Kamis, 27 Oktober 2016 13:43

VAKSIN DBD PERTAMA DI DUNIA KINI TELAH HADIR DI INDONESIA

Dengvaxia, diproklamirkan WHO bakalan ampuh mencegah DBD..

WHO telah mengumumkan ditemukannya vaksin pencegah DBD pada bulan April 2016 silam. Vaksin yang diberi nama Dengvaxia ini diteliti selama dua puluh tahun dan merupakan hasil penelitian Sanofi Pasteur.

Indonesia sebagai Negara tropis merupakan salah satu negara yang rentan akan DBD. Terutama jika musim penghujan datang, kasus DBD di berbagai pelosok Indonesia pun terjadi dan bertambah. Akhirnya setelah penantian yang begitu panjang, vaksin pencegah DBD pun ditemukan. Tentunya ini merupakan kabar yang melegakan karena vaksin ini sudah tersedia di Indonesia meskipun secara komersial. Vaksin ini diberikan secara tiga kali selama satu tahun melalui cara suntik.

Sanofi Pasteur bersama dengan Peneliti Utama Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro SpA(K) melakukan penelitian untuk mengembangkan vaksin DBD. Hasil penelitian tersebut menunjukkan, vaksin ini efektif mengurangi risiko penularan DBD hingga 65,6 persen.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui vaksin dengue tersebut digunakan di Indonesia. Vaksin ini dapat mematikan empat serotipe virus dengue yang umum menyerang manusia.

Vaksin DBD ini hadir di momen yang tepat, yakni saat musim hujan terjadi di Indonesia. Tercatat hampir 160.000 kasus DBD sampai akhir September 2016. DBD merupakan prioritas kesehatan masyarakat yang harus diberantas di Indonesia. Tahun 2015, ada 129.000 kasus DBD yang telah merenggut 1.071 nyawa. Bahkan, kasus DBD cenderung meningkat di Indonesia di awal tahun 2016.

Penemuan vaksin Dengue dianggap sebagai salah satu pencapaian historis dalam sejarah vaksinologi dan diyakini akan menurunkan angka kejadian demam Dengue/demam berdarah Dengue. Dengvaxia telah didesain untuk digunakan oleh manusia yang memiliki usia 9-45 tahun dengan semua subtipe virus DBD yang ada.

Setiap suntikan vaksin mengandung 4 antigen virus dengue yg telah dilemahkan : DENV 1, DENV 2, DENV 3 dan DENV 4. Vaksin diberikan 3 kali suntikan dgn interval waktu 6 bulan (bulan 0-6-12). Vaksin disuntik subkutan (dibawah permukaan kulit). Vaksin ini efektif diberikan pada anak usia 9 tahun keatas. Vaksin dengue yang sekarang belum memberikan kekebalan yang efektif pada anak dibawah usia 9 tahun. Dibutuhkan riset lanjutan sehingga vaksin bisa menjangkau semua umur. Riset lanjutan juga diperlukan apakah seseorang membutuhkan vaksin ulangan (booster) untuk mempertahankan kadar antibodi yang memadai sampai dewasa. Vaksin dengue yang ada belum masuk program vaksinasi nasional, sehingga pemberian vaksin masih dilakukan secara mendiri. Harga vaksin terhitung relatif mahal.

Saat ini vaksin ini telah dipasarkan di beberapa negara rawan DBD seperti Meksiko, Brazil, El Salvador, Kosta Rika, Paraguay, Guatemala, Peru, Bolivia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Indonesia.

 

  • EN: EN

Cam - Cimaja Live

Scroll To Top