Item terkait

Selasa, 10 Jun 2014 02:52

Mejelajahi pulau Panaitan

15 Surfer dari Jakarta, termasuk Dede dan Gemala menikmati pulau Panaitan

 

15 Surfer dari Jakarta pergi ke pulau Panaitan yang terletak disebelah barat laut Jawa. Dekat taman nasional Ujung kulon.

 

Surfing telah menjadi sebuah kegiatan yang sedang tumbuh dan diminati oleh masyarakat Indonésia. Selain menjadi olahraga dan gaya hidup, surfing juga dianggap oleh sebagian besar masyarakat di seluruh dunia sebagai obat yang ampuh untuk menghilangkan stress dan kegelisahan.

 

Karena itu 15 peselancar dari Jakarta memutuskan untuk berkumpul dan pergi sejenak dari kota besar Jakarta di akhir pekan.

Kegiatan ini didukung oleh Race Tjia dan juga dua surfer Indonésia Dede Suryana dan Gemala Hanafiah. Kelompok ini memutuskan untuk menjelajahi pulau Panaitan yang memiliki air yang jernih, pemandangan yang indah dan ombak yang sempurna.

Semua anggota grup berkumpul di Camden dan berangkat menggunakan 5 mobil. Perjalanan menuju pelabuhan dimulai hampir tengah malam kira-kirapukul 23.00 WIB, dengan tujuan mereka dapat tiba di pagi buta dan bisa langsung mendapatkan ombak.2 boat pun sudah disiapkan untuk menampung seluruh anggota grup.

 

Semua berjalan dengan baik. Pukul05:30  WIB semua peserta sudah didalam boat dan siap dengan semua perlengkapannya untuk menikmati akhir pekan yang tak terlupakan.

Ada kejadian, Salah satu dari grup bernama Abdul yang tinggal diBekasi, menemukan ular Piton dengan panjang 4 meter dirumahnya, maka dengan persetujuan semua anggota ia membaw adan melepaskan ular tersebut di Taman Nasional.

Pada pukul 11 pagi, setelah melepaskan ular, dan juga melakukan kegiatan memancing. Kemudian setelah itu mereka memulai kegiatan berselancar yang merupakan tujuan utama mereka dan mendapatkan ombak pertama.  Nama dari tempat tersebut adalah One Palm Point (Dikenal dengan ombak yang kuat dan barrel yang besar) dan Dede Suryana yang pertama memutuskan untuk mencoba ombak One Palm Point dan mendapatkan barrel dengan pemandangan yang indah disekitarnya.  Kondisi ombak dititik ini sangat sulit bagi surfer yang belum berpengalaman jadi beberapa anggota grup memutuskan untuk menujuke indicator menuju ombak mudah yang pecahnya kekanan. Sungguh sangat menyenangkan dan semua orang merasa bahagia seolah mulai melupakan tentang pekerjaan mereka

Saat matahari tenggelam kami bersama-sama menikmati pemandangan alam, bercerita dan berbagi pengalaman. Hari pertama yang menyenangkan dari perjalanan surfing ini.

Setelah larut malam, kami tidur dengan nyenyak, semua anggota bangun pagi-pagi, dan Dede selalu menjadi yang pertama bangun demi memancing ikan besar di pagi hari.

Swell telah menurun dan awak boat menyebutnya Napalm.Dede, Leo, David dan surf guide kami bernama Cenglus memutuskan untuk turun dan mendapatkan ombak 1,5 meter  yang berongga dan sempurna . Beberapa anggota grup menonton, merekam dan mengabadikan aksi menakjubkan dari Dede. Bahkan orang dari Austrália yang ada diboat menghentikan boatnya sejenak demi melihat penampilan Dede Suryana saat barrel, benar- benar awal yang indah.

Setelah sesi surfing selama 1,5 jam, mereka memutuskan untuk menuju ketempat dimana ombaknya sempurna dan mudah. Nama tempatnya adalah Pussy. Ombak yang besar dan sempurna, semua anggota turun surfing, sangat menikmati dan menyenangkan. Ombak panjang yang pecah kekiri dan pemandangan  yang indah dengan air yang jernih, Membuat hari kedua perjalanan mereka sangat menyenangkan.  Dan tibalah sore hari semuaa nggota grup pun sudah cukup lelah setelah seharian menikmati ombak.

Hari ke tiga merapakan hari terakhir, mereka memulai aktifitas dipagi hari pada pukul 6 pagi dengan surfing di surf spot “Pussy”.

Saat  Swell sedikit menurun dan mereka semua surfing bersama, termasukDede Suryana. Ombak yang mereka dapatkan cukup banyak, dengan tinggi 1 meter, panjang dan sempurna.  Semua bilang “Mantap”.

Pengalaman menyelam

Dari salah satu anggota kelompok ada seorang penyemelam, bernama Pineng dan ia mengajari mereka bagaimana cara menyelam. Dapat bernapas didalam air adalah sensasi yang sangat nenakjubkan.  Pemandangan alam bawah air sangat fantastis dan bisa merasakan hubungan langsung dengan laut.

Perjalanan ini diakhiri dengan mengunjungi pulau  yang masih belum terjamah, merekadapat melihat kehidupan  yang masih liar dan pantai yang begitu indah. 

Panaitan adalah surga terdekat dengan Jakarta. Selamat menikmati!

Follow twitter Camden di @camdenjkt

 

Scroll To Top