Item terkait

Jumat, 02 Oktober 2015 11:38

Indonesia masih perlu bekerja keras untuk memajukan pariwisata

Kunci memajukan pariwisata adalah perbaikan infrastruktur dan kesiapan untuk menjadi tuan rumah yang hebat..

 

Indonesia secara drastis telah menaikkan anggaran untuk sektor pariwisata. Namun menurut anggota parlemen yang berkaitan, anggaran ini masih tidak cukup untuk mengejar ketinggalan dengan negara-negara lain di kawasan. "Di negara maju, anggaran untuk promosi pariwisata sangat besar," kata Reni Marlenawati dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). "dan Kami hanya mulai tahun ini."lanjutnya.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah meningkatkan anggaran pariwisata menjadi Rp 2 triliun ($ 137.000.000) tahun ini, dari Rp 500 juta pada tahun 2014. Dalam anggaran 2016, ini akan meningkat menjadi lebih dari Rp 3 triliun. Namun bagi Reni, uang untuk tujuan promosi ini tidak cukup.

"Kami memiliki jutaan destinasi wisata. Tapi kita masih kalah dengan tetangga kita yang hanya memiliki sejumlah kecil tujuan," kata anggota parlemen PPP. "Masalahnya adalah infrastruktur..Banyak tempat-tempat eksotis di Indonesia yang tidak dapat dicapai dengan mudah"tandasnya.
Reni juga mengatakan sumber daya manusia tetap menjadi masalah, karena jumlah sekolah mempersiapkan orang untuk bekerja di industri pariwisata masih terbatas. "Thailand dan Singapura sudah mengandalkan [pasokan turis]. Tapi kita tidak. Mengapa? Karena kurangnya sumber daya manusia."

Teguh Juwarno, anggota Komisi 10 di DPR, yang mengawasi pariwisata serta isu-isu lainnya, mengatakan anggaran meningkat untuk pariwisata yang signifikan, tetapi tetap tidak cukup. Anggota parlemen dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan bahwa Malaysia yang memiliki 30 juta penduduk sudah berhasil menarik lebih dari 25 juta pengunjung per tahun. Sedangkan Indonesia, sebuah negara yang jauh lebih besar dan lebih beragam dengan populasi 250 juta, telah menetapkan target 20 juta pengunjung asing pada 2019.

Teguh setuju bahwa jumlah yang relatif kecil dari pengunjung yang datang ke Indonesia tidak hanya masalah kurangnya promosi. "Kelemahan utama dalam sektor pariwisata kita adalah infrastruktur, konektivitas, keamanan, kebersihan dan kesiapan sumber daya manusia untuk menjadi tuan rumah yang hebat," kata anggota parlemen PAN.

 

 

Source : JakartaGlobe

 

 

Scroll To Top