Item terkait

Jumat, 13 Desember 2013 10:15

Petualangan Gemala Hanafiah Ke Raja Ampat Part A

Mengunjungi Raja Ampat adalah impiannya sejak lama

 

 

Siapa yang tidak tahu dengan Raja Ampat, yang saat ini menjadi primadona para pecinta diving. Raja AMpat terletak di Pulau paling timur dari Indonesia, pulau Papua. Gemala atau yang akrab dipanggil AL (surfer wanita Indonesia)  telah mengunjungi Raja Ampat. Ia dan beberapa temannya menjelajahi  tempat indah ini dalam 5 hari.

 

Al mengatakan mengunjungi Raja Ampat sudah menjadi impiannya sejak lama. Wnaita yang aktif traveling untuk salah satu stasiun tv ini bukan berarti sudah berkali-kali ke Raja Ampat. Dari semua pertanyaan yang paling sering dilontarkan adalah " Raja Ampat itu keren banget ya, pasti kamu sudah pernah kesana deh.."  begitu kata teman-temannya. Oleh karena itu tidak ada salah kan jika ia gencar untuk mempromosikan tempat yang disebut ” surga ” tersebut.

 

Kota yang ia sampai pertaman adalah Sorong. Lalu setelah makan ia melanjutkan perjalanan dengan menggunakan 2 speedboat, Al merasa sangat senang karena biasanya membelah kemacetan ibu kota, kini ia membelah lautan biru dengan lama perjalanan 4 jam.  Lalu sampailah ia di Deborai Resort, Resort yang terletak di pulau Urai tersebut kamar-kamarnya cuma berlantai kayu dan berdinding bilik dan dikelilingi oleh laut sehingga AL bisa melihat ikan-ikan.


Ada cerita bagus nih dari Al, pada pukul 4 pagi ia dibangunkan oleh salah satu temannya, untuk melihat cendrawasih di atas bukit. Sepertinya rasa ngantuk langsung hilang, karena melihat kecantikan cendrawasih Untuk melihat butung ini al harus melalui tanjakan di bukit Cendrawasih bukan jalan yang mudah, apalagi dilakukan di pagi hari saat seharusnya beristirahat . Dengan mata setengah ngantuk, napas terengah-engah, betis pegal dan mulut menguap,  Al dan teman-temannya terus melaju menuju tempat si  Cendrawasih. Berkali-kali mereka diingatkan supaya tidak berisik, takutnya Cendrawasihnya menyingkir. Karena mereka tetap berbisi-bisik mungkin menjadi salah satu sebab mereka tidak bertemu si cantik dari Papua itu, selain mereka juga terlambat berangkat.  Sebagai gantinya, foto-foto dialihkan ke arah laut untuk menangkap keindahan pulau-pulau dari ketinggian.

 

Dengan keindahan laut nya yang memang sangat dilindungi,  para penduduk sellau mengawasi  tindakan para tamu makanya Al tidak berani untuk menginjak karang.  Masyarakat lokal di Raja Ampat memang sangat menyadari, bahwa keutuhan ekosistem di sekitarnyalah yang memberi pemasukan secara tetap pada desanya. Dengan menjaga coral serta ikan-ikan yang ada, tamu terus berdatangan untuk menikmatinya. Jika sampai mereka merusaknya untuk keuntungan instant semata, hanya saat itulah uang masuk dan selanjutnya tidak ada daya jual lagi.Wah bagus sekali bukan? Menyadari akan kelesetarian lingkungannya.

 

Sobat, masih ada cerita lagi dari perjalanan Gemala. Mau tahu kelanjutannya? Tetap ikuti  terus info dari Pemburu Ombak ya..

Scroll To Top