Item terkait

Jumat, 02 Oktober 2015 12:32

NASA : ADA AIR MENGALIR DI PLANET MARS

Mungkinkah ini pertanda adanya kehidupan di Planet Mars?

 

Para peneliti NASA memaparkan dalam konferensi persnya tanggal 28 September 2015 bahwa terdapat air di Planet Mars. Dan konfirmasi kehadiran air di Mars menjadi langkah penting untuk eksplorasi planet merah tersebut di masa depan!

Di era tahun 1970-an, foto-foto Mars memperlihatkan permukaan Mars yang dilintasi sungai yang mengering dan dataran yang sekali waktu tenggelam dalam danau kuno yang luas. Di awal tahun 2015, NASA juga mengungkap bukti keberadaan lautan yang menutupi sekitar 2/3 belahan utara Mars. Akan tetapi, penemuan kali ini tidak berbicara tentang masa lalu Mars. Air yang ditemukan oleh Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) tersebut ditemukan mengalir sesekali di Mars masa kini. Dan air itu berwujud cair.

Apakah ini artinya ada kehidupan di Mars? Bisa jadi tapi seperti kata Jim Green, Direktur Planetary Science, “keberadaan kehidupan lain belum ada jawabannya. Yang dilakukan saat ini adalah mengikuti kehadiran air di planet lain sebagai petunjuk yang mengarah pada kemungkinan kehidupan yang kita kenal”.

Foto-foto yang diambil MRO memperlihatkan tebing dan dinding curam dari lembah dan kawah di Mars yang memiliki tanda-tanda keberadaan mineral terhidrasi dengan pola garis-garis atau alur  misterius. Uniknya, garis-garis ini tampak mengalir dan kemudian surut dari waktu ke waktu.  Menariknya, pada lokasi yang paling aktif, aliran ini tampak membentuk pola kipas yang rumit.

Arus yang mengalir menuruni lembah ini dikenal sebagai (RSL) atau garis kemiringan berulang di lereng yang memang diasosiasikan dengan air dalam wujud cair. Tapi dalam kasus Mars, aliran air tersebut bukanlah air murni melainkan air dengan larutan garam jenuh yang mengalir turun menuruni lembah dan dinding kawah selama musim panas di Mars. Aliran air garam ini  meninggalkan jejak garis-garis gelap di medan Mars selama musim panas, sebelum kemudian mengering dan hilang ketika temperatur turun drastis saat musim dingin tiba. Pola tersebut muncul di beberapa lokasi di mars saat suhu planet merah tersebut mencapai minus 23 derajat Celsius. Air garam memiliki lebih dari 5% garam terlarut sedangkan air tawar memiliki kandungan garam kurang dari 0,05%.

Garam terhidrasi yang ditemukan mengalir di Mars berperan untuk menurunkan titik beku air garam cair. Sama seperti garam yang ditabur di jalan dan menyebabkan es dan salju meleleh lebih cepat. Penemuan garam terhidrasi pada lereng – lereng Mars memperlihatkan kalau air memegang peranan penting dalam pembentukan alur gelap yang muncul di musim panas.

Keberadaan air garam ini pertama kali diduga kehadirannya oleh Lujendra Ojha dari Institut Teknologi Georgia di Atlanta, saat masih kuliah di Universitas Arizona pada tahun 2010. Kala itu, foto-foto yang High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) dari MRO memperlihatkan kehadiran RSL pada sejumlah lokasi di Mars. Aliran sungai yang dilihat MRO tersebut, mengalir menuruni dinding kawah dari akhir musim semi sampai awal musim gugur.  Akan tetapi para peneliti tidak banyak berasumsi tentang RSL.

Akan tetapi, penemuan ini bukan akhir dari segalanya. Justru ini adalah awal dari pertanyaan baru lainnya. Dari mana asal air di Mars? Jawabannya masih harus diteliti lebih lanjut.

Scroll To Top