Item terkait

Jumat, 26 Desember 2014 16:25

Sektor Pariwisata Indonesia

Pariwisata di Indonesia merupakan komponen penting dari ekonomi Indonesian.

 

 

Pariwisata di Indonesia merupakan komponen penting dari ekonomi Indonesian serta sumber signifikan dari pendapatan valuta asing. Negara kepulauan yang memiliki banyak spot yang menawarkan keindahan alam, peninggalan sejarah dan keanekaragaman budaya. Pada tahun 2012 sektor pariwisata menyumbang sekitar US $ 9 miliar devisa, dan diperkirakan akan melampaui US $ 10 miliar pada 2013. 

 

Pada tahun 2013, 8.802.129 pengunjung internasional masuk ke Indonesia, tinggal di hotel untuk rata-rata 7,5 malam dan menghabiskan rata-rata US $ 1.142 per orang selama kunjungan mereka, atau US $ 152,22 per orang per hari. Singapore, Malaysia., China, Australia, dan Jepang adalah lima sumber pengunjung yang datang ke Indonesia.

 

Alam dan budaya merupakan komponen utama dari pariwisata Indonesia. Warisan alam dapat membanggakan kombinasi unik dari iklim tropis, kepulauan yang luas sekitar 17.508 pulau, 6.000 dari mereka yang dihuni, garis pantai terpanjang ketiga di dunia (54.716 km) setelah Kanada dan Uni Eropa. 

Pantai di Bali, area menyelam di Bunaken, Gunung Bromo di Jawa Timur, Danau Toba dan berbagai taman nasional di Sumatera hanya beberapa contoh dari tujuan wisata terkenal Indonesia . Objek wisata alam dilengkapi dengan warisan budaya yang kaya yang mencerminkan sejarah Indonesia yang dinamis dan keragaman etnis. Satu fakta yang mencontohkan kekayaan ini adalah bahwa 719 bahasa  yang digunakan di seluruh nusantara. Candi kuno Prambanan dan Borobudur, Toraja, Yogyakarta, Minangkabau, dan tentu saja Bali, dengan banyak perayaan adat yang merupakan tujuan populer untuk wisata budaya.

 

Pariwisata di Indonesia saat ini diawasi oleh Departemen Indonesia Kebudayaan dan Pariwisata. Kampanye pariwisata internasional telah berfokus terutama pada tujuan tropis dengan pantai pasir putih, langit biru, dan atraksi budaya. Resort pantai dan hotel telah dikembangkan di beberapa tujuan wisata populer, terutama pulau Bali sebagai tujuan utama. Pada saat yang sama, integrasi urusan budaya dan pariwisata di bawah lingkup pelayanan yang sama menunjukkan bahwa wisata budaya dianggap sebagai bagian integral dari industri pariwisata di Indonesia, dan sebaliknya, pariwisata yang digunakan untuk mempromosikan dan melestarikan warisan budaya.

 

Beberapa tantangan industri pariwisata Indonesia yang harus dibenahi ialah mencakup pengembangan infrastruktur untuk mendukung pariwisata di kepulauan luas, serangan dari industri ke dalam tradisi lokal (adat), dan dampak pembangunan pariwisata pada kehidupan masyarakat setempat. Industri pariwisata di Indonesia juga menghadapi kemunduran karena masalah yang berkaitan dengan keamanan. Sejak tahun 2002, peringatan telah diterbitkan oleh beberapa negara atas ancaman teroris dan etnis serta konflik agama di beberapa daerah, secara signifikan mengurangi jumlah pengunjung asing selama beberapa tahun. Namun, jumlah wisatawan internasional telah bangkit kembali positif sejak tahun 2007, dan mencapai rekor baru pada tahun 2008 dan kemudian membuat rekor baru setiap tahun dan pada tahun 2012 ditetapkan sebesar 8.044.462 wisatawan asing.

 

Pada tahun 2013, berdasarkan survei World Economic Forum, Indonesia mendapat Indeks Daya Saing Pariwisata skor 4.0 dan peringkat di nomor 70 (naik dari nomor 74 tahun 2011 dan nomor 81 tahun 2009) dari 140 negara. Aspek yang perlu diperbaiki untuk naik tangga peringkat adalah infrastruktur daerah wisata, kesehatan dan kebersihan, kelestarian lingkungan, dan afinitas untuk perjalanan dan pariwisata.

 

Indonesia terawat baik, dengan hutan hujan ekosistem alam yang membentang lebih dari sekitar 57% dari daratan Indonesia (225 juta hektar). Salah satu alasan mengapa ekosistem alam di Indonesia masih baik adalah karena hanya 6.000 pulau dari 17.000 dihuni secara permanen. Hutan Sumatra dan Jawa adalah contoh tujuan wisata populer. Selain itu, Indonesia memiliki salah satu garis pantai terpanjang di dunia, berukuran 54.716 kilometer (33.999 mil), dengan sejumlah pantai dan pulau resor, seperti di selatan Bali, Lombok, Bintan dan Pulau Nias. Namun, sebagian besar pantai terawat baik adalah mereka di daerah yang lebih terpencil dan kurang berkembang.

