"FENOMENA SUPERMOON" MENGAPA BISA TERJADI? BERIKUT PENJELASANNYA Pict by ; Bali News and Views

Item terkait

Senin, 14 November 2016 23:34

"FENOMENA SUPERMOON" MENGAPA BISA TERJADI? BERIKUT PENJELASANNYA

Kejadian langka "Supermoon" tercerah baru saja terjadi pada tanggal 14 November 2016, setelah terakhir terjadi di tahun 1948...

Ada yang beda dengan bulan purnama di bulan November ini, pasalnya bulan tampak lebih besar dan lebih cerah. Beberapa orang menyebutnya dengan fenomena "supermoon". Terakhir kalinya fenomena ini terjadi pada tahun 1948. Jadi maka dari itu banyak orang berbondong bondong memandang dan mengabadikan fenomena supermoon nan langka ini.

Mungkin diantara kalian tentunya banyak yang penasaran mengapa fenomena ini bisa terjadi. Berikut pemburu ombak mencoba mengumpulkan berbagai informasi yang akurat dari berbagai sumber terpercaya perihal mengapa "supermoon" ini terjadi.

Istilah supermoon populer didefinisikan sebagai sebuah bulan purnama yang bertepatan dengan orbit bulat terdekat dengan bumi, atau perigee. Supermoon atau yang biasa dikenal dengan bulan perigee dalam astronomi terjadi saat bulan ada pada jarak terdekat dengan bumi, sehingga membuat bulan tampak terlihat besar dan terang. Rata-rata jarak bumi dan bulan adalah sekitar 384.400 kilometer.

Karena orbit bulan mengelilingi bumi berbentuk telur, ada saat-saatnya siklus tersebut ketika bulan berada di dekat atau jauh dari kita. Karena ukuran dari orbit bulan sedikit bervariasi dari waktu ke waktu, setiap bulannya perigee tidak selalu berada pada jarak yang sama dari bumi. Pada bulan ini, bulan resmi mencapai perigee pada 06 :21 ET (11 :23 UT) pada 14 November, dengan jarak 221.524 mil dari planet bumi kita, dan diukur dari pusat antara Bumi dan bulan. Bulan mencapai fase purnama hanya pada dua setengah jam kemudian, pada pukul 08:52 (13 :52 UT) pada 14 November. Sebelumnya Bumi belum pernah berada sedekat ini dengan bulan purnama sejak 26 Januari 1948 yang berjarak hanya 30 mil lebih dekat daripada supermoon pada bulan ini. Menurut para peneliti, fenomena supermoon seperti ini akan hanya terjadi lagi nanti di tahun 2034. Sedangkan fenomena "supermoon" terdekat dengan bumi, akan terjadi hanya di tahun 2052 yakni hanya berjarak 221.472 mil dari bumi.

Supermoon kadang dihubung-hubungkan dengan bencana alam, seperti gempa bumi, gunung meletus, dan lain-lain. Itu karena waktu terjadinya "supermoon" hampir selalu berdekatan dengan terjadinya suatu bencana alam tertentu. Namun, "supermoon" tidak cukup kuat untuk memengaruhi permukaan tanah ataupun gunung berapi di Bumi, pengaruh dari fenomena bulan super ini di bumi hanyalah naiknya permukaan laut sekitar beberapa inci di beberapa daerah.

Pengaruh fenomena "supermoon" terhadap peningkatan aktivitas seismik justru terjadi di permukaan bulan sendiri, meskipun efeknya tidak terlalu besar. Ketika berada dalam keadaan supermoon, bulan mengalami gempa. Hal ini terdeteksi oleh instrumen seismologi yang ditinggalkan oleh para astronot apollo 11 di bulan. Istilah "supermoon" pertama kali dikemukakan oleh astrolog Richard Nolle pada tahun 1979.

Wah guys, bagaimana apa kalian sempat menyaksikan dan mengabadikan supermoon semalam ?

  • EN: EN

Cam - Cimaja Live

Scroll To Top