Item terkait

Senin, 19 Oktober 2015 23:39

TIPI JABRIK : Berantusias bisa kembali mengadakan kompetisi dunia WCT di Indonesia

Dia adalah seorang yang mengabdikan diri pada surfing..

Di edisi wawancara bersama surfer terbaik Indonesia, kami memilih Tipi Jabrik yang karirnya dalam surfing sudah jelas tak terelakan lagi. Pria yang merupakan kakak kandung dari artis Luna Maya ini adalah seorang Surfer Professional, Free surfer, pemimpin tim surf, pelatih surf Indonesia dan akhir akhir ini ia juga telah bergabung untuk bekerja di Asosiasi surfing ASC (Asian Surfing Championship) dan juga seorang pengamat semua perkembangan surfing kompetitif di Indonesia dan Asia. Berikut ini adalah hasil perbincangan kami dengan Tipi Jabrik..

 

Kami benar-benar memahami semangat dan komitmen anda untuk surfing, beritahu kami, apakah surfing akhirnya masuk kedalam masyarakat Indonesia? Jika ya, apa yang menjadi parameter bagi Anda?

Saya pikir ya, Menurut saya surfing Indonesia tengah berada pada tingkat yang sangat tinggi saat ini, tentunya dengan bantuan dari surfer surfer lokal dan perusahaan/brand surfing swasta bukan hanya dari satu atau dua orang. Surfing Indonesia telah berkembang dan dikenal di Negara luar seperti India, Taiwan, Filipina, Maldives (Maladewa). Semoga kedepannya semakin berkembang, dan tak hanya di daerah Bali saja, tapi merata di seluruh daerah Indonesia.

 

Sebagai seorang yang bekerja dalam ASC, apakah sebenarnya Target ASC ? Apakah ada rencana kompetisi baru segera diadakan lagi ?

Target terbesar ASC adalah mempromosikan surfing ASIA termasuk Indonesia kepada khalayak luar ASIA serta juga untuk membawa lebih banyak kompetisi surfing yang  berkualitas ke ASIA termasuk Indonesia. Kemudian juga untuk meningkatkan kualitas atau level dari surefr surfer lokal, untuk itu penting sekali adanya usaha yang keras dari semua orang yang terkait. Dan target utama ASC adalah berhasil membuat surfer ASIA berada di Champion Tour dunia.

 

Bagaimana budaya lautan dan surfing di Indonesia di mata anda?

budaya lautan di Indonesia sangat kuat, dengan memiliki Samudra hindia dan Samudra Pasifik tentunya membuat budaya lautan di Indonesia semakin kuat. Namun budaya surfing masih kurang, menurut saya wajar karena surfing hanya baru dimulai pada tahun 70an di Indonesia. Di Indonesia sudah banyak perusahaan atau brand surf besar yang mendukung kemajuan surfing seperti dengan mengadakan kompetisi surfing untuk mencari bibit surfer lokal. Yang terpenting adalah, dukungan dari brand surf ini juga dapat membantu masyarakat untuk mengerti tentang surfing atau penasaran untuk mencoba surf.

 

Tidaklah mudah bagi surfer Indonesia yang ingin berkompetisi ke luar Negeri, benarkah demikian? Menurut anda, apa alasannya?

Ya, tidaklah mudah bagi surfer Indonesia untuk melakukan perjalanan atau berkompetisi di luar negeri salah satunya Qualifying Series atau QS. Selain proses perizinan visa yang sulit yang membuat langkah surfer kurang begitu mulus. Serta jika kita bandingkan mata uang kita Rupiah dengan mata uang lain, jatuhnya jadi amat mahal. Dan untuk surf di air dingin juga merupakan kendala bagi surfer Indonesia yang berkompetisi di QS. Negara lain memiliki dua sesi kala air laut amat dingin dan normal, membuat mereka lebih mudah untuk beradaptasi.

 

Apakah ada surfer Indonesia yang berpotensi masuk ke dalam jajaran surfer World Champion ?

Kalau menurut saya Oney Anwar berpeluang masuk ke World champion. Oney sudah bersaing dalam QS (Qualifyin Series) dan sudah peringkat di atas 100 dan membuat beberapa final di tahun ini, tetapi berada di CT tidaklah mudah, mungkin diperlukan 5 atau 10 tahun, tapi siapa yang tahu :)

 

Ada rencana pengadaan kompetisi baru untuk tahun 2016 ?

Yeah, semoga kita bisa kembali mengadakan kompetisi WSL di Indonesia seperti di Mentawai dengan ombaknya yang sempurna di HTS (Lances Right) dan mencoba mengusulkan untuk WSL membuat QS (Qualifying Series) dan kemudian WCT (World Champion Tour) disana.

 

Ada pesan yang ingin disampaikan?

Surfing di Indonesia kini mulai menguat, dan semoga suatu hari nanti kita akan memiliki seseorang yang bisa mewakili nama Indonesia di panggung surfing Internasional. Yang kita semua perlukan hanya melakukan terus sesuatu hal yang positif, karena surfing adalah suatu gaya hidup yang positif. Dengan dukungan dari pemerintah dan beberapa pihak swasta lainnya, maka kita masyarakat kita tentunya akan lebih tertarik dalam dunia surfing ini. Serta juga mengundang perhatian dari media surfing Internasional yang berfungsi memperkenalkan kepada khalayak luar negeri tentang keindahan serta surfing Indonesia.

 

 

Scroll To Top