Item terkait

Minggu, 15 Desember 2013 04:23

Dahsyatnya Gelombang Tujuh Hantu di Riau

Sungai Bono adalah satu-satu surf spot sungai di Indonesia

 

Bagi sebagian besar orang nama sungai Bono masih asing, namun bagi para surfer surf spot ini sudah tidak asing lagi. Gelombang Bono di Sungai Kampau, Riau adalah salah satu keajaiban dari Indonesia. Ombaknya bisa setinggi 6 meter dan panjang gelombangnya mencapai 300 meter lebih. Banyak surfer yang berlomba-lomba untuk menaklukkannya.  Sungai Bono terletak di Teluk Meranti, Sungai Kampar, Kabupaten Palalawan, Riau.

Bono di sini dikaitkan dengan sebuah fenomena alam yang terjadi di Bono Sungai Kampar sebelum pasang air laut tiba. Jika pasang tiba, air laut akan masuk dan mengalir ke sungai sehingga akan membentuk ombak atau gelombang air dengan kecepatan yang cukup tinggi. Suara deburan ombaknya pun sangat mirip dengan deburan ombak laut. Bahkan sebagian besar surfer mengatakan bahwa suara deburan ombak di Bono Sungai Kampar bagaikan suara guntur yang bercampur dengan suara angin kencang.

Gelombang air di Bono Sungai Kampar bisa mencapai 4-6 meter jika pasang air laut tinggi. Ombak besar dan tinggi ini  akan tampak membentang dari tepi ke tepi sungai menyelimuti seluruh sungai. Momen gelombang ini selalu terjadi di siang, sore, dan malam hari. Jadi, kalian para pecinta surfing bisa mengunjungi obyek wisata yang satu ini kapan saja baik siang hari, sore hari, maupun malam hari.

Bono Sungai Kampar disebut ‘seven ghost’ di Pulau Sumatera. Teluk Meranti, lokasi dimana Bono Sungai Kampar berada, merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Pelawan. Lokasinya cukup strategis sehingga mudah dijangkau dengan jenis kendaraan bermotor apa pun. Akses jalan yang beraspal halus dan bahu jalan yang lebar memungkinkan kendaraan roda 4 mudah memasuki area obyek wisata ini.


Ada sensasi sendiri ketika surfer mencoba surfing di sungai ini, karena biasanya surfing di air laut tapi Bono adalah sungai, sehingga untuk menaklukkan Gelombang Bono tidaklah mudah. Bayangkan saja, tinggi ombaknya bisa mencapai 4 sampai 6 meter. Panjang gelombangnya bisa mencapai 300 meter.

"Bono berbeda dengan tempat lain, karena letaknya di garis ekuator. Jadi gelombangnya cepat, panjang, dan karakternya sulit, selain itu Bono adalah air sungai jadi akan sulit mengambang dan berdiri disana daripada di laut”, kata surfer asal Inggris, Steven King yang baru sama mencatatkan rekor setelah menaklukan Sungai Bono.
Gelombang Bono tercipta dari pertemuan arus sungai dan arus laut. Ditambah dengan angin dan tebing di kanan kirinya. Gelombang di sini menjadi tantangan tersendiri. Oleh sebab itu, Gelombang Bono menjadi daya tarik kuat bagi para surferr atau pun traveler. Gelombangnya yang besar akan mencuri perhatianmu. Selain itu, suara dari hempasan gelombangnya akan membuat bulu merinding!

Untuk menjuju kesana ada dua pintu akses  pertama dari Batam bisa menyeberang dengan menggunakan boat. Satu lagi dengan mengendarai mobil selama 4 jam dari Pekanbaru. Di sana ada banyak homestay di Desa Meranti.

Bulan terbaik mengunjungi Sungai Bono adalah di awal dan di akhir musim hujan. Hal ini dikarenakan, saat itulah gelombak akan tinggi. Tepatnya di bulan Februari, Maret, Oktober, dan November. Saat siang dan malam hari, adalah waktu terbaik untuk surfing di sana. Kalau kamu berminat, persiapkan rencanamu dengan matang ya!


Scroll To Top