Item terkait

Senin, 09 Februari 2015 00:00

NADIA BARTOSHESKY, INSPIRASI WANITA INDONESIA

Nadia bartoshesky wanita asal Indonesia - Cimaja bisa disebut inspirator wanita Indonesia.

Di kesempatan kali ini, Pemburuombak.com berhasil berbincang-bincang dengan surfer wanita inspirator asal Cimaja, Jawa Barat yang sangat mencintai surfing. Dia adalah 'Nadia Bartoshesky'. Kini ia tengah hamil 6 bulan anak pertamanya dan dengan kehamilannya Nadia masih tetap aktif dalam berselancar. Bagaimana keseruan perbincangan tim pemburuombak.com dengan Nadia?

 

Nadia, bagaimana surfing bisa masuk ke dalam hidup kamu?

Saya Memiliki keluarga dengan akar di dunia berselancar dan itu merupakan pengaruh yang besar bagi saya. Lahir di daerah pantai jawa kemudian  tumbuh di Australia di mana budaya berselancar sangat kuat dan banyak membantu saya untuk masuk ke dunia surfing!

Sejak kapan kamu tinggal di Cimaja? Apakah bentuk gelombang Cimaja memacu kamu  untuk terus mengembangkan keterampilan surfing kamu?

Saya lahir di Cimaja dan menjalani masa kecil saya di Cimaja sampai akhirnya saya sudah cukup umur untuk mulai bersekolah lalu kemudian saya pindah ke Australia. Karena menurut keluarga saya, pendidikan yang layak adalah hal yang sangat penting. Lalu di Australia Saya mulai belajar surfing. Ketika itu saya berumur 9 tahun. Setelah pendidikan saya selesai, saya kembali pindah ke Cimaja.

Saya sangat hobi traveling ke banyak tempat(pantai) dan menjajal ombak yang baru. Menurut saya itu adalah hal yang sangat penting, karena dengan banyak pengalaman surfing di ombak yang baru dan berbeda maka keterampilan surfing kita akan semakin baik dan pengetahuan akan dunia surfing akan semakin meningkat. Ombak Cimaja merupakan ombak yang konsisten dan sempurna menurut saya, dan tentunya ombak inilah yang menjadi salah satu sponsor dalam kemajuan surfing saya.

Indonesia adalah negara / kepulauan yang memiliki kondisi surfing terbaik di dunia! Menurut pendapat kamu, apakah generasi muda Indonesia sudah mulai menyadari hal itu? bagaimana menurut kamu?

Budaya berselancar sedang diterima oleh masyarakat sekarang-sekarang ini. Saya lihat sudah mulai banyak generasi muda mulai mengambil papan dan berselancar.

Beralih tentang hal mistis di laut Cimaja, apakah masih banyak orang yang percaya akan hal itu?

Saya rasa di kota-kota kecil atau desa-desa kecil masih banyak orang-orang yang percaya pada hal tersebut. Seperti legenda Ratu Pantai Selatan. Namun saya menghargai itu karena itu juga termasuk dari warisan budaya Indonesia.

Laut untuk kamu adalah?

Ketenangan

Bagaimana rasanya menjadi surfer wanita di Cimaja dan seluruh indonesia?

Sangat menantang dan menyenangkan menjadi surfer wanita di Cimaja. Karena saat itu hampir tidak ada wanita yang surfing. Hanya ada saya dan satu peselancar wanita lainnya. Dan beberapa orang terkejut melihat seorang gadis berada di line-up dan surfing melakukan olahraga yang notabene untuk pria pada saat itu.

Seperti halnya kini yang tidak hanya saya seorang surfer wanita tapi juga surfer wanita yang hamil. Haha, orang di desa ini begitu terpesona oleh fakta bahwa saya masih berselancar selama kehamilan saya. Saya sudah menerima beberapa komentar yang baik dan buruk yang dilemparkan pada saya, tetapi jika Anda sadar akan kondisi ombak, bagaimana tubuh Anda berubah, lalu yakin akan kemampuan yang Anda miliki, maka Anda dapat menyesuaikan dan mengubah teknik surfing Anda sehingga Anda dan bayi Anda aman.

Spot favorit? Papan favorit?

Halaman belakang saya di Cimaja.

Papan favorit saya 6.3” outer island smart board – (papan senjata andalan)

Sekarang bicara soal usaha Hotel kamu di Cimaja,Kapan dan bagaimana ide tersebut di mulai? Siapa pendirinya?

Pendiri Hotel ialah Ayah saya. Dia pertama kali tiba di Cimaja pada tahun 1970, Tidak sampai akhir tahun 1980 kemudian ia bertemu wanita sunda yang cantik (ibu saya). Kemudian merasa klik dengan ombak disini lalu ia memutuskan untuk tinggal di Indonesia, di sini di Cimaja. Setelah awalnya membeli tanah di sepanjang sungai, ia harus menghabiskan banyak waktu untuk pengeringan sawah hanya untuk memasang rumah keluarga pertama kami. Selama bertahun-tahun konstruksi berlangsung, dan pada 2009 adalah tahun restoran / hotel dibuka. Hingga saat ini :)

 

Nah itulah perbincangan singkat antara tim pemburuombak.com dengan Nadia. Hal yang bisa kita petik dari Nadia adalah bagaimana ia terus mengembangkan keterampilan surfingnya. Dari mulai menjadi surfer wanita di daerah yang dulunya masih terbilang awam untuk surfer wanita hingga sekarang di tengah kehamilannya ia masih tetap melakukan surfing. Sangat menginspirasi banyak wanita di Indonesia, dan salut untuk Nadia :)


 

Scroll To Top