Item terkait

Minggu, 01 Maret 2015 11:13

TARGET BARU (BAYI HIU)

Populasi hiu dewasa berkurang, kini bayi hiu pun dijadikan target baru.

 

Masih tidak bisa dipungkiri bahwa Hiu masih menjadi target penangkapan bagi para nelayan yang gila keuntungan tanpa memikirkan ekosistem laut yang akan terjadi. Meskipun kampanye larangan penangkapan hitu terus digalakkan, masih saja ini belum mendapat perhatian yang serius dari pihak yang berwenang (pemerintah). Terbukti, di pasar-pasar masih banyak ditemukan banyak hiu dijual.  Salah satu di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar),  hiu yang terutama bayi, mudah ditemukan di pasar tradisional. Para bayi hiu ini diduga menjadi target baru pemburu di perairan Kalbar. Dengan mudah kita bisa menemui puluhan bayi hiu tanpa sirip, yang tersedia gamblang di pasar-pasar tradisional.

Para konsumen, terutama restoran-restoran lebih mengunggulkan sirip hiu ketimbang dagingnya. Berdasarkan informasi dari salah satu nelayan penangkap hiu di Pontianak yang tidak ingin disebutkan namanya, Populasi hiu dewasa di Pontianak sudah menurun, jadi demi memenuhi kebutuhan permintaan pasar dan konsumen terutama restoran, maka bayi hiu pun kini menjadi target penangkapan mereka untuk kemudian dijual siripnya.

Dari morfologi tubuh, hiu di Pontianak ini berjenis Whitetip reef shark (Triaenodon obesus) dan blacktip reef shark (Carcharhinus melanopterus). Ini jenis hiu di daerah karang yang menjadi kawasan pemijahan dan pembesaran ikan. Bagaimanapun, reproduksi hiu terbilang lambat. Pemanfaatan yang tak terkontrol akan bisa menuju degradasi.

Harus di beradakan hukum yang tegas bagi pelaku-pelaku kriminal maritim ini, atau penyuluhan kepada warga nelayan yang kurang mengetahui apa akibat alam bagi penangkapan hiu secara terus-menerus. Karena jika begini terus keberadaan hiu di Indonesia lambat laun akan punah dan akan mengancam ekosistem lautan Indonesia.

Scroll To Top