Rabu, 07 Oktober 2015 08:39

PESONA GUNUNG RINJANI TERUS MENARIK PERHATIAN PARA PENDAKI INDONESIA DAN MANCANEGARA

Gunung setinggi 3726 mdpl ini sedang trend di kalangan pendaki Indonesia.

Hiking kini merupakan salah satu olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia terutama kalangan anak muda. Selain memacu adrenalin, menaklukkan gunung super tinggi merupakan kebanggaan tersendiri bagi siapa saja yang berhasil. Salah satu gunung favorit para pendaki Indonesia yaitu Gunung Rinjani yang terletak di Lombok.

Gunung Rinjani sudah menjadi daftar wajib sebagian besar wisatawan. Gunung dengan ketinggian 3726 mdpl ini memang sudah terkenal hingga ke seluruh penjuru dunia. Tidaklah heran kalau Gunung Rinjani menjadi tujuan favorit pendaki. Terbukti dengan banyaknya para pendaki dari dalam negeri hingga luar negeri, pendaki pemula maupun yang sudah mahir, tertarik untuk menaklukkan gunung yang dijuluki surganya para pendaki ini.

Perjalanan mendaki Gunung Rinjani bisa ditempuh melalui Sembalun, Lombok Timur, salah satu pintu masuk menuju Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Dari Mataram menuju Sembalun dapat ditempuh dengan sepeda motor ataupun mobil dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Sementara bagi yang dari luar Pulau Lombok yang melakukan trip ke Lombok dengan pesawat dan setelah mendarat di Bandara Internasional Lombok (BIL) ingin langsung melakukan pendakian, bisa menempuh perjalanan dari BIL menuju Selong, Lombok Timur dengan kendaraan umum. Lalu dari Selong ke Masbagik menuju Pasar Aik Mel, Lombok Timur. Terakhir, dari Pasar Aik Mel kemudian menuju Sembalun. Sembalun merupakan salah satu jalur pendakian ke Gunung Rinjani selain jalur Senaru, Bawaq Nao, dan Torean. Sembalun adalah jalur yang paling populer, selain karena medan yang tidak seterjal jalur lainnya, jalur Sembalun juga menawarkan view yang indah dengan savana yang membentang luas. Bagi para pendaki pemula, mendaki Rinjani melalui jalur Sembalun bisa menjadi pilihan yang tidak akan mengecewakan.

Perjalanan menuju puncak Rinjani biasanya dilakukan saat malam hari pada pukul 2 atau 3 malam. Untuk menuju puncak, tidak perlu membawa semua barang bawaan. Bawa seperlunya saja dan jangan lupa membawa barang berharga dan beberapa makanan ringan juga minuman sebagai bekal perjalanan saat muncak. Yang tidak kalah pentingnya bawalah sleeping bag sebagai antisipasi kalau terkena hypotermia karena dinginnya malam di ketinggian. Namun saat meninggalkan tenda untuk mendaki puncak Rinjani, pastikan barang-barang yang ada di tenda ada yang menjaga atau titipkan kepada tetangga sebelah tenda agar tidak kecurian. Medan yang dilalui menuju puncak tidak semudah seperti yang nampak, tidak sedekat seperti yang terlihat. Jalur berpasir dan berkerikil, jurang di sisi kiri dan kanan cukup menguji ketabahan. Meskipun rintangannya sulit, saat sudah berhasil berada di puncak, rasa takjub dan syukur tidak hentinya mengalir. Kekaguman pada sang pencipta seketika berlipat-lipat melihat view yang begitu indah di puncak. Perjalanan yang melelahkan pun terbayar dengan keindahan yang tiada henti menyapa pagi di puncak tertinggi ketiga di Indonesia ini.

 

Item terkait

Scroll To Top