Item terkait

Selasa, 19 November 2013 07:24

Ivona Puspita

Ia jatuh cinta dengan dunia surfing saat mulai bekerja di Rip Curl

 

 

Sobat Pemburu Ombak, dalam kesempatan ini senang sekali bisa bertemu dengan seseorang dari Rip Curl Asia yang bernama Ivona. Di tengah kesibukannya bekerja, ia dapat meluangkan waktu untuk berbagi cerita dengan Pemburu Ombak.  Mau tau lebih lanjut, yuk ikuti wawancara Pemburu Ombak dnegan Ivona. Letgoohh!!

 

Ivona, bisakah kamu ceritakan  bagaimana  surfing bisa masuk  dalam hidupmu?

Iya, jadi aku mulai mengenal surfing dari pengalamanku saat bekerja sebagai media Relations di Rip Curl Indonesia. Hal ini membuatku melihat dunia dengan cara yang berbeda, sebagai bagian dari bisnis surfing namun hal ini  yang mendorongku  untuk memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia untuk melihat lebih dalam lagi tentang gaya hidup dari berselancar /surfing.

 

Kenapa  kamu memutuskan untuk masuk ke dalam dunia surfing?

Kamu percaya atau tidak, aku merasa bahwa surfing dapat memperbaiki kualitas hidup siapapun. Orang sepertiku jatuh cinta dengan dunia surfing. Aku pernah mencoba hal-hal lain tapi entah bagaimana aku sangat menyukai segala sesuatu yang berkaitan dengan surfing. Dan aku percaya bahwa surfing dapat meningkatkan kualitas hidup siapapun.

 

Lalu strategi  apa yang  Rip Curl lakukan untuk mendukung dan memberikan visibilitas untuk anak-anak muda?

Kita (Rip Curl) memiliki program untuk Grommet di setiap tahun. Kita ingin melihat lebih banyak anak-anak Indonesia dapat sejajar dengan surfer (Indonesia)  yang ada di dunia dan menunjukkan kepada mereka bahwa  banyak surfer Indonesia yang  memiliki kemampuan yang bagus juga. Selain itu dengan kondisi Indonesia yang memiliki tempat dan fasilitas yang lebih dari cukup untuk surfing.

Dan dari Rip Curl sendiri  ingin mengarahkan anak-anak Indonesia tentang  surfing  dan kesadaran akan lingkungan, Jika lingkungan bersih akan tercipta kenyamanan saat surfing. Hal tersebut erat kaitannya dengan surfing. 

 

Tentang Indonesia- Gimana reaksi orang Indonesia tentang olahraga surfing? Apa kamu pikir surfing bisa masuk dalam kebudayaan Indonesia?

Ini satu hal yang sulit untuk negara Indonesia karena orang Indonesia biasanya takut air laut. Kalau bukan anak yang suka memancing, biasanya nggak berani masuk laut.

Tapi kami bisa melihat lebih banyak anak mudah di Indonesia yang sudah berani masuk air dan mencoba surfing. Karena itu kami tidak mau berhenti mengajari mereka tentang olahraga laut. Salah satu contoh orang Indonesia yang bagus  bermain surfing adalah Oney Anwar dari Sumbawa, seorang anak muda yang sudah masuk surfing di ASP 2014.

 

Soal Perusahan- Berbicara tentang Indonesia, gimana filosofi Ripcurl. Apakah orang Indonesia yang mau kerja di sana?

Kami ada filosofi yang terkenal yang di pakai di Indonesia dan seluruh dunia. “SURFING ADALAH SEGALANYA, tidak ada yang seperti surfing, punggung terbakar dan mata perih, paddling untuk mendapat satu ombak lagi berkali-kali, wax yang menjadi cairan dan pasir panas, air hangat dan air laut.” Dari filosofi itu kami mengajari orang lokal untuk menjadi professional dan tidak melupakan kebudayaanya masing-masing.

 

Apa goal Rip Curl untuk tahun 2013 dan 2014?

2013 sudah selasai, tapi kita bisa berharap lebih banyak lagi surfer dari Indonesia masuk dalam kompetisi International. Itu berarti semua anak-anak akan melihatnya dan muda-mudahan mereka ingin ambil papan dan pergi untuk surfing juga. 

 

Nah itu dia, Interview Pemburu Ombak dan Ivona. Jadi jangan ragu ya untuk surfing, seperti kata Ivona  bahwa surfing dapat merubah hidup seseorang, tentu saja dengan usaha dan pantang menyerah . 

 

Scroll To Top