 

Beberapa kegiatan pariwisata di Indonesia.

 

1. Menyelam

 

Dengan lebih dari 17.508 pulau, Indonesia menyajikan peluang menyelam yang cukup. Dengan 20% dari terumbu karang dunia, lebih dari 3.000 spesies ikan yang berbeda dan 600 jenis karang, parit air yang dalam, gunung laut vulkanik, bangkai kapal Perang Dunia II, dan berbagai jenis kehidupan makro. Taman Laut Nasional Bunaken, di ujung utara Sulawesi,  Menurut Conservation International, survei kelautan menunjukkan bahwa keragaman kehidupan laut di daerah Raja Ampat adalah yang tertinggi tercatat di Bumi. Selain itu, ada lebih dari 3.500 spesies hidup di perairan Indonesia, termasuk hiu, lumba-lumba, ikan pari, kura-kura, morays, cumi-cumi, gurita dan scorpionfish. Tulamben Bay Bali menawarkan bangkai dari 120 meter (390 kaki) kapal pengangkut AS Armycommissioned, Liberty.  Lokasi penyelaman populer lainnya di Bali berada di Candidasa dan Menjangan. Di seberang Selat Badung dari Bali, ada beberapa lokasi penyelaman populer di Nusa Lembongan dan Nusa Penida. Lombok tiga Gili (Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan) yang populer seperti Bangka. Beberapa situs menyelam yang paling terkenal di Indonesia juga paling sulit dijangkau, dengan tempat-tempat seperti Biak di lepas pantai Papua dan Kepulauan Alor.

 

2. Selancar

 

Surfing juga merupakan aktivitas air yang populer di Indonesia dan yang diakui dunia. Spot terkenal kebanyakan berada di selatan, Samudera Hindia sisi Indonesia, misalnya, selatan Jawa. Surfing di sepanjang Sumatera, sampai ke Nusa Tenggara, termasuk Aceh, Bali, Banten, Jawa, Lombok, Kepulauan Mentawai, dan Sumbawa. Sebagian besar peselancar yang datang dari luar negeri, terutama Australia dan Amerika Serikat. Namun, benih penggila selancar lokal mulai berkembang. Di Bali, ada sekitar 33 tempat surfing, dari Bali Barat ke Timur Bali termasuk empat di pulau lepas pantai Nusa Lembongan. Di Sumbawa, Hu'u dan Pantai Lakey di Cempi Bay adalah tempat surfing populer di kalangan peselancar. Sumatera adalah pulau kedua, dengan paling banyak spot surfing. Waktu umum untuk berselancar sekitar Mei-September dengan pergerakan angin bertiup dari timur ke selatan-timur. Dari Oktober sampai April, angin cenderung datang dari barat ke utara-barat, sehingga pantai timur mendapatkan angin lepas pantai.

Spot surfing yang juga terkenal di Indonesia adalah G-Land di Teluk Grajagan, Jawa Timur, dan Lagundri Bay di ujung selatan pulau Nias.

 

3. Wisata Taman Nasional

 

Ada 50 taman nasional di Indonesia, yang enam adalah Warisan Dunia yang terdaftar. Taman nasional terbesar di Sumatera adalah 9.500 kilometer persegi (3.700 sq mi) Taman Nasional Gunung Leuser, 13.750 kilometer persegi (5.310 sq mi) Taman Nasional Kerinci Seblat dan 3.568 kilometer persegi (1.378 sq mi) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, ketiganya diakui sebagai Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Taman nasional lainnya dalam daftar adalah Taman Nasional Lorentz di Papua, Taman Nasional Komodo di Kepulauan Sunda Kecil, dan Taman Nasional Ujung Kulon di sebelah barat Jawa.

 

4. Wisata Pegunungan (hiking)

 

Hiking dan berkemah di pegunungan adalah kegiatan petualangan populer. Beberapa gunung berisi punggungan sungai, menawarkan kegiatan arung jeram. Meskipun gunung berapi bisa berbahaya, mereka telah menjadi tujuan wisata utama. Gunung Bromo di Provinsi Jawa Timur dengan gurun vulkanik indah nya sekitar kawah, perahu terbalik berbentuk Tangkuban Perahu dan kawah gunung berapi Kawah Putih,  Gunung Merapi di dekat Yogyakarta, dan Krakatau legendaris dengan kaldera baru dikenal sebagai anak krakatau (anak Krakatau). Gede Pangrango gunung berapi di Jawa Barat juga merupakan tujuan mendaki populer, terutama di kalangan pendaki domestik.

 

5. Wisata budaya.

 

Budaya juga menarik para turis untuk datang ke Indonesia. Budaya keagamaan seperti candi-candi (borobudur, Prambanan, dll), masjid-masjid peninggalan sunan atau kerajaan islam dan juga makam-makam tokoh islam. Budaya adat mencakup aneka ragam upacara di berbagai daerah. Budaya kolonial seperti museum atau bangunan peninggalan jaman penjajahan dll.

 

 

Scroll To Top