Item terkait

Sabtu, 10 Mei 2014 04:28

Gemala surfing di Lombok

Seger merupakan salah satu surf spot di Lombok

 

Kali ini Gemala melakukan perjalan surf ke pulau Lombok. Menurutnya suasana Kuta (Lombok) nyaris tak berubah sejak kunjungan sebelumnya. Warung-warung makan non permanen yang meskipun sederhana tapi menyajikan pizza dan kawan-kawan di dalamnya, berjajar sebelum Al dan teman-temannya menyisiri jalan kecil di tepi pantai.

Al dan teman-teman dibantu oleh Mul, nama surf guide yang bergabug bersama mereka untuk proses syuting. Selin Mul ada juga Pk Made yang membawa mereka ke Seger. Seger sendiri adalah salah satu lokasi surfing di daerah Kuta, Lombok Tengah ini. Letaknya lumayan dekat, sebelum penyebrangan ke Grupuk. Dari pantai ini kamu bisa melihat hotel Novotel nangkring manis dari kejauhan. Jalan masuk ke Seger yang super eksotis dengan bukit-bukit karang tapi masih ditumbuhi rumput-rumput. Mungkin di musim panas akan menjadi sangat coklat.

Kamu bisa naik ke salah satu bukitnya untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda saat menonton para surfer beraksi, belasan meter dibawah are tersebut. Namun, saat ingin naik ke atas harus kuta tenaga karena akan sedikit membuat nafas terengah-engah tapi begitu sampai diatas pemandangannya bisa untuk membayar rasa capeknya, apalagi kalau keatas bawa singkong dan kopi,waaaah makin nikmat! ( Kata Al)

Sesuai perkiraan, saat mereka akan paddle out, air memang telah pasang secukupnya, karena Al tidak membawa sepatu karang. Seger memang berdasar karang, dan karakternya ombaknya cukup cepat. Saat 4 feet keatas ombak ini akan cukup heavy dan serius. Beruntung saat Al disana ombaknya pas banget, tidak terlalu besar.

Wooow, ternyata memang ramai sekali saat itu. Kemampuan membaca ombak dan meninggalkan sifat mengalah harus ditingkatkan niiih ( Kata Al). Sementara para lokal sudah hafal mati dengan lokasi take off, sedangkan Al masih meraba-raba dan adaptasi dengan karakter ombaknya. Karena kamera sudah siap jadi mau tidak mau Al harus mendapatkan ombak sebanyak-banyaknya.

Disela surfing, akhirnya AL bertemu dengan surfergirl lokal bernama Lisa. Gadis 14 tahun yang berani ini tampak higam legam, tapi tetap manis. Rupanya ia memang surfing setiap hari setelah usai sekolah. Kulitnya yang hitam membuatnya terlihat memang benar dia menyukai surfing. Ia bercerita dengan Gemala tentang surfingnya. Pertama kali surifng Lisa diajari oleh teman-temannya. Papannya diberi oleh salah satu temannya  yang sudah pulang ke Belanda. Tapi ukurannya cukup besa untuk Lisa. Ini adalah bukti bahwa surfing dapat membuat orang menjadi kenal dan berteman. Menurut Mus, Lisa seorang yang pemberani, ombak besar juga ia sikat! Ombak kiri dan kanan tidak ada bedanya untuk dia. Wuih.. Mantap!

Lisa membantu ekonomi keluarganya dengan berjualan gelang layaknya anak-anak kecilnya lainnya di tempat surfing itu. Jika beruntung gelang mereka akan dibeli dengan harga 10.000-15.000 satunya. Dan biasanya memang tak susah untuk mereka meluruhkan hati para turis surfing yang ada disana dengan wajah dan mata yang polos.

Wahh menarik sekali ya Sobat? Pengalaman dari Gemala.. Yuk ikuti terus Pemburu Ombak dan Para sabahat!


Scroll To Top