Item terkait

Rabu, 14 Januari 2015 10:36

ONEY ANWAR "CHASING THE DREAM" PREMIERS IN BALI

Peluncuran film dokumenter oleh Rip Curl Asia Tenggara bertajuk Oney Anwar - "Chasing The Dream" diadakan di Teater Beachwalk, Cineplex xx1, Kuta, Bali...

 

Peluncuran film dokumenter oleh Rip Curl Asia Tenggara bertajuk Oney Anwar - "Chasing The Dream" diadakan di Teater Beachwalk, Cineplex xx1, Kuta, Bali pada Senin malam tanggal 12 Januari 2015.  Film dokumenter yang Unik, inspiratif dan memicu adrenalin ini rampung setelah empat tahun proses pembuatan. Pembuat film independen dan produser Karen Elisabeth Donald berkolaborasi dengan Direktur Jason Moon dan co-produser Marc Senior of End Films, London, Inggris.
"Terlepas dari gaya konvensional film surfing, kami telah mendekati film dari perspektif non-surfer", jelas Karen. "Hal ini telah membantu untuk memberikan Chasing The Dream jenis kedalaman dan wawasan yang sangat beda dan jarang terlihat dalam genre film surfing lainnya. Meskipun banyak peselancar muda Indonesia diberkati dengan kemampuan alami, Oney tampaknya memiliki drive tambahan yang diperlukan ",Tambahnya.

Bungsu dari dua belas bersaudara ini tumbuh dari sebuah keluarga Muslim yang penuh kasih. Oney mengembangkan obsesi dengan berselancar, berkat dorongan dari kakaknya dan ibunya. Oney selalu berlatih keras surfing setiap hari menyusuri pantai di teriknya matahari dan cuaca panas.

"aku mulai berselancar ketika berusia tujuh tahun," jelas Oney. "dalam hati aku berkata 'Aku akan datang surfing setiap hari setelah sekolah. Dan itulah yang aku lakukan, menemukan surfing adalah hal yang terbaik bagiku!

Brian O'Connell adalah Oney "Irish Dad". Dia pertama kali bertemu Oney di Lakey Peak saat Oney berusia tujuh tahun. saat berusia delapan tahun Oney mendekati Brian dan menyatakan bahwa "ia ingin menjadi seorang surfer pro!" dan Brian mendanai Oney dan saudaranya ke Bali untuk pertama kalinya. Sejak itu Brian yang telah menjadi mentor Oney dan Gazali. Ftografer Surf Internasional Nathan Lawrence juga termasuk pendukung Oney hingga Oney bisa seperti sekarang ini. Nathan membantu Oney dengan menyediakan papan selancar bekas yang disumbangkan dari beberapa surfer dunia termasuk John John Florence. Nathan juga membantu Oney dalam mendukung financial perjalanan pertama dan keempat untuk Oney pergi ke Bali. Memberikan akomodasi untuk Oney saat berada di Bali serta membantu Oney ikut dalam kompetisi pertamanya. Kemudian Pada tahun 2007 Doug 'Claw' Warbrick, (pendiri Rip Curl) menarik Oney pada program pengembangan remaja Rip Curl International dan memindahkan Oney ke Gold Coast, Australia.

Film ini mendokumentasikan kisah luar biasa dari seorang anak desa yang amat gigih berupaya untuk menjadi orang Indonesia pertama yang pernah bersaing di Kejuaraan World Tour. Juara Dunia, Mick Fanning, membimbing dan membantu Oney Anwar ke panggung surfing internasional. Film ini juga didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan film dokumenter ini diproduksi oleh sebuah tim internasional. Film ini menggambarkan budaya tradisional Indonesia yang kaya dan keindahan pantai Australia.

Sumbawa terletak tiga pulau dari Pulau Bali. Pulau Sumbawa sangat berbeda dari Bali. Orang-orang dari Sumbawa tidak tahu bagaimana untuk mengeksploitasi pariwisata, yang membuat mereka hidup dalam kemiskinan yang ekstrim. Sebuah proyek untuk membantu anak-anak dari Lakey Peak akan diluncurkan oleh produser Karen Donald, yang memungkinkan pemirsa untuk mendukung anak-anak.

"Apa yang paling dibutuhkan anak-anak di Lakey Peak adalah kesempatan ke Bali dan bersaing dalam acara gromet secara teratur, ini akan dengan cepat membantu melacak keterampilan mereka lebih cepat dari apa pun", kata Mark Clift, penyelenggara kompetisi Lakey Peak Tahunan. "Papan yang baik juga sangatlah penting. Desa Nangadora memiliki banyak peselancar berbakat yang memiliki sedikit dukungan ".

Rip Curl pertama kali melihat Oney saat kompetisi GromSearch Youth Surfing competitions yang diadakan di seluruh Indonesia. Ketika itu ia baru berusia 9 tahun dan Rip Curl Segera melihat potensi Oney dan membawanya ke World Stage Professional, Rip Curl mendukung penuh bakat muda Oney dan membantu mengembangkan Surfing dan Pendidikannya, Rip Curl telah menjadi pendukung utama Oney sejak saat itu.

Kami kagum melihat karir Oney yang berkembang selama 11 tahun terakhir - ungkap Marketing Manager Rip Curl - James Hendy. "Dia telah menunjukkan tekad yang luar biasa dan telah mendorong dirinya melalui segala macam situasi dan halangan dalam mengejar mimpi-mimpinya. Oney adalah contoh bakat besar di daerah terpencil Indonesia dan film ini menyoroti karirnya hingga sejauh ini. Berkat tekad besar Karen dan Jason untuk mengumpulkan dokumenter besar ini, mudah-mudahan ini bisa menginspirasi Surfers lain untuk selalu semangat dalam meraih mimpi "

 

 

Follow Oney’s dream at: www.oneyanwar.net
Join on Facebook:
www.facebook.com/chasingthedream

 


Cam - Cimaja Live

Scroll To Top