Item terkait

Rabu, 25 Desember 2013 06:04

Clemens Berger

Bagaimana ia bisa di Bali?   Read in EN

 

Clemens merupakan pendiri salah satu perusahaan surfing “Electric” Bali. Merek Electric sepertinya sudah tidak asing bagi sebagian orang. Clemens berasal dari German, ia tidak pernah terfikir bahwa ia akan sejauh ini dalam dunia surfing. Ia mengatakan bahwa surfing tidak ada dalam benaknya sebelumnya. Tapi hal tersebut bisa membuatnya berbalik dan sangat menyukai surfing saat ia mencari tahu tentang surfboard. Dan Indonesia menjadi urutan pertama tempat dimana ia akan kunjungi saat itu. Karena semua orang selalu mengatakan Indonesia seperti "Shangri-La place". Mau tahu cerita selengkapnya, ikuti interview Pemburu Ombak dan Clemens!

 

P :  Pertama-tama aku ucapkan terimakasih karena sudah menyempatkan waktu untuk Pemburu Ombak. Coba ceritakan bagaimana kamu bisa mengenal surfing?

Q : Ya tentu saja. Dulu aku bermian snowboarding dan skateboarding. Aku tinggal di dekat pegunungan Alpen shingga kita dapat bermain snowboarding hampir sepanjang tahun di gletser. Jadi surfing benar-benar tidak ada dalam pikiranku. Suatu hari Ayahku membawa surfboard ke rumah. Dia melihat surfboard tersebut terpajang disuatu toko di kota kami dengan jarak kurang lebih 500 km dari pantai. Itu sangat aneh karena pemilik toko tidak pernah mau menjualnya dan surfboard itu hanya sebagai hiasan. Sehingga aku berada di tengah-tengah  hutan melihat papan aneh bahwa seseorang telah  membuatnya di Afrika Selatan dan aku tidak tau entah bagaimana bisa menemukan jalan ke Jerman. Hal tersebut sudah aku dicoba. Jadi aku berkemas dan melaju ke Hossegor karena aku dan seorang teman telah mendengar  bahwa ada tempat dimana orang-orang bermain surfing. Kami sangat mengerti tapi aku masih ingat ombak pertamaku. Aku merasa sangat terpikat.

 

P : Lalu bagaimana kamu bisa berada di Indonesia? Apakah ini merupakan rencana dalam hidupmu?

Q : Ketika pertama kali aku surfing, aku merasa sangat beruntung karena aku dapat mengunjungi dua tempat yang menarik, yaitu Amerika Tengah “Brazil” dan Eropa itu merupakan beberapa tempat untuk surfing.Tapi setiap tempat yang aku kunjungi, orang-orang selalu mengatakan “ Tempat ini tidak jelek tapi tunggu saja hingga kamu pergi ke Indonesia”. Indonesia semacam "Shangri-La place" Jadi aku  menempatkanpada bagian teratas daftar tempat untuk aku kunjungi. Ketika aku kembali ke kampung halamanku, teman-temanku baru saja mulai belajar penelitian untuk Manajemen Internasional yang didalamnya termasuk satu tahun bekerja di luar negeri dan aku pergi ke Indonesia.

 

P : Clemens, Kamu telah membangun salah satu perusahaan surfing terbesar di Bali. Bagaimana bisa? Ini adalah sebuah prestasi besar yang dicapai dalam hidupmu?

Q : Aku tidak menganggap kami besar dengan berbagai arti, tapi ini lebih cocok dikatakan seperti sekelompok orang yang mencari satu sama lain dan melakukan apa yang kita sukai. Dengan segala kondisi  yang ada aku sangat bersyukur bisa mencapai sejauh ini. Tapi yang lebih penting lagi, aku keluar  dan meninggalkan zona nyaman.

