Item terkait

Senin, 05 Oktober 2015 11:41

ONEY ANWAR : saya tidak pernah lupa dari mana saya berasal

Di edisi wawancara bersama salah satu surfer terbaik Indonesia, kali ini kami menghadirkan Oney Anwar.

 

 

Pemilik nama Hairil Anwar Hamzah yang akrab dikenal Oney Anwar ini lahir di Lakey Peak, Sumbawa pada tanggal 17 Agustus 1993. Oney adalah salah satu surfer yang membanggakan nama Indonesia, karena berhasil menggaet Brand Rip Curl untuk mensponsorinya sejak tahun 2003 dan membawanya hijrah ke Australia pada tahun 2007 sebagai bagian dari Rip Curl's International Grommet development program, surfing dan bersaing di Palm Beach boardriding Club.

Oney lulus sebagai orang Indonesia pertama dari Palm Beach Currumbin State High. Prestasi Oney terus meningkat di jajaran Juniors Pro Australia dan menciptakan sejarah sebagai surfer Indonesia pertama yang memenangkan kompetisi Australian Pro Junior pada tahun 2010. Saat itu Oney mendapatkan hadiah sebesar $ 3.000 USD dan uang tersebut ia kirimkan untuk orang tuanya di kampung untuk membuat rumah. Oney merupakan contoh anak muda yang begitu berambisi untuk mengejar mimpi. Mimpinya yakni menjadi surfer pertama yang masuk ke jajaran World Surf League. Kisah oney banyak menginspirasi surfer surfer lain serta anak muda lain untuk selalu percaya akan bermimpi dan mengejar mimpi kita. Kini Oney, menetap di Australia, dan sebagai anak Indonesia yang kini menetap di luar negeri. Bagaimana pandangannya tentang surfing, Indonesia dan lainnya di mata Oney Anwar?

 

- Oney, Kamu memutuskan untuk mengubah hidup kamu. Dengan bantuan keluarga dan sponsor kamu berhasil tinggal di Australia. Apakah Kamu menganggap bahwa itu adalah keputusan yang tepat dalam hidup Kamu sebagai surfer? Dan sebagai pribadi kamu sendiri?

Iya tentu saja. Menurut saya bergerak menjauh dari negara kelahiran, keluarga dan rumah Anda berarti Anda harus beradaptasi dengan matang dan cepat, dan bagi saya itu adalah kesempatan terbaik yang datang pada saya. Disini Saya telah belajar untuk surfing di semua jenis dan kondisi, bertemu begitu banyak orang-orang hebat yang telah membantu mendorong karir saya ke depan dan juga mendapatkan residensi Australia.

 

- Dan dari mulai saat itu Kamu mulai melihat Indonesia dengan perspektif lain. Apa Perbedaan negara barat dengan negara kelahiran Kamu? Dan tentang budaya surfing? Pasti ada perbedaan antara budaya surfing di pantai Indonesia dengan dunia barat?

Ada begitu banyak perbedaan budaya. Ini adalah kejutan realitas bagi saya, seperti peradaptasian dari makan sereal untuk sarapan dan steak hampir setiap malam. Butuh beberapa saat untuk saya terbiasa akan hal yang berbeda dengan kebiasaan di Tanah kelahiran saya. Tapi untuk sekarang ini hal yang berbeda tersebut sudah normal bagi saya. Sedangkan dalam budaya surfing, di Indonesia kita mencoba untuk menghormati semua orang di dalam air dan nomor satu kita menghormati penduduk setempat. Di Australia, terutama di Snapper kita tidak benar-benar tahu siapa yang lokal dan bukan dan mereka bersama sama mengejar ombak namun tetap saling menghormati. Tapi tetap ketika saya bepergian atau di Australia saya selalu rindu gelombang sempurna dan gaya hidup di Indonesia atau kampung halaman saya.

 

- Pengalaman Kamu di WSL, kami tahu mengejar WCT adalah mimpi kamu, dan apakah berada di WSL adalah mimpi yang menjadi kenyataan? Serta Pelajaran apa yang bisa kamu ambil dari semua itu?

Ya itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Untuk mendapatkan kesempatan ini dan melakukan perjalanan pada WQS serta bersaing untuk sebuah tempat di Tour, tetapi saya tidak pernah lupa dari mana saya datang dan saya bersyukur setiap hari telah diberi kesempatan besar ini dan mudah-mudahan ini dapat menginspirasi anak-anak Indonesia lain untuk mengejar mimpi mereka, melakukan hal yang sama seperti saya atau bahkan lebih.

 

- Sekarang tentang Indonesia, budaya surfing / budaya laut ... Kita berbicara tentang Archipelago terbesar di dunia dengan ombak terbaik di dunia ... Apakah Kamu pikir orang-orang indonesia lupa lautan? Maksud kami apa yang penting untuk dilakukan, untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia tentang hal itu?

Saya pikir perlu diperkuat lagi pendidikan tentang laut dan ekosistemnya. Orang perlu belajar tentang dampak pencemaran terhadap lautan, pada hewan dan bahkan di saluran air kita. Saya akan senang melihat pemerintah terlibat dalam proyek-proyek untuk mendidik masyarakat tentang pembuangan sampah dan aksi pelestarian lingkungan lainnya. Melakukan beach clean up (pembersihan pantai) secara rutin dan mengurangi penggunaan plastik.


Scroll To Top