Item terkait

Kamis, 08 Januari 2015 06:04

DESTINASI SELANCAR DI PULAU ROTE

Pulau Rote adalah wilayah paling selatan Indonesia...

 

Pulau Rote adalah wilayah paling selatan Indonesia yang memiliki kekhasan budidaya lontar, alat musik sasando, topi adat ti’i langga, terkenal  juga akan wisata baharinya terutama olahraga selancar. Ombak Pulau Rote telah dikenal oleh peselancar dari belahan dunia karena memiliki banyak spot ombak yang sempurna serta pantai dan pulaunya yang begitu indah. Salah satunya Pantai Boa yang kerap dikunjungi peselancar hebat domestik dan asing karena ombaknya yang berkelas internasional. Kawasan pantai ternama lainnya, yaitu Nemberala yang menjadi titik para peselancar ke berbagai titik-titik selancar yang menantang lainnya. Tinggi ombak di Namberala ini mencapai tiga kali tinggi orang Indonesia. Ombak sempurna Namberala tersedia di bulan Juli hingga September. Adalagi daerah di Pulau Rote yang sayang untuk kamu lewatkan. Yaitu T-Land yang merupakan jalur ombak yang menggulung ke arah kiri dengan putaran yang spektakuler. T-Land adalah  salah satu jalur ombak terpanjang di Indonesia yang menggulung ke kiri. Panjang gulungan ombaknya bisa mencapai ratusan meter, inilah jalur paling tepat bagi mereka yang mahir. Untuk menjajal ombak T-land baiknya di bulan Mei hingga Oktober. jika kamu gemar selancar arah kanan, maka cobalah Ombak di Do'o yang menyediakan ombak gulungan ke arah kanan terpanjang di Indonesia. Di Do'o ombak akan sempurna di bulan Maret dan Desember. Dan masih banyak lagi spot surfing di Pulau Rote.

Keindahan pulau ini terus diperbincangkan petualang dan peselancar karena memiliki permukaan pulau yang berbukit yang diseimbangkan oleh padang sabana serta beberapa danau kecil layaknya laut mati. Pulau Rote memang surga bagi peselancar. Untuk mengunjungi Pulau Rote, terbanglah ke Kupang di Pulau Timor. Kamu akan mendarat di Bandara El Tari dimana selanjutnya menuju Pelabuhan Laut Tenau. Bila waktu terlanjur petang maka ada baiknya kamu menginap di Kupang. Dari Tenau, Anda akan menyebrangi lautan ke Ba’a di Pulau Rote. Perjalanan akan ditempuh selama 2 jam dengan menggunakan feri cepat atau sekitar 4,5 jam dengan feri biasa. Setiba di pelabuhan Ba’a Rote, kamu dapat melihat pantai berair jernih dan pohon-pohon bakau menghiasi sekelilingnya. Ada juga dermaga dengan suasana pantai pasir putih, pertokoan serta rumah penduduk beberapa rumah penduduk dengan ciri khas pagar yang terbuat dari pelepah daun lontar yang telah mengering. Jalanan yang naik turun dan berkelok-kelok membawa kamu menikmati hamparan bukit yang luas dengan hewan-hewan berkeliaran. Kemudian dari Ba’a naiklah transportasi umum dengan waktu 2 jam perjalanan untuk tiba di Desa Nemberala. Untuk akomodasi, di Pulau Rote sudah banyak tersedia homestay untuk para surfer.

 

 


Cam - Cimaja Live

Scroll To Top