Tipi dan saya lakukan pada ASC.

Saya pikir beberapa surfer masih belum mengerti tentang bagaimana pekerjaan dibalik itu semua, pekerjaan dibalik adanya kompetisi yang mereka ikuti. Kebanyakan dari mereka hanya fokus terhadap kualitas berselancar mereka dan bagaimana untuk mendapatkan uang yang cukup untuk perjalanan bersaing di kompetisi. Tapi sepenuhnya saya mengerti akan hal itu :)

Ada sesuatu yang ingin anda sampaikan?

Saya hanya ingin berterimakasih kepada semua yang mendukung ASC dan membantu misi kami untuk menumbuhkan surfing ASIA. Dari mulai pendukung di Bali/Indonesia, India, Taiwan dan China. Kami akan terus mengeksplorasi, terus mendorong batas-batas, dan semangat mengejar impian berselancar di seluruh dunia,sementara juga berkampanye menghentikan polusi laut, udara dan tanah sehingga kami bisa meninggalkan dunia yang bersih dan indah untuk generasi mendatang.

 

Read it in English

Scroll To Top