Item terkait

Rabu, 09 September 2015 14:57

PACU ADRENALIN DI WISATA YOGYAKARTA

Beberapa spot wisata ekstrim yang terdapat di Yogya ini patut kalian kunjungi..

Yogyakarta kota yang terkenal kental dengan budaya dan keramahan penduduknya serta murahnya kehidupan disana, ternyata menyimpan banyak spot wisata yang menarik untuk kalian kunjungi. Tidak hanya wisata laut seperti berselancar, namun kalian juga bisa melakukan hal lain di kota pelajar ini. Apa saja kegiatan yang bisa kita lakukan di Yogya? berikut ulasan spesial dari Pemburuombak.com untuk kalian..

 

- Pantai Krakal : Di pantai ini kalian bisa menikmati laut dengan berselancar yang didukung dengan ombaknya yang besar dan pas untuk kalian para Pemburu Ombak. Surfing di pantai dengan batuan karang dibawahnya akan memberikan pengalaman ekstrim yang menantang. Jadi hanya surfer profesional yang disarankan. Surfer harus berjalan menuju ke deretan batu karang di lepas pantai untuk kemudian menyongsong ombak bertipe reef break yang cukup menantang.

- Pantai Siung : Pantai ini merupakan surga bagi para pemanjat tebing. Kaya akan karang-karang raksasa dan memiliki 250 jalur pemanjatan. Di sini terdapat puluhan blok tebing dengan berbagai ketinggian dan tingkat kesulitan. Kita bisa mencobanya mulai dari tebing welcome di blok terdepan hingga tebing-tebing yang lebih tinggi di belakangnya. Kalau mau lebih ekstrim lagi kalian bisa juga coba sensasi hanging bivak, yakni bermalam sambil bergantungan di atas tebing. Sebuah pengalaman yang pasti tak akan terlupakan.

- Gua Pindul : Menyusuri sungai menggunakan perahu karet merupakan hal yang biasa, namun jika sungai itu mengalir di dalam gua tentu saja akan menjadi petualangan yang mengasyikkan sekaligus menegangkan. Kita akan menyusuri sungai dalam gelapnya perut bumi sepanjang 300 m. Dinginnya air sungai yang membelai tubuh, lembabnya udara, serta minimnya cahaya akan membuat suasana sedikit mendebarkan. Sembunyikan ketakutan akan gelap, resiko tenggelam, dan sesak nafas. Cave tubing di Gua Pindul dilengkapi dengan life jacket, ban pelampung, dan pemandu yang sudah terlatih.

- Nglanggeran : Mendaki batuan andesit raksasa yang dulunya adalah gunung berapi akan menjadi pengalaman tak terlupa. Menyusuri jalan setapak dengan bukit batu di sisi kanan dan kiri jalan menjadi pengalaman mengasyikkan. Semakin ke atas, jalan semakin terjal. Sebuah celah sempit nan curam dengan bukit batu di kanan dan kirinya menyambut. Lorong sempit yang agak gelap ini hanya bisa dilewati oleh satu orang. Tapi jangan mendaki ketika musim hujan ya, karena licin dan terjal dan tentunya berbahaya.

- Bukit Parang Endog : Disini kalian bisa mencoba paralayang dan rasakan sensasi terbang seperti burung bebas. Lepas landas dari atas Bukit Parang Endok dengan angin pantai yang bertiup kencang akan membuat paralayang bergetar dan jantungpun berdegup kencang. Sebuah pemandangan hamparan Pantai Parangtritis dari atas akan menjadi pemandangan yang fantastis.

- Pantai Glagah : Pantai ini adalah tempat Kayaking yang indah. Meskipun tidak bisa dibilang sebagai olahraga ekstrim, tapi tetap saja kayaking di laguna ini bikin deg-deg-an. Pakai jaket pelampungmu, jaga keseimbangan badan, dan mulailah mendayung. Nikmati saja suasana kayaking di laguna yang tenang dengan latar pemandangan indah Pantai Glagah.

- Museum sisa Hartaku : Erupsi Merapi pada akhir 2010 lalu masih menyematkan kenangan pilu di benak penduduk Desa Kepuharjo yang terletak di lereng gunung berapi paling aktif ini. Tapi, alih-alih terus meratap, Seorang warga bernama Pak Riyanto mengubah sisa-sisa harta bendanya menjadi sebuah museum mungil yang menarik. Museum Sisa Hartaku memamerkan benda-benda yang tersisa dari sergapan wedhus gembel yang ditata di puing-puing rumah Pak Riyanto. Meski sederhana, tempat ini sarat makna; ia memamerkan saksi-saksi kedahsyatan semburan awan panas yang panasnya mencapai ribuan derajat. Ada bangkai sapi yang tinggal belulang, bangkai sepeda motor, gamelan yang tampak terbakar, serta sejumlah perkakas lainnya

- Curug Indah Tegalrejo : Secara administratif. Curug Indah Tegalrejo ini terletak di Tegalrejo, ujung timur Gunung Kidul, Yogyakarta. Tapi, masyarakat setempat juga menyebutnya Curug Bayat, karena lokasinya yang berbatasan dengan daerah Bayat, Klaten. Untuk akses menuju ke tempat ini, memang jauh lebih cepat jika kamu melewati Klaten lalu belok ke selatan menuju Bayat. Dari Yogyakarta, kamu bisa sampai ke Curug Indah Tegalrejo dalam jangka waktu 1 jam, dengan menggunakan motor atau mobil. Curug yang masih relatif minim pengunjung ini terdiri dari beberapa curug yang bertingkat dan dinaungi pepohonan hijau di kanan kirinya. Kalau kamu punya nyali, kamu bisa mencoba terjun dari atas tebing ke curug di bawahnya. Tapi hati-hati, karena curugnya cukup dangkal. Salah-salah kamu malah bisa cidera saat berlibur. Untuk datang ke curug ini, kamu hanya dipungut biaya parkir yang dikelola oleh warga sekitar. Di Curug Indah Tegalrejo suasana asri khas pedesaan akan terasa sangat kental.Kamu tidak akan sering bertemu sesama turis di sini. Justru warga sekitar dan anak-anak sekolah yang sengaja mampir untuk menyegarkan badan dengan air dari sumber mata air murni lah yang lebih sering kamu jumpai. Damai, tenang, dan tradisional. Begitulah gambaran Curug Indah Tegalrejo.

- Gumuk Pasir Parangkusumo : Nikmati sensasi Sandboarding disini. Meluncur dengan snowboard di Jogja mungkin adalah hal yang mustahil. Tapi, Jogja punya wilayah gumuk pasir satu-satunya di Indonesia yang bisa kamu gunakan untuk olahraga sandboarding. Letaknya di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Asal kamu tahu, lahan gumuk pasir cuma ada dua di dunia. Satu lagi terdapat di Meksiko. Di gumuk pasir ini, kamu bisa menjajal serunya menuruni bukit dengan papan luncur. Jangan mengira ini mudah lho. Kamu harus bisa menjaga keseimbangan kalo gak mau tergelincir konyol. Gak usah takut duluan, olahraga ini aman kok dimainkan pemula.

 

Nah guys, Yogyakarta tepat banget kan untuk kalian yang mau mencoba memacu adrenalin :)

Cam - Cimaja Live

Scroll To Top