Item terkait

Kamis, 12 Desember 2013 05:40

Tas Pasar Bali

Ayo bawa tas sendiri mulai dari sekarang!!

Apakah kalian  menyadari bahwa Bumi yang kita cintai menghadapi bencana kesehatan lingkungan dan potensi dengan konsumsi yang berlebih dari kantong plastik (tas kresek).  Hampir semua orang menggunakan setiap harinya dan apakah kalian tahu apa bahaya dari sampah platik tersebut? Hal yang pasti adalah sampah plastik tidak sebesar fungsinya. Butuh waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna.

Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakarannya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin.

Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, dan memicu depresi.

Bagi lingkungan, kantong plastik juga mengakibatkan banjir, karena menyumbat saluran-saluran air dan tanggul sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.

Disini akan diambil dari contoh kecil  yaitu Pulau Bali. Saat ini, hampir setiap item yang dibeli di seluruh Bali, dari upacara persembahan makanan dan di dalam rumah menggunakan kantong plastik. Penduduk Bali diperkirakan mencapai 4-5 juta orang dan sebagian besar penduduk menerima minimal satu kantong plastik per hari.Hal ini telah menjadi prosedur 'normal' untuk membeli 1 barang dari Warung ( toko kecil ) dan menerima kantong plastik .

Dengan pendidikan cukup di pembuangan sampah , banyak jutaan Bali kantong plastik akhirnya mengotori lingkungan, menemukan jalan mereka ke dalam aliran air dan akhirnya berakhir di laut .Metode lain yang sangat umum dari pembuangan sampah, adalah untuk membakarnya. Pembakaran plastik pada suhu api reguler sangat beracun, sehingga banyak penyakit serius termasuk kanker.

Sejumlah negara lain juga mulai mengurangi penggunaan kantong plastik di antaranya Filipina, Australia, Hongkong, Taiwan, Irlandia, Skotlandia, Prancis, Swedia, Finlandia, Denmark, Jerman, Swiss, Tanzania, Bangladesh, dan Afrika Selatan.

Singapura, sejak April 2007 telah berlangsung kampanye "Bring Your Own Bag" digelar oleh The National Environment Agency (NEA).

Saat ini di Bali ada sebuah organisasi non –profit bernama TAS PASAR (Market Bag). Memiliki tujuan yaitu untuk mendorong masyarakat untuk membawa tas sendiri saat berbelanja. Saat ini mereka sudah berkampanye dan membagi-bagikan Tas Pasar ke resort-resort, pasar-pasar, perusahaan-perusahaan dan bahkan ke Desa di Pulau Bali. Melalui penjualan TAS PASAR Tas untuk sektor pariwisata,  mereka berharap untuk mendanai produksi dan distribusi tas ke daerah desa miskin di Bali. Kalian juga bisa membantu atau berpartisipasi dalam kampanye ini, caranya bagaimana? Kamu bisa kunjungi websitenya di www.taspasar.org/about/ atau FB  www.facebook.com/TasPasar

 Berbagai alasan itulah yang mendorong Tas Pasar (BALI) memulai perlawanan terhadap limbah plastik di Indonesia khususnya Bali. Baginya bahaya plastik harus disulap menjadi sesuatu yang mendatangkan lebih banyak berkah. Mari menjaga Bumi dengan mengurangi sampah plastik. 

 

Scroll To Top