Item terkait

Rabu, 09 April 2014 09:29

Sampah di Lautan menjadi sorotan Dunia

Saat pencarian pesawat Malaysia yang hilang mereka melihat puing-puing sampah dilautan

 
Sebelum pencarian pesawat Malaysia yang hilang, sampah dilautan tidak menjadi sorotan dunia. akan tetapi setelah pencarian tersebut dilakukan mereka melihat puing-piung raksasa sampah yang ada dilautan. Obyek tersebut terlihat di lepas pantai Australia yaitu diantara samudra Hindia. foto ini berhasil diabadikan oleh angkatan laut dengan menggunakan kamera air, tepatnya di Pulau Bunaken, Indonesia.

Menurut Kathleen Dohan seorang ilmuwan, ia mengemukakan bahwa ini adalah pertama kalinya seluruh dunia sedang menonton bahwa lautan kita adalah sebagai tempat pembuangan sampah. Ia menambahkan bahwa benda -benda yang jatuh ke laut bergerak ke sebuah daerah yang disebut patch sampah. Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik memiliki dua patch yang berpusat di utara dan selatan. Samudra Hindia berpusat kira-kira di peterngan antara Afrika dan Australia.

Istilah "Patch" sebenarnya zona besar dimana puing-puing menumpuk tetapi mengapung bebas, dan bergerak secara terus-menerus.

Ternyata sampah dilaut tidak hanya berupa sampah plastik, tapi juga sampah seperti tiang telpon, puing-puing kayu dari akibat gempa Jepang pada tahun 2011 dan tsunami di Texas. Sehingga hal tersebut mengakibatkan sampah dalam jumlah besar di Samudra pasifik, letaknya di pertengahan antara Hawai dan California.
Menurut Nikolai Meximenxo, seorang ahli kelautan dari Hawai ia sering mendengar banyak laporan tentang tabrakan dan beberapa perahu rusak akibat kayu apung tersebut. Ia memperkirakan ada 100.000 hingga satu juta benda seperti kayu besar, termasuk balok rumah yang masih mengambang di laut.

Pembentukan Great Pasicif Garbage Patch (Kelompok sampah yang besar di Samudra Pasifik) di prediksi pada tahun 1970 oleh para ilmuwan Woods Hole Oceanographic Institution di Woods Hole.

Taukah kamu bahwa faktanya sekitar 90% dari  sampah yang berada di laut dicerna oleh hewan-hewan laut, seperti kura-kura, paus dan ikan-ikan, termasuk Burung yang mencari mangsa dilaut. Sampah plastik masih mendominasi sampah dilautan.

Sampah plastik terbanyak ditemukan di area Atlantik Utara, yaitu sampah dari Amerika Serikat, Kanada, Meksiko dan Eropa.

Sampah di samudra Hindia masih menjadi misteri, hal ini dibuktikan oleh Eriksen dan crewnya yang berlayar dari Perth ke Afrika pada tahun 2010 ia mendokumentasikan patch yang ada di area itu namun belum ada batas yang jelas. Sebagian besar sampah di samudra Hindia karena gempa tahun 2004 dan tsunami.

Kemudian menurut Eriksen rotasi sampah itu bergerak akan memakan waktu 6 tahun, kecuali puing-puing terjebak di tengah patch, dimana ia bisa bergerah tanpa batas.

jika boeing 777 Malaysia menabrak zona lepas pantai barat Australia  makan mungkin saja puing-puing tersebut dalam bergerak menuju barat Madagaskar dna akan sampai kira-kira 1 tahun.


 

 

Scroll To Top