Semuanya dimulai saat aku magang di Rip Curl. Ketika pertama kali aku di Bali setelah 6 bulan di Yogyakarta, Rip Curl sedang mencari Marketing Manager. Aku berfikit ini adalah kesempatan yang tepat untuk saat itu. Aku bersama Rip Curl selama 7 tahun dan menjadi Marketing untuk Tenggara Asia. Setelah acara Rip Curl Pro Search di Uluwatu, aku merasa sudah waktunya untuk mencoba sesuatu yang baru,  jadi saya bergabung dengan Aristidis Giorginis sebagai investor dan kami bekerjasama. Hal tersebut merupakan langkah besar untuk merancang perusahaan besar tetapi Ari sudah memiliki latar belakang bisnis yang lengkap dan aku banyak belajar darinya. Ada saat ketika aku merasa seperti  berusia 16 tahun yang mengemudi Ferrari. Aku tidak keberatan dengan risiko tapi begitu banyak tanggung jawab untuk para staff yang berkerja denganmu. Mereka harus memberi makan keluarga mereka dan ingin mengembangkan karir mereka dan kami ingin membantu mereka dengan ini. Seperti semua dimulai saat  kami memiliki beberapa panggilan akrab di awal tapi sekarang  kita  berada di tahun ke-3 dan itu semua sudah jauh lebih lancar.

 

P : Kemudian strategi ELECTRIC itu luas, kenapa kamu membuatbrand tersebut lebih berhubungan dengansurfing?

Q : Strategi pemasaran adalah semua dikembangkan oleh ELECTRIC di California dan kemudian kami mengambil dan "menerjemahkan" ke dalam apa yang kita rasakan yang terbaik bagi pasar Indonesia.
Memang benar bahwa surfing adalah bagian inti dari upaya pemasaran kami dan juga apa yang paling kita nikmati di Bali, tapi kami juga bekerja sama dengan atlet skateboard yang terpilih dan musisi.

 

P : Bagaimana kamu  mengamatimasyarakat Indonesia tentang surfing? Apakah menurutmu surfing cocokuntuk Negara yang belum memiliki budaya kelautan yang besar?

Q : Wahh, ini adalah pertanyaan yang bagus. Surfing adalah pasti berkembang di Indonesia. negara ini memiliki beberapa dunia ombak terbaik dan beberapa atlet surfing yang luar biasa. Disisi lain pada kompetisi surfing tingkat nasional masih bukan olahraga yang diakui. Ada beberapa orang yang sangat aktif seperti Tipi, Arya dan crew dari ASC yang bekerja untuk mendapatkan bahwa surfing dapat menjadi olahraga yang diakui. Setelah hal tersebut tercapai kita harus melihat perubahannya dalam beberapa bulan.

 

P : Apakah menurutmu Budaya kelautan mulai menyebar di masyarakat Indonesia? Saya melihat hal tersebut ada setiap hari. "Kepulauan terbesar di Dunia ... ombak terbaik di dunia ...." Apa yang akan kamu  katakan kepada generasi muda Indonesia? Apakah ada pesan untuk mereka?
Q : Itu adalah milikmu. Ambil kesempatan dan buatlah sesuatu yang besar dari semua ini. Jangan menunggu orang-orang yang lebih tua untuk langkah tersebut. Tempat-tempat tersebut dan ombak yang unik dan tidak pernah dibangun kembali. melestarikan apa yang kamu nikmati.

 

P :  Lalu bagaimana filosofi Electric untuk para staff yang bekerja dengan perusahaan kamu?

Q : Terlepas dari aku dan Julia semua staff kami sepenuhnya  orang Indonesia dan kami bangga memiliki orang-orang dari seluruh Indonesia, dari semua latar belakang budaya dan agama yang bekerja adalah  sebagai sebuah tim. Tidak pernah ada begitu banyak pertanyaan dari mana kamu.

 

P :  Apakah tujuansudah tercapai di tahun 2013? dan apa rencanamu untuk tahun 2014?

Q : Tahun 2013kami mengalami pasang surut. Pemerintah mengubah semua peraturan impor dan membuatnya sangat sulit bagi kami. Tapi kami berhasil melewati itu dan masih selesai 30% di atas tahun lalu. Mega Semadhi memenangkan Rip Curl Cup Padang Padang dan pemain skateboard kami Juga seperti itu, secara keseluruhan tahun 2013 menjadi tahun yang sangat menarik. Produk bijaksana tahun depan yaitu semua tentang jam tangan dari Electric dan kedepannya mengembangkan diluar Bali dan terakhir tapi belum berakhir menangkap banyak ombak yang bagus.

 

 Terimakasih Clemens semoga apa yang menjadi tujuan dari perusahaan dan hidupmu dapat tercapai, Good Luck!!

Scroll To Top