Item terkait

Sabtu, 22 November 2014 02:54

BYE BYE PLASTIC BAGS INK TALK STARS GO ON A FOOD STRIKE TO BAN PLASTIC BAGS

Tujuan mereka adalah untuk membuat Gubernur melarang plastik di Bali

 

 

Masih ingatkah kalian dengan dua gadis cilik yang mengkampanyekan Bye Bye Plastic Bags? Mereka adalah Isabel dan Melati Wijsen, ini adalah upaya mereka untuk memaksa pertemuan dengan Gubernur Bali khususnya untuk menyoroti kampanye mereka tentang kantong plastik.

Pada tanggal 24 November, mereka akan mulai mogok makan sebagai pengaruh tambahan agar dapat bertemu dengan Gubernur,.... Pastika, dan menunggu waktu hingga ada hukum yang akan melarang penggunaan kantong plastik di Bali.

Mereka baru saja kembali dari India di mana mereka mendapatkan tepuk tangan sambil berdiri pada Konferensi INK di Mumbai, telah mengumpulkan dukungan yang luas untuk kampanye mereka dalam upaya untuk meningkatkan lebih banyak dukungan untuk Bye Bye Plastic Bags (BBPB) petisi untuk menaikkan sejuta tanda tangan.

"It is now time for Pastika to meet with us," says Isabel. "We and the team have done a lot of hard work to get our campaign noticed and it is only fair that Pastika takes the time, like many prominent people have now done, to talk to us about how we are going to stamp out the problem of plastic bags on Bali," says  Melati.  

"If we have to go on hunger strike to get his attention, then so be it," says Isabel.

BBPB adalah inisiatif sosial yang digerakkan oleh anak-anak, baik lokal maupun internasional, yang tinggal di Bali yang berumur antara 10 dan 15 tahun, memiliki berkomitmen untuk melestarikan keindahan Bali dengan melarang kantong plastik. Ide ini didirikan oleh mahasiswa Green School, Melati dan Isabel Wijsen pada akhir tahun 2013 dan sekarang terdiri dari tim yang berdedikasi 25 anak, dengan lebih banyak anggota lagi yang bergabung dari seluruh dunia setiap hari.

Anggota tim baru saja mengadakan work shop di Jakarta dan lain-lain akan melakukan perjalanan ke Sabah dan Singapura dan kemudian Sydney untuk mengambil bagian dalam konferensi Rotary setelah diumumkan, bahwa Rotary International mendukung tim BBPB untuk mendapatkan lebih banyak tanda tangan untuk petisi online di seluruh dunia dijalankan oleh Avaaz (link).

Sejauh ini BBPB telah mengangkat hampir 65.000 tanda tangan untuk petisi mereka melalui Avaaz, berbicara dengan lebih dari 3.500 siswa di seluruh dunia dalam tiga bahasa yang berbeda dan menjalankan program bebas kantong plastik di sebuah desa percontohan di Bali, dengan persetujuan otoritas lokal, serta sebagai meningkatkan kesadaran umum di pasar, acara dan festival. Minggu ini tim tersebut mendapatkan satu Bali Yak Awards dan menerima nominasi dengan Peran Yayasan Green School menjadi sekolah tinggi panutan untuk 2014.

Tim BBPB telah mengirim banyak surat kepada pemerintah dan kepada Gubernur namun ia masih belum direspon. Maka untuk mempercepat proses tersebut,mereka tidak akan berhenti minum, tetapi AKAN menolak makanan padat dari matahari terbit sampai terbenam from November 24 hingga mereka mendapatkan info untuk bertemu.

Pada tanggal 28 November, mereka  meminta sekolah mereka dan semua orang di Bali menyadari kampanye dan ikut bergabung dengan mereka. Untuk informasi lebih kamu bisa menghubungi: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau hubungi 08113865907

 

 

 

Scroll To Top